RI dan India Sepakati Konektivitas Sabang-Kepulauan Andaman

Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi menggelar pertemuan bilateral di Istana Merdeka pada Selasa (7/7/2026). Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin mencapai kesepakatan

Jul 08, 2026 - 08:36
0 0
RI dan India Sepakati Konektivitas Sabang-Kepulauan Andaman

Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi menggelar pertemuan bilateral di Istana Merdeka pada Selasa (7/7/2026). Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin mencapai kesepakatan strategis untuk membuka jalur konektivitas langsung antara Aceh dan Kepulauan Andaman serta Nikobar.

Inisiatif ini bertujuan mempererat hubungan antarmasyarakat kedua negara melalui peningkatan akses transportasi laut. Presiden Prabowo menjelaskan bahwa proyek ini akan melibatkan pengembangan infrastruktur pelabuhan di kedua sisi perairan.

"Saya menyampaikan dukungan terhadap pembangunan pelabuhan di Kepulauan Andaman dan Nicobar di India dan juga pengembangan dan pembangunan Pelabuhan Sabang di Aceh sebagai penghubung strategis antara Pulau Sabang dan Kepulauan Andaman dan Nicobar di India," ujar Prabowo dalam keterangan pers bersama.

India akan fokus mengembangkan fasilitas pelabuhan di Kepulauan Andaman dan Nikobar sebagai pintu masuk dari wilayah barat. Sementara itu, Indonesia akan melakukan pengembangan serupa di Pelabuhan Sabang, Aceh, yang akan berfungsi sebagai gerbang strategis dari sisi timur.

Jalur penghubung ini diharapkan dapat menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi di kedua wilayah. Sabang yang terletak di ujung barat Indonesia memiliki posisi geografis yang sangat strategis di Selat Malaka, salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia. Sementara Kepulauan Andaman dan Nikobar merupakan wilayah persatuan India yang terletak di Teluk Benggala, berbatasan langsung dengan perairan Indonesia.

Kerja sama ini juga mencerminkan semakin eratnya hubungan bilateral kedua negara yang memiliki sejarah panjang dalam berbagai bidang. Konektivitas maritim menjadi fokus utama mengingat kedua negara adalah kekuatan maritim di kawasan Indo-Pasifik. Pengembangan pelabuhan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan arus barang dan penumpang, tetapi juga memperkuat kerja sama di sektor pariwisata, perdagangan, dan pertukaran budaya antara masyarakat Aceh dan Kepulauan Andaman.

Laporan Beritainti.com dari Jakarta menyebutkan, langkah ini merupakan bagian dari strategi besar kedua negara untuk memperkuat posisi mereka sebagai poros maritim di kawasan. Pembangunan infrastruktur pelabuhan tersebut akan dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan mengingat kedua wilayah memiliki ekosistem laut yang kaya dan perlu dilindungi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
citra-maharani

Fact Checker. Memverifikasi berita ringkas agar tetap akurat.

Comments (0)

User