Rashford Tepuk Tangan, Setan Merah Takluk 0-2 dari Newcastle

Skor akhir 0-2 untuk Newcastle United di Old Trafford, 31 Desember 2024. Marcus Rashford, striker bernomor punggung 10, bertepuk tangan kepada para penggemar setelah peluit panjang berbunyi. Namun, te...

Aug 07, 2026 - 08:36
0 0
Rashford Tepuk Tangan, Setan Merah Takluk 0-2 dari Newcastle

Skor akhir 0-2 untuk Newcastle United di Old Trafford, 31 Desember 2024. Marcus Rashford, striker bernomor punggung 10, bertepuk tangan kepada para penggemar setelah peluit panjang berbunyi. Namun, tepuk tangan itu tak mampu menutupi kenyataan pahit: Manchester United kembali tumbang di kandang sendiri. The Magpies tampil superior dengan penguasaan bola 55% dan melepaskan 12 shots on target berbanding hanya 4 milik tuan rumah.

Babak Pertama: Newcastle Mendominasi Sejak Menit Awal

Sejak kick-off, Newcastle langsung mengambil inisiatif serangan. Formasi 4-3-3 yang diusung Eddie Howe benar-benar membongkar pertahanan United yang memakai skema 4-2-3-1. Menit ke-23, Alexander Isak melepaskan tendangan keras dari sudut sempit yang tak mampu dihalau Andre Onana. Gol tersebut lahir dari assist cerdik Anthony Gordon yang memanfaatkan celah di antara bek tengah United. Statistik mencatat, Newcastle melepaskan 8 tembakan di babak pertama dengan 5 di antaranya mengarah ke gawang. United hanya mampu menciptakan 2 peluang, keduanya dari kaki Bruno Fernandes yang masih belum menemukan ritme terbaiknya.

Menit ke-38, tekanan Newcastle kembali memaksa lini belakang United melakukan kesalahan fatal. Lisandro Martinez kehilangan bola di area sendiri, dan Joelinton dengan sigap melepaskan umpang terobosan kepada Isak. Namun, penyelesaian akhir Isak kali ini masih melambung di atas mistar. Kartu kuning pertama pertandingan diberikan kepada Casemiro pada menit ke-41 setelah pelanggaran keras terhadap Bruno Guimaraes di tengah lapangan. Hingga turun minum, skor 1-0 untuk keunggulan Newcastle terasa sangat pantas.

Babak Kedua: Upaya United Mandul, Newcastle Kian Percaya Diri

Memasuki babak kedua, pelatih United mencoba mengubah strategi dengan memasukkan Rasmus Hojlund menggantikan Joshua Zirkzee. Namun, perubahan itu tidak banyak membantu. Newcastle justru menggandakan keunggulan pada menit ke-67 melalui sundulan kepala Dan Burn yang memanfaatkan sepak pojok Kieran Trippier. VAR sempat memeriksa potensi offside dalam proses gol tersebut, tetapi setelah peninjauan, gol dinyatakan sah. Ini menjadi pukulan telak bagi mental para pemain United yang terlihat frustrasi.

Data penguasaan bola menunjukkan United sempat meningkat hingga 48% di babak kedua, tetapi efektivitas serangan mereka sangat buruk. Shots on target United hanya bertambah satu kali, yaitu tendangan jarak jauh dari Kobbie Mainoo pada menit ke-79 yang masih bisa ditepis Martin Dubravka. Sementara itu, Newcastle hampir mencetak gol ketiga pada menit ke-85 ketika Miguel Almiron lolos dari jebakan offside, tetapi tendangannya masih membentur tiang gawang. Kartu kuning kedua untuk United diberikan kepada Diogo Dalot pada menit ke-88 akibat protes berlebihan kepada wasit.

“Kami tidak tampil dengan intensitas yang dibutuhkan di level ini. Newcastle layak menang, mereka lebih agresif dan klinis. Kami harus segera berbenah,” ujar pelatih United dalam konferensi pers usai laga.

Analisis Performa Marcus Rashford dan Dampaknya

Marcus Rashford, yang menjadi sorotan utama, tampil selama 90 menit penuh namun gagal memberikan ancaman berarti. Ia hanya melepaskan satu tembakan yang tidak mengarah ke gawang dan tercatat melakukan 22 sentuhan bola, angka terendah di antara pemain starting XI United. Rating performanya di laga ini hanya 5,8 dari 10, jauh di bawah rata-rata musimnya yang mencapai 7,2. Tepuk tangan yang ia berikan kepada penggemar setelah pertandingan menjadi simbol kesetiaan, tetapi juga menimbulkan pertanyaan besar tentang masa depannya di klub.

Statistik menunjukkan bahwa sejak awal musim, Rashford baru mencetak 6 gol dari 19 penampilan liga, dengan 3 assist. Ini merupakan kontribusi terburuknya sejak musim 2020/2021. Beberapa analis menilai bahwa posisinya yang lebih banyak melebar di sisi kiri membuat ia kehilangan insting mencetak gol. Sementara itu, Newcastle berhasil mencatatkan clean sheet ke-8 mereka musim ini, menjadikan mereka tim dengan pertahanan terbaik kedua di Liga Primer Inggris setelah Arsenal.

Kekalahan ini membuat Manchester United tertahan di peringkat ke-7 klasemen dengan 31 poin dari 20 pertandingan, terpaut 10 poin dari zona Liga Champions. Newcastle sendiri naik ke peringkat ke-5 dengan 35 poin, menunjukkan konsistensi permainan mereka di bawah arahan Eddie Howe. Dengan jadwal padat di bulan Januari, termasuk pertandingan melawan Liverpool dan Arsenal, United harus segera menemukan solusi jika tidak ingin semakin terpuruk. Apakah Rashford akan tetap menjadi andalan di lini depan, atau justru menjadi korban dari krisis ini? Waktu yang akan menjawab.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fajar-ramadhan

Editor Hukum. Alumni FH UI. Meliput pengadilan, MA, dan judicial review.

Comments (0)

User