Real Madrid Taklukkan Kairat Almaty di Liga Champions 2025
Real Madrid berhasil membawa pulang tiga poin dari lawatan ke Kazakhstan setelah menaklukkan tuan rumah Kairat Almaty dengan skor 3-2 dalam laga fase grup Liga Champions 2025/2026 di Stadion Ortalyk, ...
Real Madrid berhasil membawa pulang tiga poin dari lawatan ke Kazakhstan setelah menaklukkan tuan rumah Kairat Almaty dengan skor 3-2 dalam laga fase grup Liga Champions 2025/2026 di Stadion Ortalyk, Almaty, Selasa (30/9/2025) malam. Pertandingan yang digelar di tengah suhu 12 derajat Celsius ini menjadi drama enam gol yang menguji mental juara Los Blancos.
Jalannya Pertandingan
Jalannya laga diawali dengan kejutan. Kairat Almaty, tim debutan yang lolos melalui jalur kualifikasi, langsung menggebrak sejak menit awal. Menit ke-8, gelandang serang Darkhan Zholdybayev membuka keunggulan setelah menerima umpan terobosan dari lini tengah. Ia melepaskan tendangan melengkung dari luar kotak penalti yang tak mampu dijangkau Thibaut Courtois. Ribuan suporter di Stadion Ortalyk pun meledak.
Real Madrid merespons dengan meningkatkan penguasaan bola hingga 70% pada 30 menit pertama. Namun, formasi 5-4-1 yang diterapkan pelatih Kairat, Stanislav Cherchesov, sangat rapat. Peluang terbaik Madrid di babak pertama hadir pada menit ke-34, saat umpan silang Raul Asencio dari sisi kanan disambut sundulan Vinícius Júnior, namun bola menerpa mistar gawang. Hingga turun minum, skor 1-0 bertahan.
Memasuki babak kedua, Carlo Ancelotti menginstruksikan anak asuhnya untuk lebih berani melakukan penetrasi. Hasilnya, pada menit ke-52, Rodrygo melakukan aksi individu gemilang di sektor kiri. Ia melewati dua bek lalu menaklukkan kiper Kairat dengan tembakan mendatar ke tiang dekat. Skor imbang 1-1. Sayangnya, kegembiraan itu hanya bertahan lima menit. Kesalahan Fran García yang gagal menghalau bola pantul dari sepak pojok dimanfaatkan oleh striker Aidos Orazov untuk membawa Kairat kembali memimpin 2-1.
Ancelotti lantas memasukkan Jude Bellingham yang diistirahatkan sejak awal. Kehadirannya menambah daya gedor. Pada menit ke-73, Asencio yang tampil tak kenal lelah melepaskan umpan terobosan matang ke kotak penalti. Vinícius Júnior, yang bergerak tanpa kawalan, dengan tenang mengelabui kiper dan menceploskan bola ke gawang. Skor menjadi 2-2.
Gol penentu kemenangan Real Madrid tercipta saat laga memasuki menit ke-84. Bermula dari tendangan sudut yang dieksekusi Rodrygo, bola liar jatuh di kaki Antonio Rüdiger. Bek tengah Jerman itu tanpa kesulitan menyontek bola ke dalam gawang Kairat. Upaya tuan rumah untuk menyamakan kedudukan di sisa waktu sia-sia, dan pertandingan berakhir 3-2 untuk kemenangan Real Madrid.
Asencio, Jenderal Lini Tengah Muda
Raul Asencio menjadi sosok sentral dalam kemenangan ini. Gelandang berusia 22 tahun itu membukukan 1 assist, 4 umpan kunci, serta mencatat akurasi operan impresif 92 persen (49 dari 53 operan sukses). Ia juga menempuh jarak tempuh 11,4 kilometer, terbanyak kedua di tim setelah Federico Valverde.
Perannya sebagai tempo setter sangat vital. Setiap kali menerima bola di area tengah, Asencio mampu memutar badan dan langsung meluncurkan serangan balik. Kemampuannya dalam mengontrol bola di bawah tekanan tinggi membantu Madrid keluar dari pressing ketat Kairat. Selain itu, kontribusi defensifnya pun solid: 4 tekel sukses, 2 intersepsi, dan 3 sapuan. Penampilan ini menegaskan bahwa Asencio bukan sekadar pemain pelapis, tetapi sudah layak menjadi andalan di skema 4-3-3 Ancelotti.
Statistik dan Fakta Kunci
Pertandingan ini menyajikan kontras tajam antara dua tim. Real Madrid mendominasi penguasaan bola hingga 66 persen dibanding 34 persen milik tuan rumah. Dari sisi agresivitas menyerang, Madrid melepaskan 19 tembakan dengan 9 tepat sasaran, sementara Kairat hanya mampu membuat 7 tembakan, 3 di antaranya tepat sasaran—dua di antaranya berbuah gol. Efektivitas semacam ini hampir membuat kejutan besar.
Dalam hal distribusi bola, Los Blancos membukukan 635 operan sukses berbanding 303 operan Kairat. Namun, tuan rumah justru unggul dalam duel udara (14 berbanding 11) dan intersepsi (19 berbanding 15). Pertandingan ini juga diwarnai lima kartu kuning: Fran García (41'), Eduardo Camavinga (79') untuk Madrid, serta tiga pemain Kairat yang mendapat kartu.
Menariknya, dua pemain muda akademi Real Madrid melakukan debut di ajang paling elite Eropa ini. Mario Camero masuk sebagai bek kanan di menit ke-88, dan gelandang serang Nico Paz dimainkan di injury time. Keduanya mendapat menit bermain berharga di laga penuh tekanan.
Reaksi Pelatih dan Klasemen
Usai pertandingan, Carlo Ancelotti mengakui kesulitan yang dihadapi timnya.
"Kairat membuat kami frustrasi di banyak momen, terutama dengan transisi cepat mereka. Tapi kami menunjukkan karakter juara. Raul Asencio luar biasa malam ini. Dia pemain muda yang cerdas dan mau bekerja keras,"ujar Ancelotti.
Dengan kemenangan ini, Real Madrid memuncaki klasemen sementara Grup F dengan 6 poin dari dua laga. Mereka unggul selisih gol dari tim peringkat kedua. Kairat Almaty sendiri berada di posisi ketiga dengan 1 poin. Perjalanan masih panjang, namun malam di Almaty ini menjadi bukti bahwa Madrid tetap menjadi salah satu kandidat kuat juara Liga Champions 2024/2025.
Comments (0)