Qatar dan India Bersaing Ketat dalam Bursa Tuan Rumah Olimpiade 2036

Doha dan New Delhi resmi mengajukan berkas pencalonan sebagai tuan rumah Olimpiade 2036, membuka babak baru persaingan antar benua yang diprediksi berlangsung sengit hingga sesi voting Komite Olimpiad...

Oct 08, 2026 - 07:55
0 0
Qatar dan India Bersaing Ketat dalam Bursa Tuan Rumah Olimpiade 2036

Doha dan New Delhi resmi mengajukan berkas pencalonan sebagai tuan rumah Olimpiade 2036, membuka babak baru persaingan antar benua yang diprediksi berlangsung sengit hingga sesi voting Komite Olimpiade Internasional (IOC). Kedua negara bergabung dalam daftar kandidat yang kini diisi tujuh nama, menciptakan kompetisi terbuka terbesar sejak era 1990-an. IOC mencatat ketertarikan ini sebagai rekor tersendiri bagi kawasan Asia dan Timur Tengah yang sama-sama ingin memperluas panggung olahraga multievent terbesar di dunia.

Qatar: Modal Infrastruktur Piala Dunia 2022

Qatar melangkah dengan amunisi pengalaman. Setelah sukses menggelar Piala Dunia 2022, negara Teluk itu sudah memiliki 8 stadion berstandar internasional, sistem pendingin ruang terbuka, dan jaringan transportasi massal yang menghubungkan seluruh venue. Dalam berkas pencalonan, Doha menargetkan konsep "compact games" dengan 90 persen arena berada dalam radius 30 kilometer dari pusat kota, memangkas waktu tempuh atlet hingga di bawah 40 menit per sesi pertandingan. Ketua Komite Olimpiade Qatar menyatakan kesiapan itu bukan sekadar wacana.

"Kami tidak membangun dari nol. Venue sudah berdiri, rel kereta sudah beroperasi, dan pengalaman 2022 memberi kami data operasional yang tidak dimiliki kandidat lain," ujar perwakilan komite Qatar dalam sesi presentasi tertutup.

Dari sisi teknis, Qatar menawarkan jadwal yang relatif aman dari gangguan cuaca. Rata-rata suhu musim gugur berkisar 26 derajat Celsius, jauh lebih rendah dibanding musim panas yang bisa menembus 45 derajat. Kekuatan lain: penguasaan bola logistik. Bandara Hamad tercatat sebagai hub tersibuk kedua di Timur Tengah dengan kapasitas 60 juta penumpang per tahun, siap menampung lonjakan delegasi dan penonton. Namun catatan lama soal isu hak asasi pekerja konstruksi masih menjadi sorotan kelompok pengawas, dan IOC dipastikan menaruh klausul evaluasi tambahan pada berkas Qatar.

India: Ambisi Populasi Muda dan Pasar Baru

India datang dengan narasi berbeda. Dengan populasi lebih dari 1,4 miliar jiwa dan rata-rata usia 28 tahun, New Delhi memposisikan diri sebagai pasar pertumbuhan terbesar bagi gerakan Olimpiade. Rencana induk India memusatkan 70 persen arena di New Delhi dan Ahmedabad, dua kota yang tengah menggenjot pembangunan koridor olahraga. Pemerintah India mengalokasikan anggaran infrastruktur jangka panjang untuk 12 venue baru, termasuk stadion atletik berkapasitas 80 ribu kursi dan arena akuatik berstandar FINA.

Kekuatan India terletak pada skala ekonomi dan demografi penonton. Dengan penetrasi internet lebih dari 800 juta pengguna, potensi pendapatan hak siar digital disebut kalangan analis bisa menembus rekor Asian Games 2018. India juga menawarkan warisan jangka panjang berupa program pembinaan atlet usia sekolah yang menyasar 50 ribu pelajar per tahun. Sisi lemahnya jelas: kesiapan fasilitas dan konsistensi tata kelola masih jadi pekerjaan rumah. Otoritas olahraga India perlu meyakinkan IOC soal tenggat pembangunan dan kualitas udara di ibu kota yang sempat menjadi sorotan global.

Peta Persaingan dan Hitungan IOC

Tujuh kandidat kini berada di jalur yang sama. Selain Qatar dan India, lima negara lain tercatat resmi mengajukan minat, menjadikan bursa ini sebagai yang terpadat dalam beberapa dekade. IOC menegaskan proses seleksi tidak lagi sekadar soal venue, melainkan keberlanjutan, netralitas politik, dan warisan sosial. Tuan rumah dipastikan lewat pemungutan suara pada sesi mendatang, dengan evaluasi teknis berjalan bertahap.

Secara statistik, kawasan Asia dan Timur Tengah mendominasi peta pencalonan dengan total tiga kandidat, sementara Eropa dan Amerika masing-masing mengirim dua nama. Jika Qatar menang, Olimpiade 2036 akan menjadi yang pertama digelar di Timur Tengah. Jika India menang, ajang ini akan menandai debut Asia Selatan sebagai tuan rumah. Keduanya sama-sama berambisi memecahkan rekor jumlah penonton langsung dan pendapatan siaran digital, dua indikator yang belakangan menjadi ukuran sukses tuan rumah versi IOC.

Yang pasti, persaingan menuju 2036 belum memasuki babak akhir. Masih ada ruang negosiasi, evaluasi venue, hingga lobi antarnegara. Namun satu hal sudah terlihat jelas: pusat gravitasi Olimpiade masa depan perlahan bergeser ke Asia dan Timur Tengah. Doha dan New Delhi kini berdiri di garis depan perlombaan itu, membawa modal berbeda dengan target yang sama: lima cincin di langit mereka sendiri.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User