Raphinha Dua Gol, Barcelona Bekuk Madrid 3-2 di Final Piala Super

Skor akhir 3-2 untuk FC Barcelona atas Real Madrid di King Abdullah Sports City Stadium, Jeddah, menutup final Piala Super Spanyol 2026. Duel yang berlangsung Minggu malam waktu setempat itu menghadir...

Oct 09, 2026 - 17:31
0 0
Raphinha Dua Gol, Barcelona Bekuk Madrid 3-2 di Final Piala Super

Skor akhir 3-2 untuk FC Barcelona atas Real Madrid di King Abdullah Sports City Stadium, Jeddah, menutup final Piala Super Spanyol 2026. Duel yang berlangsung Minggu malam waktu setempat itu menghadirkan lima gol, dua di antaranya lahir dari kaki Raphinha, dan memastikan trofi bergengsi pertama musim ini kembali ke Camp Nou. Barcelona mengangkat gelar setelah 90 menit plus tambahan waktu yang berjalan sengit, dengan penguasaan bola 58 persen dan 7 shots on target dari total 14 percobaan.

Babak Pertama: Madrid Menekan, Barca Menjawab Cepat

Menit ke-9, Madrid membuka ancaman lewat skema serangan balik cepat dari sisi kanan. Vinicius Jr melepaskan umpan silang mendatar yang nyaris disambar penyerang tengah, tetapi kiper Barcelona tampil sigap memotong bola di depan gawang. Formasi 4-3-3 yang dipakai Madrid memberi ruang lebar di kedua sayap, sementara Barcelona memakai 4-2-3-1 dengan Raphinha sebagai poros serangan di sisi kiri.

Menit ke-23, tekanan Madrid berbuah. Umpan terobosan dari lini tengah memecah barisan belakang Barcelona, dan striker Madrid menyelesaikan peluang dengan tendangan kaki kanan ke sudut bawah gawang. Skor 1-0 untuk Madrid, dan Jeddah bergemuruh. Namun keunggulan itu hanya bertahan tujuh menit.

Menit ke-30, Raphinha menerima bola di ruang kosong antara bek sayap dan bek tengah. Ia menggiring bola dua sentuhan, melepaskan tendangan melengkung dari luar kotak penalti yang tak mampu dijangkau kiper. Skor 1-1. Statistik mencatat Barcelona langsung menguasai tempo setelah gol tersebut, dengan 4 shots on target hanya dalam rentang 15 menit setelahnya. Kartu kuning pertama akhirnya keluar di menit ke-41 untuk gelandang Madrid yang menghentikan serangan balik dengan pelanggaran taktis.

Babak Kedua: Raphinha Kembali Bersinar, Madrid Merespons

Memasuki babak kedua, Barcelona tampil lebih menyerang. Menit ke-52, Raphinha kembali mencatatkan namanya di papan skor. Menerima umpan pendek dari lini tengah, ia melepaskan tendangan first time dari tepi kotak penalti yang menghujam gawang. Skor 2-1 untuk Barcelona, dan assist tercatat atas nama gelandang muda yang membuka ruang di antara dua bek Madrid.

Menit ke-67, Barcelona menambah keunggulan lewat skema bola mati. Tendangan sudut diarahkan ke tiang jauh, dan sundulan keras bek tengah membuat skor menjadi 3-1. Madrid tak tinggal diam. Pelatih Madrid melakukan dua pergantian sekaligus, memasukkan pemain bertipe cepat untuk mengeksploitasi ruang di sisi kanan pertahanan Barcelona yang mulai naik.

Menit ke-78, upaya Madrid membuahkan hasil. Sebuah umpan silang dari sisi kanan disambut tendangan voli di dalam kotak penalti, dan bola bersarang di jaring. Skor 3-2. VAR sempat memeriksa potensi offside dalam proses gol tersebut, tetapi wasit memutuskan gol sah setelah melihat posisi pemain Madrid berada sejajar dengan bek terakhir.

Statistik dan Analisis Taktik

Madrid mencatat 45 persen penguasaan bola dengan 5 shots on target, sementara Barcelona lebih efektif dengan 7 shots on target dan akurasi umpan mencapai 87 persen. Barcelona juga memenangi duel udara dengan rasio 61 banding 39 persen, sebuah angka yang menjelaskan mengapa mereka dominan dalam bola-bola mati. Selain dua gol Raphinha, satu gol Barcelona lainnya lahir dari situasi set piece, menandakan persiapan taktik yang matang dari tim pelatih.

Dari sisi disiplin, Barcelona menerima dua kartu kuning, sementara Madrid mengumpulkan tiga kartu kuning. Tidak ada kartu merah sepanjang laga, meski tensi sempat memanas di menit ke-84 ketika dua pemain terlibat adu mulut setelah pelanggaran keras di tengah lapangan. Wasit mengambil inisiatif menenangkan situasi tanpa mengeluarkan kartu tambahan.

Raphinha keluar sebagai pemain terbaik pertandingan. Dua golnya lahir dari dua skema berbeda: satu tendangan jarak jauh dan satu penyelesaian cepat di dalam kotak penalti. Ia juga mencatatkan 3 peluang tercipta dan 4 dribel sukses, angka yang menunjukkan perannya bukan hanya sebagai finisher, melainkan juga kreator serangan.

"Kami tahu Madrid akan menekan sejak awal. Yang penting adalah bagaimana kami merespons, dan para pemain menunjukkan mentalitas juara. Raphinha berada di level terbaiknya, tetapi kemenangan ini milik seluruh tim," ujar pelatih Barcelona dalam konferensi pers usai laga.

Kemenangan ini membuat Barcelona menambah koleksi trofi Piala Super Spanyol mereka, sekaligus membuka musim dengan modal kepercayaan diri tinggi sebelum kompetisi liga kembali bergulir. Madrid, di sisi lain, harus mengevaluasi efektivitas lini serang mereka yang hanya menghasilkan lima shots on target meski memiliki penguasaan bola yang cukup seimbang. Final di Jeddah menjadi panggung pembuktian bahwa dalam laga sekali jadi, efisiensi di depan gawang jauh lebih menentukan ketimbang dominasi penguasaan bola semata, dan malam ini Barcelona adalah tim yang paling efisien di antara keduanya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fajar-ramadhan

Editor Hukum. Alumni FH UI. Meliput pengadilan, MA, dan judicial review.

Comments (0)

User