Real Madrid Kalahkan Sevilla 2-1 di Pekan ke-37 La Liga

Real Madrid mengamankan tiga poin krusial setelah menundukkan Sevilla dengan skor tipis 2-1 di laga pekan ke-37 Liga Spanyol 2025/2026 yang digelar di Estadio Ramón Sánchez Pizjuán, Senin (18/5) di...

Real Madrid Kalahkan Sevilla 2-1 di Pekan ke-37 La Liga

Real Madrid mengamankan tiga poin krusial setelah menundukkan Sevilla dengan skor tipis 2-1 di laga pekan ke-37 Liga Spanyol 2025/2026 yang digelar di Estadio Ramón Sánchez Pizjuán, Senin (18/5) dini hari WIB. Duel ketat ini menjanjikan tensi tinggi sejak menit pertama, dengan Neal Maupay menjadi pembeda lewat gol pembuka dan assist vital yang membawa Los Blancos tetap dalam jalur perburuan gelar. Penguasaan bola 55%-45% milik Madrid, namun Sevilla mencatatkan 5 shots on target berbanding 6 milik tim tamu, menandakan perlawanan sengit tuan rumah yang gagal mengonversi peluang menjadi poin.

Babak Pertama: Maupay Membuka Skor lewat Serangan Balik Mematikan

Sevilla mengawali laga dengan formasi 4-2-3-1 yang cair, sementara Real Madrid menerapkan 4-3-3 fleksibel dengan Rodrygo dan Endrick menyokong Maupay di lini depan. Tim tuan rumah justru lebih dulu mengancam pada menit ke-8 melalui sepakan jarak jauh Suso yang memaksa Thibaut Courtois melakukan penyelamatan gemilang. Namun, Madrid yang tampil sabar membangun serangan berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-34.

Berawal dari skema serangan balik cepat yang diinisiasi Jude Bellingham, ia mengirim umpan terukur kepada Endrick di sisi kiri. Endrick melepaskan umpan tarik mendatar ke dalam kotak penalti yang berhasil disongsong Neal Maupay. Dengan tenang, striker ’23– sebagai penyerang tengah tamu—menceploskan bola ke sudut bawah gawang Óliver Torres, yang dalam laga ini tampil sebagai kiper utama Sevilla. Skor berubah 0-1. Shots on target babak pertama: Sevilla (2) - Madrid (3), menggambarkan efektivitas penyelesaian akhir tim ibukota.

Thiago Pitarch, bek tengah Sevilla yang mendapat tugas khusus mengawal Maupay, sebenarnya menjalankan perannya dengan disiplin. Ia memenangkan 4 dari 6 duel udara dan beberapa kali memotong aliran bola ke area berbahaya. Namun, transisi ofensif Madrid yang eksplosif membuat celah kecil itu fatal. Hingga turun minum, Sevilla kesulitan menembus blok rendah Madrid yang dikomandoi Aurélien Tchouaméni dan Eduardo Camavinga di lini tengah.

Laga Memanas: Gol Kedua Madrid dan Kartu Merah yang Mengubah Dinamika

Memasuki babak kedua, intensitas meningkat drastis. Sevilla, yang membutuhkan poin untuk mengamankan posisi di papan atas, meningkatkan garis pertahanan dan memerintahkan full-back Marcos Acuña serta Juanlu naik lebih tinggi. Tekanan itu hampir berbuah gol pada menit ke-52, tetapi sundulan Youssef En-Nesyri membentur mistar gawang setelah memanfaatkan umpan silang Acuña.

Madrid justru kembali membuktikan klinisnya di depan gawang. Pada menit ke-67, sebuah skema sepak pojok dieksekusi sempurna. Arda Güler melepaskan tendangan melengkung yang disambut sundulan keras David Alaba, bola sempat mengenai tiang sebelum bergulir masuk ke gawang. Skor 0-2, assist dicatat atas nama Güler, namun kontribusi tak terlihat Maupay juga penting—pergerakannya di tiang dekat menarik dua bek Sevilla sehingga ruang untuk Alaba terbuka.

Drama terjadi pada menit ke-76. Bek kiri Madrid, Fran García, menerima kartu kuning kedua setelah pelanggaran keras terhadap Suso. Wasit Javier Alberola Rojas mengeluarkan kartu merah dan Los Blancos harus bermain dengan 10 orang. Situasi ini dimanfaatkan Sevilla. Hanya tiga menit berselang (79'), mereka memperkecil ketertinggalan: tendangan bebas Ivan Rakitić dari sisi kanan disundul Lucas Ocampos ke tiang jauh, bola liar disambar Erik Lamela yang baru masuk sebagai pemain pengganti. Skor 1-2, Ramón Sánchez Pizjuán bergemuruh.

Sepuluh menit terakhir menjadi neraka bagi Madrid. Sevilla menggempur habis-habisan dengan mengirimkan bola-bola panjang ke kotak penalti. Pitarch nyaris menjadi pahlawan pada menit ke-89 saat tembakan kerasnya dari luar kotak penalti mampu dimentahkan Courtois. Statistik akhir: total shots 14-13 (Sevilla unggul), tetapi saves Courtois mencapai 5, angka yang menjadi penentu.

“Saya sangat bangga dengan karakter tim. Bermain di Pizjuán tak pernah mudah, apalagi setelah kartu merah itu. Mereka menunjukkan mental juara sejati,” ujar Carlo Ancelotti seusai pertandingan.

Duel Taktis Pitarch vs Maupay: Kunci di Lini Depan

Salah satu daya tarik utama laga ini adalah pertarungan langsung antara Thiago Pitarch dan Neal Maupay. Pitarch, bek muda Sevilla yang musim ini tampil impresif, ditugaskan meredam mobilitas Maupay. Secara statistik, Pitarch mencatat 5 clearance, 3 intersepsi, dan 2 tekel sukses yang menunjukkan performa tangguh di jantung pertahanan. Namun, Maupay, yang dikenal sebagai striker cerdas dalam membaca ruang, tetap mencatat 1 gol dan 3 key passes, menjadi perbedaan nyata di lini serang Madrid.

Sistem pertahanan zona Sevilla sebenarnya cukup rapat. Pelatih Diego Alonso menerapkan garis pertahanan tinggi yang membuat offside trap bekerja—Madrid tercatat 4 kali terjebak offside, dua di antaranya oleh Maupay. Akan tetapi, momen transisi di menit ke-34 menunjukkan betapa Pitarch butuh sedikit waktu untuk berkoordinasi dengan bek kanan Juanlu saat Madrid melakukan overload di sisi sayap. Sekali saja lengah, Maupay langsung menghukum.

Di sisi lain, pergerakan tanpa bola Maupay sangat vital dalam gol kedua. Ia menjadi “dummy runner” yang menciptakan kebingungan di antara Pitarch dan bek tengah lainnya, Loïc Badé. Peran tak kasat mata inilah yang kerap luput dari sorotan, namun menjadi kunci strategi Ancelotti membongkar pertahanan solid Sevilla yang sebelumnya hanya kebobolan 1 gol dalam tiga laga kandang terakhir.

Kemenangan ini membawa Real Madrid tetap di puncak klasemen sementara dengan keunggulan 2 poin dari pesaing terdekat jelang pekan pamungkas. Sevilla sendiri tertahan di peringkat ke-7 dan harus berjuang keras mengamankan tiket Eropa. Bagi neutral fans, laga ini jadi suguhan taktik yang memuaskan: dominasi possession yang tak selalu berarti kemenangan, dan bagaimana detail kecil—sebuah assist cerdas, kartu merah, atau penyelamatan krusial—membentuk hasil akhir di panggung sekeras Liga Spanyol.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User