Real Madrid Menang 3-1, Mourinho Diusir di RCDE Stadium

Skor akhir: Real Madrid 3-1 Espanyol. Begitu peluit panjang berbunyi di RCDE Stadium, perhatian seketika tertuju ke tribun, tempat Jose Mourinho duduk setelah diusir wasit pada menit ke-78. Pekan ke-2...

Aug 24, 2026 - 09:35
0 0
Real Madrid Menang 3-1, Mourinho Diusir di RCDE Stadium

Skor akhir: Real Madrid 3-1 Espanyol. Begitu peluit panjang berbunyi di RCDE Stadium, perhatian seketika tertuju ke tribun, tempat Jose Mourinho duduk setelah diusir wasit pada menit ke-78. Pekan ke-2 La Liga 2026/2027 ini menyajikan lebih dari sekadar tiga poin bagi Los Blancos: ia menjadi panggung kemarahan seorang pelatih legendaris terhadap keputusan VAR.

Real Madrid datang dengan formasi 4-3-3, memainkan Valverde, Tchouaméni, dan Bellingham di lini tengah, plus trio Rodrygo, Mbappé, dan Vinícius Júnior di depan. Espanyol justru tampil pragmatis ala Mourinho: 5-4-1 yang rapat, menyerahkan bola, lalu menusuk lewat transisi cepat. Statistik 20 menit pertama berbicara jelas: penguasaan bola Madrid 68 persen, tetapi tembakan tepat sasaran mereka masih nol karena blok bertahan tuan rumah bekerja tanpa cela.

Babak Pertama: Tekanan Panjang, Kebuntuan yang Pecah di Menit ke-31

Menit ke-23, Jude Bellingham melepaskan tendangan first-time dari luar kotak penalti setelah menerima bola muntah dari sepak pojok. Kiper Joan García terbang dan menepis bola keluar — penyelamatan pertama dari lima yang ia buat sepanjang laga. Tekanan Madrid terus berlanjut, dan gol akhirnya lahir di menit ke-31. Vinícius Júnior menusuk dari sisi kiri, memotong ke dalam, lalu melepaskan umpang silang mendatar yang disambut sundulan Mbappé di tiang jauh. Assist resmi dicatat untuk Vinícius; gol perdana Mbappé di musim ini membuat skor menjadi 1-0.

Espanyol hampir menyamakan kedudukan di menit ke-40 lewat skema serangan balik dua lawan dua. Umpan terobosan membelah pertahanan Madrid, tetapi Thibaut Courtois keluar dari sarangnya dan menutup sudut tembak dengan sempurna. Hingga turun minum, skor bertahan 1-0, dengan catatan offside tiga kali untuk Espanyol — tanda bahwa garis pertahanan tinggi Madrid berhasil memainkan jebakan dengan baik.

Babak Kedua: Perlawanan, Momentum, dan Dua Pukulan Beruntun

Mourinho melakukan perubahan sejak awal babak kedua, menambah satu striker dan menggeser formasi menjadi 4-4-2. Hasilnya langsung terasa di menit ke-55: dari skema sepak pojok, sundulan Javi Puado menyamakan kedudukan menjadi 1-1. RCDE Stadium meledak, dan untuk pertama kalinya dalam laga ini Espanyol mencatatkan penguasaan bola di atas 40 persen.

Namun euforia tuan rumah hanya bertahan delapan menit. Menit ke-63, Federico Valverde menerima bola di tepi kotak penalti, melakukan satu sentuhan untuk menciptakan ruang, lalu melepaskan tembakan melengkung yang tak mampu dijangkau Joan García. 2-1 untuk Real Madrid, dan gol itu menjadi titik balik psikologis: Espanyol kehilangan keberanian menekan dan kembali tenggelam ke blok rendah.

Menit ke-78, drama dimulai. Espanyol mengira mereka mencetak gol kedua lewat sundulan dari sepak pojok, tetapi wasit menunda selebrasi dan menuju monitor VAR. Hasil pemeriksaan: offside tipis pada pemain yang menghalangi pandangan Courtois. Gol dianulir. Mourinho, yang sejak tadi berjalan mondar-mandir di area teknik, meledak. Ia melemparkan botol air, berteriak ke arah asisten wasit, dan menerima kartu merah langsung. Ia meninggalkan lapangan dengan gestur menunjuk layar VAR sambil bertepuk tangan sinis — momen yang langsung menjadi viral di media sosial.

VAR, Kartu Merah, dan Konsekuensi bagi Espanyol

"Saya tidak sedang melawan VAR, saya melawan keputusan yang tidak konsisten. Jika itu offside, tunjukkan garisnya kepada saya. Saya melihatnya langsung, dan garis itu tidak ada," ujar Mourinho dalam konferensi pers seusai laga, sebelum akhirnya meninggalkan ruangan lebih cepat dari biasanya.

Menit ke-85, Real Madrid mengunci kemenangan. Serangan balik cepat yang dimulai dari perebutan bola Tchouaméni di lini tengah berujung pada penyelesaian dingin Bellingham di dalam kotak penalti, memanfaatkan assist kedua Vinícius Júnior. Skor akhir: 3-1. Tambahan satu kartu kuning untuk Espanyol di masa injury time menutup laga dengan catatan lima kartu kuning total dan satu kartu merah.

Catatan Statistik dan Pelajaran Taktik

Angka akhir mempertegas dominasi Real Madrid: penguasaan bola 63 persen berbanding 37 persen, shots on target 7 berbanding 3, dan akurasi umpan 91 persen berbanding 78 persen. Namun catatan yang paling menarik justru milik Espanyol: mereka mencatatkan lebih banyak tekel sukses (18) daripada Madrid (11) dan memenangi 58 persen duel udara, membuktikan bahwa rencana Mourinho berjalan baik hingga keputusan VAR mengubah arah laga.

Konsekuensinya jelas: Mourinho dipastikan absen mendampingi tim saat Espanyol bertandang pada pekan ke-3, dan federasi kemungkinan akan menambah hukuman. Bagi Real Madrid, tiga poin ini membawa mereka memuncaki klasemen sementara dengan enam poin dari dua laga, meski clean sheet gagal dipertahankan karena gol bola mati. Bagi Espanyol, pertanyaan besarnya bukan soal taktik, melainkan emosi: apakah kemarahan pelatihnya akan menjadi bahan bakar atau justru distraksi di sisa musim?

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
reza-pahlevi

Reporter Pengadilan. Meliput kasus-kasus landmark di PN, PT, dan MA.

Comments (0)

User