Rifat Sungkar El Mayka Kembali Rajai Sprint Rally Batang

Drama finis di Kawasan Industri Terpadu Batang akhirnya tuntas. Duet Rifat Sungkar dan El Mayka bersama tim RS-Telkomsel 5G memastikan kemenangan pada seri keempat Kejurnas Sprint Rally 2026 yang dige...

Sep 30, 2026 - 07:28
0 0
Rifat Sungkar El Mayka Kembali Rajai Sprint Rally Batang

Drama finis di Kawasan Industri Terpadu Batang akhirnya tuntas. Duet Rifat Sungkar dan El Mayka bersama tim RS-Telkomsel 5G memastikan kemenangan pada seri keempat Kejurnas Sprint Rally 2026 yang digelar 26-27 September 2026 di Jawa Tengah. Dua hari penuh debu, gravel licin, dan tikungan patah membuat seri ini disebut sebagai yang paling teknikal musim ini, namun pasangan berpengalaman itu tampil dingin dan konsisten hingga SS terakhir.

Sejak bendera start dikibarkan pada Sabtu pagi, aroma persaingan langsung terasa. Karakter lintasan KITB bukan sirkuit permanen biasa. Trek memadukan jalur tanah keras, area konstruksi berpasir, dan sektor cepat di antara gudang logistik. Grip berubah setiap jam mengikuti suhu dan arah angin pesisir utara Jawa. Siapa yang salah memilih ban dan salah membaca pacenote, waktunya langsung terpangkas detik demi detik. Di arena seperti inilah pengalaman berbicara.

Start Panas Sejak Hari Pertama di KITB

Laju Rifat dan El Mayka langsung menggebrak sejak Special Stage awal. Dengan gaya agresif namun presisi, mereka menekan sejak kilometer pertama. Catatan waktu mereka di sektor pembuka langsung menempatkan mereka di barisan terdepan kelas utama. Para rival yang mencoba tampil habis-habisan justru terjebak. Ada yang melebar di tikungan hairpin, ada yang kehilangan traksi saat keluar dari U-turn berdebu, ada pula yang harus melambat karena visibility tertutup debu mobil di depan.

Kunci utama ada pada ritme. Rifat dikenal sebagai pereli dengan kontrol throttle paling halus di kejurnas. Ia tidak membuang waktu dengan sliding berlebihan. Setiap pengereman dilakukan late braking namun tetap lurus, menjaga momentum mobil untuk akselerasi keluar tikungan. El Mayka sebagai navigator tampil luar biasa dengan pembacaan pacenote yang rapat dan intonasi tegas. Komunikasi intercom keduanya nyaris tanpa jeda. Hasilnya, mobil melaju seperti di atas rel dalam ritme sprint yang menuntut keberanian penuh.

Memasuki hari kedua, tekanan justru semakin besar. Posisi puncak klasemen sementara membuat mereka menjadi buruan. Semua rival memasang strategi push to the limit di sisa SS. Namun duet senior ini menjawab dengan ketenangan. Mereka tidak terpancing untuk tampil overdrive. Strategi manajemen risiko dijalankan sempurna. Di sektor cepat mereka tancap gas penuh, di sektor sempit dan berpasir mereka bermain aman menjaga ban dan suspensi. Kombinasi inilah yang membuat keunggulan mereka bertahan hingga garis finis.

Bedah Taktik Pacenote dan Manajemen Mobil

Jika dibedah secara teknis, kemenangan di Batang ini adalah kemenangan strategi. Format sprint rally berbeda dengan rally jarak jauh. Tidak ada waktu untuk observasi. Setiap SS hanya dilibas dalam hitungan menit, sehingga kesalahan kecil berakibat fatal. Tim RS-Telkomsel 5G menyiapkan mobil dengan setting suspensi medium-hard untuk menghadapi karakter gravel keras KITB yang bergelombang. Ground clearance dibuat sedikit lebih tinggi untuk menghindari benturan batu, namun rebound tetap dijaga agar mobil tidak melompat liar di trek cepat.

Pilihan ban menjadi penentu. Dengan suhu lintasan yang panas pada siang hari, kompon medium menjadi pilihan paling logis. Terlalu lunak akan cepat habis, terlalu keras akan kehilangan grip di tikungan tanah. Tim mekanik bekerja luar biasa membaca data tekanan angin setiap servis. Ditambah dukungan telemetri dan komunikasi data 5G, setiap perubahan perilaku mobil bisa dianalisis cepat antar SS. Inilah keuntungan tim pabrikan modern yang memadukan skill pembalap dengan kekuatan engineering.

Dari sisi driving, Rifat menunjukkan kelasnya sebagai mantan juara nasional berkali-kali. Racing line yang diambil selalu inside-outside-inside dengan presisi. Ia memanfaatkan lebar lintasan industri yang cukup besar untuk membuka angle sebelum tikungan tajam. Teknik left foot braking digunakan untuk menjaga putaran turbo tetap tinggi saat melintasi chicane sempit. Sementara El Mayka memberikan informasi jarak dan tingkat kesulitan tikungan dengan kode yang sangat detail, dari level satu hingga enam, plus penanda crest, jump, dan dont cut. Sinkronisasi ini membuat mereka tampil nyaris tanpa kesalahan navigasi selama dua hari.

Rival Berjatuhan, Konsistensi Jadi Pembeda

Seri Batang tahun ini diikuti puluhan pereli dari berbagai kelas, mulai dari kelas utama berpenggerak empat roda hingga kelas penggerak dua roda dan kelas pemula. Persaingan di papan atas sangat rapat. Selisih waktu antar tiga besar di hari pertama disebut sangat tipis, hanya terpaut beberapa detik. Situasi ini membuat setiap SS hari kedua bagaikan final. Satu spin bisa membuang peluang juara.

Beberapa unggulan muda tampil berani. Mereka mencatat waktu tercepat di split-split awal dengan gaya agresif. Namun konsistensi menjadi masalah. Lintasan KITB menghukum kesalahan kecil. Ada mobil yang mengalami pecah ban karena terlalu memotong apex berbatu. Ada yang harus kehilangan belasan detik karena stall di hairpin berpasir. Ada pula yang setting diferensialnya terlalu agresif sehingga mobil liar di trek lurus bergelombang. Di tengah kekacauan itu, Rifat dan El Mayka justru tampil seperti metronom. Stabil, cepat, dan tanpa drama.

Kemenangan ini juga menegaskan mentalitas juara. Dalam sprint rally, tekanan psikologis sangat tinggi karena tidak ada leg panjang untuk mengejar ketertinggalan. Start buruk di SS pertama bisa meruntuhkan kepercayaan diri. Sebaliknya, start sempurna memberi efek domino positif. Rifat yang sudah puluhan tahun malang melintang di reli nasional, Asia Pasifik, hingga Dakar, paham betul cara mengelola emosi. Ia tetap tersenyum di parc ferme, tetap fokus mendengarkan masukan engineer, dan tetap lapar saat masuk ke dalam kokpit.

Modal Penting Menuju Penentuan Gelar Musim 2026

Hasil di Batang ini memiliki arti besar dalam peta persaingan Kejurnas Sprint Rally 2026. Tambahan poin maksimal dari Putaran 4 membuat posisi tim RS-Telkomsel 5G semakin kokoh di klasemen. Dengan sisa seri yang semakin sedikit, setiap kemenangan kini bernilai ganda secara psikologis. Rival kini dipaksa mengambil risiko lebih besar pada seri berikutnya, sementara Rifat dan El Mayka bisa bermain lebih kalkulatif.

Lebih dari sekadar trofi, kemenangan beruntun ini menjadi bukti bahwa kombinasi pengalaman, teknologi, dan kerja tim masih menjadi formula terbaik di motorsport modern. Reli bukan hanya soal siapa berani injak gas paling dalam, tetapi siapa paling cerdas membaca lintasan, merawat mobil, dan mengeksekusi strategi dari SS pertama hingga terakhir. Duet Rifat dan El Mayka menunjukkan semua paket itu di Batang. Cepat di sektor lurus, disiplin di sektor teknis, dan sempurna dalam teamwork.

Kini sorotan beralih ke seri penutup. Apakah dominasi ini akan berlanjut hingga penguncian gelar juara nasional. Para penggemar reli Indonesia jelas menantikan duel lanjutan. Jika performa di KITB menjadi tolok ukur, maka pasangan senior ini tetap menjadi favorit terkuat. Mereka telah menaklukkan tantangan trek industri tersulit musim ini dengan cara paling meyakinkan. Batang sudah ditaklukkan, sejarah kembali ditulis, dan perburuan gelar kini memasuki fase paling panas.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fajar-ramadhan

Editor Hukum. Alumni FH UI. Meliput pengadilan, MA, dan judicial review.

Comments (0)

User