Raphinha Brace Bawa Barcelona Juara Piala Super Spanyol 2026
JEDDAH — Barcelona keluar sebagai juara Piala Super Spanyol 2026 setelah menaklukkan Real Madrid dengan skor akhir 3-2 dalam laga final yang berlangsung di King Abdullah Sports City Stadium, Jeddah,...
JEDDAH — Barcelona keluar sebagai juara Piala Super Spanyol 2026 setelah menaklukkan Real Madrid dengan skor akhir 3-2 dalam laga final yang berlangsung di King Abdullah Sports City Stadium, Jeddah, Minggu (11/1/2026) waktu setempat atau Senin dini hari WIB. Dua gol Raphinha menjadi penentu kemenangan Blaugrana, yang mengangkat trofi ke-15 mereka di kompetisi ini.
Babak Pertama: Raphinha Buka Keunggulan, Madrid Merespons Cepat
Menit ke-8, Barcelona sudah menggebrak. Raphinha, yang ditempatkan di sayap kanan dalam formasi 4-3-3 asuhan Hansi Flick, melepaskan tendangan kaki kiri dari tepi kotak penalti setelah menerima umpan terobosan Lamine Yamal. Bola meluncur deras ke sudut kanan gawang Thibaut Courtois. Skor 1-0 untuk Barcelona. Shots on target Barcelona tercatat 2 berbanding 0 pada 15 menit pertama.
Madrid tidak tinggal diam. Menit ke-22, Vinicius Junior menyamakan kedudukan lewat aksi individu. Menerima bola di sisi kiri, ia melewati dua pemain Barcelona sebelum melepaskan tembakan mendatar ke tiang jauh. Penguasaan bola Madrid naik menjadi 54 persen setelah gol tersebut. Menit ke-31, Jude Bellingham hampir membawa Madrid unggul, tetapi tendangannya masih membentur mistar gawang.
Namun, Barcelona kembali memimpin menit ke-38. Raphinha mencetak gol keduanya malam itu melalui skema serangan balik cepat. Ia menerima assist dari Pedri, lalu mengecoh Antonio Rudiger dengan gerakan tubuh sebelum menembak ke tiang dekat. Skor 2-1 bertahan hingga turun minum. Statistik babak pertama: penguasaan bola 52-48 untuk Madrid, tetapi shots on target 4-2 untuk Barcelona.
Babak Kedua: Drama VAR dan Gol Penentu Lewandowski
Memasuki babak kedua, Madrid meningkatkan intensitas. Menit ke-54, Kylian Mbappe mencetak gol penyama kedudukan setelah memanfaatkan kemelut di depan gawang. Namun, wasit sempat meninjau VAR karena dugaan offside. Setelah pengecekan, gol dinyatakan sah. Skor 2-2. Madrid kembali menguasai jalannya pertandingan dengan penguasaan bola mencapai 58 persen pada menit ke-60.
Barcelona merespons dengan memasukkan Robert Lewandowski pada menit ke-65, menggantikan Ferran Torres. Perubahan ini mengubah dinamika lini depan. Menit ke-72, Lewandowski nyaris mencetak gol, tetapi sundulannya masih melebar. Dua menit berselang, Raphinha mendapat peluang emas untuk hat-trick, namun tembakannya dapat diblok Courtois.
Titik balik terjadi menit ke-81. Lewandowski mencetak gol kemenangan setelah menerima umpan silang dari Alejandro Balde. Penyerang Polandia itu menyundul bola dari jarak dekat, menaklukkan Courtois. Skor 3-2 untuk Barcelona. Kartu kuning dikeluarkan wasit kepada Dani Carvajal menit ke-85 akibat protes berlebihan. Hingga peluit panjang, Madrid berusaha menyamakan kedudukan, tetapi pertahanan Barcelona yang dikomandoi Ronald Araujo tampil disiplin. Clean sheet tidak tercapai, namun kemenangan tetap milik Blaugrana.
Analisis Statistik: Efisiensi Barcelona di Momen Krusial
Secara keseluruhan, Madrid unggul dalam penguasaan bola dengan 56 persen berbanding 44 persen. Mereka juga melepaskan 14 tembakan, dengan 6 di antaranya shots on target. Barcelona hanya mencatat 9 tembakan, tetapi 5 di antaranya tepat sasaran. Efisiensi menjadi kunci. Raphinha menjadi pemain paling menonjol dengan 2 gol, 3 dribel sukses, dan 1 assist tidak langsung. Ia juga mencatat 4 kali merebut bola di area pertahanan Madrid.
Di kubu Madrid, Vinicius dan Mbappe sama-sama mencetak satu gol, tetapi keduanya kesulitan menembus pertahanan rapat Barcelona di 15 menit terakhir. Starting XI Madrid yang mengandalkan kreativitas Bellingham di lini tengah tidak mampu mengimbangi pressing ketat Pedri dan Frenkie de Jong. Formasi 4-3-3 yang diterapkan Flick terbukti lebih efektif dalam transisi cepat.
"Kami tahu Madrid akan menguasai bola, tetapi kami fokus pada efisiensi. Raphinha menunjukkan kualitasnya sebagai pemain kunci. Dua golnya mengubah jalannya pertandingan," ujar Hansi Flick dalam konferensi pers usai laga.
Sementara itu, pelatih Madrid, Carlo Ancelotti, mengakui kekalahan timnya. "Kami menciptakan banyak peluang, tetapi Barcelona lebih klinis. Kesalahan kecil di menit akhir harus kami bayar mahal," katanya.
Dengan hasil ini, Barcelona menambah koleksi trofi Piala Super Spanyol menjadi 15 gelar, sementara Madrid tertahan di 13 gelar. Kemenangan ini juga menjadi modal berharga bagi Barcelona menjelang putaran kedua La Liga musim 2025/2026. Raphinha, yang dinobatkan sebagai pemain terbaik pertandingan, kini mengoleksi 4 gol dalam 3 penampilan terakhirnya di semua kompetisi.
Laga berjalan dengan tensi tinggi sejak menit awal. Total 5 kartu kuning dikeluarkan wasit, masing-masing 3 untuk Madrid dan 2 untuk Barcelona. Tidak ada kartu merah dalam pertandingan ini. Barcelona akan merayakan gelar ini sebelum kembali fokus ke kompetisi domestik akhir pekan depan.
Comments (0)