Real Madrid Kalahkan Al Hilal 3-1 di Piala Dunia Antarklub 2025

Skor akhir 3-1 untuk Real Madrid. Kemenangan perdana Los Blancos di Piala Dunia Antarklub 2025 tercipta di Audi Field, Washington DC, Kamis (19/06/2025), ketika juara Eropa itu menundukkan wakil Asia,...

Real Madrid Kalahkan Al Hilal 3-1 di Piala Dunia Antarklub 2025

Skor akhir 3-1 untuk Real Madrid. Kemenangan perdana Los Blancos di Piala Dunia Antarklub 2025 tercipta di Audi Field, Washington DC, Kamis (19/06/2025), ketika juara Eropa itu menundukkan wakil Asia, Al Hilal. Tiga gol Madrid lahir dari transisi cepat dan skema bola mati, sementara satu gol balasan Al Hilal hanya memangkas jarak di pengujung laga. Dengan hasil ini, pasukan Carlo Ancelotti langsung kokoh di puncak klasemen Grup H dengan tiga poin dan selisih gol plus dua.

Babak Pertama: Dominasi Penguasaan Bola dan Gol di Menit ke-23

Ancelotti menurunkan starting XI dengan formasi 4-3-3, menempatkan Dean Huijsen berduet dengan Éder Militão di jantung pertahanan, sementara Al Hilal datang dengan formasi 4-2-3-1 andalan Jorge Jesus. Sejak menit awal, Real Madrid mendominasi penguasaan bola hingga menembus 64 persen di babak pertama, memaksa Al Hilal bertahan dalam blok rendah dan hanya mengandalkan serangan balik. Menit ke-23, gol pembuka tercipta: umpan terobosan Vinícius Júnior menembus garis pertahanan, lalu Jude Bellingham melepaskan tembakan first-time ke tiang jauh. Gol itu menjadi gol ketiga Bellingham di turnamen antarklub sepanjang kariernya, sekaligus assist keempat Vinícius dalam enam laga terakhir. Madrid terus menekan tanpa memberi ruang. Menit ke-45+2, giliran Kylian Mbappé yang menggetarkan gawang Al Hilal memanfaatkan umpan silang Rodrygo dari sisi kanan. Skor 2-0 bertahan hingga jeda, dengan catatan enam shots on target berbanding satu untuk tuan rumah turnamen tersebut.

Babak Kedua: VAR Berbicara, Sundulan Huijsen Menutup Pesta

Babak kedua berjalan lebih sengit. Menit ke-58, Al Hilal sempat merayakan gol penalti usai Malcom dijatuhkan di kotak terlarang, tetapi VAR turun tangan. Tinjauan ulang memperlihatkan posisi offside saat umpan awal dilepaskan, sehingga wasit mencabut hadiah penalti tersebut, keputusan yang memicu protes keras para pemain Al Hilal. Menit ke-78, Madrid menutup pesta lewat skema sepak pojok. Modrić mengirim umpan silang akurat dari sisi kiri, dan Dean Huijsen yang ikut naik ke kotak penalti menyambarnya dengan sundulan keras ke sudut gawang. Gol ketiga itu mencatatkan nama Huijsen di papan skor untuk pertama kalinya bersama Madrid di ajang resmi. Al Hilal tak mau pulang tanpa gol. Menit ke-82, Salem Al-Dawsari memperkecil kedudukan memanfaatkan assist Malcom setelah serangan balik kilat dari sisi kanan. Namun waktu tak cukup bagi Al Hilal untuk menyamakan kedudukan, dan wasit meniup peluit panjang dengan skor akhir 3-1.

Dean Huijsen: Bek Muda yang Menjadi Bintang

Jika ada satu pemain yang layak menjadi sorotan malam itu, itu adalah Dean Huijsen. Bek berusia 20 tahun tersebut tampil luar biasa di lini belakang dengan catatan 6 sapuan, 4 tekel sukses, memenangkan 9 dari 11 duel udara, serta akurasi umpan mencapai 92 persen. Ia juga menjadi bek pertama yang mencetak gol untuk Madrid dalam dua musim terakhir di turnamen antarklub, bonus sempurna atas disiplinnya sepanjang 90 menit. Performa ini semakin meyakinkan Ancelotti untuk menjadikannya pilihan utama di posisi bek tengah.

"Dean tampil luar biasa malam ini. Ia disiplin, berani, dan golnya adalah bonus yang pantas ia dapatkan. Dia bermain seperti pemain berpengalaman, bukan pemain berusia 20 tahun," ujar Ancelotti usai laga.

Analisis Al Hilal dan Pekerjaan Rumah Madrid

Di sisi lain, kekalahan ini menjadi bahan evaluasi serius bagi Al Hilal. Penguasaan bola mereka hanya 36 persen, dengan 7 percobaan tembakan dan 3 shots on target sepanjang laga. Masalah utama tim asuhan Jorge Jesus adalah seringnya terjebak offside, tercatat 4 kali, saat mencoba menembus garis pertahanan Madrid yang bermain sangat tinggi. Koulibaly juga menerima kartu kuning di menit ke-55 akibat pelanggaran terhadap Mbappé, sementara Al Hilal kehilangan momentum besar setelah penaltinya dibatalkan VAR.

"Kami menghadapi tim terbaik di dunia, tetapi kami tidak menyerah dan akhirnya mencetak gol. Ini pelajaran berharga untuk laga berikutnya," kata Jorge Jesus.
Real Madrid sendiri masih punya pekerjaan rumah: garis pertahanan yang terlalu tinggi terbukti menjadi celah bagi lawan yang mengandalkan kecepatan, dan gol Al-Dawsari di menit ke-82 adalah buktinya. Namun dengan tiga poin penuh, selisih gol plus dua, serta performa gemilang Huijsen dan lini tengah yang solid, Los Blancos layak difavoritkan untuk melaju jauh di turnamen ini. Laga berikutnya melawan Pachuca akan menjadi ujian selanjutnya bagi skuad Ancelotti untuk menjaga momentum kemenangan ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
reza-pahlevi

Reporter Pengadilan. Meliput kasus-kasus landmark di PN, PT, dan MA.

Comments (0)

User