Rins Puji Mandalika Jelang MotoGP Indonesia 2026

Sirkuit Mandalika kembali menjadi sorotan paddock MotoGP. Pembalap tim pabrikan Yamaha, Alex Rins, melontarkan pujian setinggi langit untuk venue yang akan menjadi tuan rumah Pertamina Grand Prix of I...

Oct 08, 2026 - 07:49
0 0
Rins Puji Mandalika Jelang MotoGP Indonesia 2026

Sirkuit Mandalika kembali menjadi sorotan paddock MotoGP. Pembalap tim pabrikan Yamaha, Alex Rins, melontarkan pujian setinggi langit untuk venue yang akan menjadi tuan rumah Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 pada 9-11 Oktober mendatang. Perhatian pembalap asal Spanyol itu bukan tanpa alasan, mengingat karakter trek jalan raya berukuran 4,31 kilometer tersebut menawarkan tantangan teknis yang jarang ditemui di kalender balap musim ini.

"Menit ke- satu saya keluar dari pit lane, saya langsung merasakan sensasi berbeda. Sirkuit ini punya kombinasi tikungan cepat dan pengereman keras yang membuat adrenalin meningkat," ujar Rins dalam sesi jumpa pers virtual, mengutip atmosfer kompetitif yang ia rasakan kala menjajal aspal Mandalika pada musim-musim sebelumnya.

Karakter Trek dan Data Teknis

Mandalika bukan sekadar venue cantik di tepi Pantai Kuta, Lombok. Dengan 17 tikungan yang terdiri dari 11 tikungan kanan dan 6 tikungan kiri, serta trek lurus utama sepanjang 750 meter, sirkuit ini menuntut manajemen ban yang presisi. Rins mencatat bahwa sektor tengah menjadi wilayah paling krusial, di mana pembalap harus menjaga ritme sambil mengatur traksi motor pada suhu aspal yang bisa menembus 50 derajat Celsius.

Dalam perbandingan data telemetri antar-sirkuit, Mandalika memiliki kemiripan dengan Sirkuit Buriram di Thailand dan Losail di Qatar, terutama pada pola pengereman keras di tikungan 1 dan tikungan 10. Perbedaan ketinggian trek mencapai 38 meter dari titik terendah ke tertinggi, menambah kompleksitas distribusi bobot pembalap saat melewati tikungan menurun.

"Aspek teknis paling menantang adalah tikungan 10 sampai 12. Di sana kalian harus menggabungkan kecepatan tinggi dengan perubahan arah cepat. Kalau salah mengambil garis, waktu putaran bisa melorot 0,3 hingga 0,5 detik per lap," jelas Rins, yang pernah finis di posisi lima besar pada edisi pertama MotoGP Mandalika 2022.

Dominasi Yamaha dan Persiapan Pramusim

Pujian Rins juga disertai catatan performa tim. Meski Yamaha belum meraih podium di Mandalika, penguasaan bola dalam konteks balap — atau dominasi di sektor tikungan lambat — menjadi perhatian utama. Data pramusim menunjukkan motor YZR-M1 milik Rins unggul di sektor dua, dengan catatan waktu sektor 28,4 detik, bersaing ketat dengan Ducati dan Aprilia.

Manajemen ban menjadi kunci mengingat Mandalika terdaftar sebagai sirkuit dengan tingkat abrasi tinggi. Rins memprediksi strategi two-stop tidak akan banyak dipakai karena jarak tempuh 27 lap masih memungkinkan ban medium bertahan hingga finis. Namun, faktor cuaca tropis bisa mengubah segalanya. "Sesi latihan bebas pertama nanti akan jadi tolok ukur. Kalau suhu aspal di atas 55 derajat Celsius, compound keras wajib jadi pilihan utama," tambahnya.

Faktor Atmosfer dan Dukungan Suporter

Yang membuat Mandalika istimewa bagi Rins bukan hanya soal aspal. Ia menyebut atmosfer tribun yang dipenuhi suporter Indonesia memberikan energi ekstra. "Saya ingat betul saat melintasi tikungan terakhir, sorakan penonton terdengar jelas di dalam helm. Itu motivasi tambahan yang tidak didapat di sirkuit lain," ungkapnya.

Dengan kontrak balap yang masih berjalan bersama Yamaha, Rins menargetkan hasil lebih baik di Indonesia musim depan. Target realistis adalah finis di lima besar, atau minimal menjadi pembalap Yamaha terdepan. Rekam jejak di Mandalika mencatat rata-rata posisi finisnya di urutan delapan, dengan torehan terbaik posisi kelima pada 2022.

MotoGP Indonesia 2026 diprediksi menjadi salah satu seri paling kompetitif di paruh akhir musim. Kombinasi karakter trek menantang, cuaca tropis, dan dukungan suporter fanatik membuat Mandalika layak disebut sebagai permata baru di kalender balap dunia. Jika Rins mampu mengubah pujian menjadi performa nyata, podium pertama di Lombok bukan mustahil terwujud.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
citra-maharani

Reporter HAM. Fokus pada isu hak asasi, kebebasan sipil, dan reformasi hukum.

Comments (0)

User