RI dan Singapura Perkuat Kolaborasi Lingkungan: Antisipasi El Nino, Karhutla, hingga Tata Kelola Sampah

Jakarta – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) resmi mempererat kerja sama bilateral dengan Kementerian Keberlanjutan dan Lingkungan Hidup (Ministry of Sustainability and

Jul 06, 2026 - 13:27
0 1
RI dan Singapura Perkuat Kolaborasi Lingkungan: Antisipasi El Nino, Karhutla, hingga Tata Kelola Sampah

Jakarta – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) resmi mempererat kerja sama bilateral dengan Kementerian Keberlanjutan dan Lingkungan Hidup (Ministry of Sustainability and the Environment) Singapura. Kesepakatan strategis ini mencakup serangkaian program mitigasi dan penanganan isu lingkungan yang krusial, mulai dari pengelolaan sampah, pengendalian pencemaran udara, pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), hingga antisipasi dampak berkepanjangan fenomena El Nino.

Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) ini dilakukan di Jakarta pada Senin (29/6/2026). Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat, mengungkapkan bahwa agenda kolaborasi ke depan sangat padat dan menyeluruh. “Kegiatan yang akan dikerjakan banyak. Di antaranya adalah terkait dengan climate change, kemudian penanganan manajemen sampah, pencemaran udara, termasuk apa, menghadapi El Nino yang kelihatannya akan agak panjang,” ujar Jumhur dalam keterangannya di kantor KLH, Jakarta Selatan.

Komitmen Bersama Hadapi Perubahan Iklim

Jumhur menekankan bahwa memorandum of understanding yang dijalin bukan sekadar seremoni diplomatik, melainkan sebuah langkah konkret untuk menyusun strategi mitigasi yang terukur. Kerja sama ini diproyeksikan mampu meningkatkan kapasitas kedua negara dalam memetakan risiko bencana ekologis serta mempercepat pertukaran teknologi ramah lingkungan.

Menurut laporan yang dihimpun media kami, kedua kementerian akan secara intensif berbagi data dan praktik terbaik untuk meminimalkan dampak karhutla. Langkah ini dianggap vital mengingat pada musim kemarau panjang yang dipicu El Nino, potensi titik api di lahan gambut dan hutan tropis meningkat drastis, mengancam kualitas udara di lintas batas negara.

Fokus pada Manajemen Sampah dan Polusi Lintas Batas

“Kami sangat mengapresiasi komitmen tinggi dari Pemerintah Singapura untuk bekerja sama dengan Indonesia. Ini adalah upaya kolektif agar lingkungan yang sehat dapat dinikmati oleh generasi mendatang,” tegas Jumhur.

Selain karhutla, isu sampah menjadi sorotan utama dalam kesepakatan ini. Kedua negara sepakat untuk menjajaki sistem ekonomi sirkular guna mengurangi kebocoran limbah plastik ke laut. Pencemaran udara lintas batas juga menjadi perhatian serius, di mana pemantauan kualitas udara dan validasi data akan dilakukan secara sinergis untuk menjaga akurasi informasi publik.

Dengan adanya MoU ini, diharapkan tercipta kerangka kerja yang solid untuk menghadapi tren pemanasan global. Kolaborasi ini menegaskan kembali posisi Indonesia dan Singapura sebagai mitra strategis di kawasan dalam memerangi degradasi lingkungan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
citra-maharani

Fact Checker. Memverifikasi berita ringkas agar tetap akurat.

Comments (0)

User