Real Madrid Bungkam Benfica, Selebrasi Vinicius Picu Drama di Liga Champions
Skor akhir 2-1 menjadi milik Real Madrid yang bertandang ke markas Benfica, Estadio da Luz, pada leg pertama playoff Liga Champions 2025/2026, Kamis dini hari WIB. Gol Vinicius Junior menit ke-78 jadi...
Skor akhir 2-1 menjadi milik Real Madrid yang bertandang ke markas Benfica, Estadio da Luz, pada leg pertama playoff Liga Champions 2025/2026, Kamis dini hari WIB. Gol Vinicius Junior menit ke-78 jadi penentu kemenangan Los Blancos, tetapi laga panas ini justru akan lebih diingat karena insiden yang meledak setelah sang winger berselebrasi di depan tribun suporter tuan rumah.
Duel ini memang diprediksi berjalan ketat sejak undian mempertemukan kedua tim. Jose Mourinho, yang kini membesut Benfica, menurunkan formasi 4-2-3-1 dengan Vangelis Pavlidis sebagai ujung tombak. Sementara itu, Madrid merespons dengan starting XI terbaik mereka dalam skema 4-3-3, menempatkan Vinicius, Kylian Mbappé, dan Rodrygo di lini depan sejak menit pertama.
Babak Pertama: Saling Balas Gol di Da Luz
Madrid langsung menekan sejak peluit pembuka. Menit ke-23, Jude Bellingham membuka keunggulan setelah menyambut umpan silang mendatar Rodrygo dengan sontekan kaki kanan dari dalam kotak penalti. Itu adalah assist ketiga Rodrygo di kompetisi musim ini, dan seisi Da Luz terdiam sejenak.
Benfica tidak butuh waktu lama untuk merespons. Menit ke-41, Pavlidis menyamakan kedudukan menjadi 1-1 lewat sundulan keras memanfaatkan sepak pojok Fredrik Aursnes. Bola sempat mengenai mistar sebelum masuk, dan Thibaut Courtois hanya bisa terpaku. Hingga turun minum, penguasaan bola tercatat 54 persen berbanding 46 persen untuk Madrid, dengan shots on target 3 berbanding 2.
Babak Kedua: Vinicius Jadi Pembeda
Interval kedua berjalan jauh lebih panas. Menit ke-64, Benfica sempat bersorak setelah Kerem Aktürkoğlu menjebol gawang Courtois, tetapi VAR menganulir gol tersebut karena sang pemain lebih dulu berada dalam posisi offside. Keputusan itu memicu protes keras dari bench tuan rumah dan membuat tensi pertandingan meningkat.
Momen penentu datang menit ke-78. Vinicius menerima umpan terobosan Mbappé di sisi kiri, menggocek satu bek, lalu melepaskan tendangan mendatar ke sudut jauh yang tak mampu dijangkau kiper. Skor 2-1 untuk Madrid. Namun yang terjadi berikutnya mengubah jalannya malam itu: Vinicius berlari ke sudut lapangan tepat di depan tribun suporter Benfica dan melakukan selebrasi yang dianggap provokatif oleh publik tuan rumah.
Reaksi tribun langsung meledak. Sejumlah benda dilaporkan melayang ke arah lapangan, dan wasit terpaksa menghentikan pertandingan sekitar empat menit. Di tengah kekacauan itu, muncul dugaan adanya nyanyian bernada rasis yang ditujukan kepada Vinicius. Pengeras suara stadion kemudian mengumumkan peringatan resmi sesuai protokol UEFA sebelum laga dilanjutkan hingga peluit panjang.
Sikap Netral Mourinho Jadi Sorotan
Yang mengejutkan justru datang dari ruang konferensi pers. Mourinho, yang biasanya vokal soal isu-isu besar, memilih sikap netral terkait dugaan pelecehan rasis yang dialami Vinicius. Pelatih asal Portugal itu menilai selebrasi sang pemain menjadi pemicu memanasnya situasi, dan ia enggan melemparkan kecaman kepada siapa pun sebelum seluruh fakta terungkap.
"Saya tidak melihat dan tidak mendengar apa yang terjadi di tribun. Tetapi saya juga tidak senang dengan apa yang terjadi di lapangan setelah gol itu. Sepak bola harus dihormati, oleh pemain maupun suporter. Biarkan UEFA yang menilai," ujar Mourinho usai laga.
Pernyataan itu langsung memicu perdebatan di berbagai kalangan. Sebagian pihak menilai Mourinho gagal menunjukkan dukungan nyata dalam perang melawan rasisme, sementara yang lain memahami posisinya yang tidak ingin berspekulasi. Yang pasti, UEFA dipastikan akan meninjau laporan pertandingan, termasuk rekaman dari tribun Da Luz, sebelum menjatuhkan keputusan apa pun.
Statistik Akhir dan Kunci Kemenangan Madrid
Secara keseluruhan, Madrid memang layak membawa pulang kemenangan. Penguasaan bola 58 persen berbanding 42 persen, shots on target 7 berbanding 4, dan total 14 tembakan berbanding 9 menunjukkan dominasi tim tamu sepanjang 90 menit. Wasit juga mengeluarkan tiga kartu kuning untuk Benfica dan dua untuk Madrid, mencerminkan tingginya intensitas duel di lini tengah.
Kegagalan mencatatkan clean sheet sedikit mengganggu catatan Courtois, tetapi kemenangan tandang ini menjadi modal besar. Leg kedua akan digelar di Santiago Bernabéu pekan depan, dan Benfica wajib menang dengan selisih minimal dua gol untuk membalikkan keadaan. Dengan tensi yang sudah terlanjur tinggi, laga di Madrid dipastikan kembali panas, baik di dalam maupun di luar lapangan.
Comments (0)