Putri Nusantara Menang Telak atas Yordania, Tetap Tersingkir dari Semifinal
Supersoccer Arena, Kudus, Rabu petang. Stadion yang biasanya riuh itu sempat meledak dalam euforia, sebelum berubah menjadi ruang hening. Putri Nusantara menutup fase grup Srikandi Merdeka Cup 2026 pe...
Supersoccer Arena, Kudus, Rabu petang. Stadion yang biasanya riuh itu sempat meledak dalam euforia, sebelum berubah menjadi ruang hening. Putri Nusantara menutup fase grup Srikandi Merdeka Cup 2026 persembahan Caffino dengan kemenangan telak 3-1 atas Yordania, namun hasil itu tetap tidak membawa mereka ke semifinal. Sebuah akhir yang ironis untuk penampilan terbaik Garuda Pertiwi sepanjang turnamen.
Dengan penguasaan bola 58 persen dan tujuh shots on target berbanding tiga milik lawan, Putri Nusantara tampil dominan sejak menit pertama. Tapi sepak bola tidak hanya dihitung dari satu laga. Kegagalan di dua pertandingan sebelumnya membuat tiga poin di laga terakhir ini menjadi hampa.
Babak Pertama: Tekanan dari Formasi 4-3-3
Pelatih Putri Nusantara memilih formasi 4-3-3 dengan instruksi jelas: menekan tinggi dan mematikan alur serangan Yordania sejak dari lini belakang. Menit ke-12, skema itu langsung berbuah. Safira Ramadhani, winger kiri, menusuk dari sisi sayap, melewati satu bek, lalu melepaskan umpan silang datar yang disambut sepakan satu sentuhan Ayu Lestari di tiang dekat. Gol pertama lahir di menit ke-12, dengan assist dicatat atas nama Safira Ramadhani.
Yordania yang tampil dengan formasi 4-4-2 sempat berusaha keluar dari tekanan. Menit ke-23, Rania Abdullah melepaskan tendangan jarak jauh yang nyaris membobol gawang Rani Kusuma, namun kiper Putri Nusantara itu menepisnya dengan gemilang. Serangan balik cepat menjadi senjata utama tim tamu, meski lini tengah mereka kerap kehilangan bola karena pressing ketat Citra Dewi dan duet gelandang di belakangnya.
Ketika laga menginjak menit ke-45+2, giliran Nadia Putri yang mencatatkan namanya di papan skor. Bola liar hasil sepak pojok jatuh tepat di kakinya, dan kapten tim itu melepaskan tembakan first time yang melengkung ke sudut atas gawang. Skor 2-0 bertahan hingga turun minum, dengan Yordania hanya mampu menciptakan satu tembakan tepat sasaran.
Babak Kedua: Kendali Penuh dan Drama VAR
Memasuki babak kedua, Putri Nusantara tidak mengurangi tempo. Menit ke-67, hadiah penalti diberikan wasit setelah tandukan Andini Putri dihadang tangan pemain belakang Yordania dalam kotak terlarang. Sempat terjadi peninjauan VAR selama hampir dua menit, dan keputusan tetap dijatuhkan: penalti untuk tuan rumah. Ayu Lestari yang maju sebagai eksekutor menuntaskan tugasnya dengan tenang ke pojok kiri bawah. Gol ketiga sekaligus brace untuk Ayu Lestari di menit ke-69.
Yordania bukannya tanpa perlawanan. Pelatih mereka melakukan tiga pergantian sekaligus dan mengubah formasi menjadi 4-2-3-1 untuk menambah daya gedor. Hasilnya terlihat di menit ke-83: Lina Hassan lolos dari jebakan offside berkat umpan terobosan terukur, lalu menyelesaikannya dengan sepakan mendatar yang tak mampu dijangkau Rani Kusuma. Skor akhir 3-1 menutup jalannya laga, dengan kartu kuning dua untuk Yordania dan satu untuk Putri Nusantara.
Mengapa Tiga Poin Tidak Cukup?
Kemenangan ini tetap tidak mengubah peta klasemen. Pada laga paralel Grup B, tim peringkat kedua menutup fase grup dengan kemenangan pula, membuat Putri Nusantara harus puas di urutan ketiga dengan selisih gol yang kalah tipis. Kegagalan di laga pembuka, ketika mereka hanya mampu bermain imbang 1-1, menjadi bumerang terbesar. Regulasi turnamen yang mengedepankan hasil pertemuan langsung head-to-head sebagai tie-breaker pertama pun semakin mempersempit peluang Garuda Pertiwi.
Pelatih Putri Nusantara tidak menutup mata dari evaluasi. Kami menunjukkan karakter di laga terakhir, tapi turnamen ini dimenangkan dari konsistensi, bukan satu pertandingan. Kami harus belajar dari dua laga sebelumnya, ujarnya dalam konferensi pers usai laga. Statistik 10 tembakan percobaan dengan 7 on target memang menunjukkan ketajaman, namun dua laga sebelumnya yang minim gol menjadi catatan yang harus dibenahi.
Catatan Akhir
Bagi Yordania, kekalahan ini juga berarti perpisahan dengan turnamen. Mereka menutup grup dengan nirpoin dan hanya satu gol yang dicetak sepanjang fase grup, sebuah angka yang kontras dengan tiga gol yang bersarang di gawang mereka malam ini. Sementara itu, Putri Nusantara pulang dengan kepala tegak, tapi dada sesak: kemenangan 3-1 atas Yordania menjadi kemenangan termanis sekaligus paling sia-sia di Srikandi Merdeka Cup 2026.
Supersoccer Arena perlahan sepi. Lampu stadion mulai redup, menyisakan pertanyaan besar: apa yang kurang dari Garuda Pertiwi? Malam ini, jawabannya bukan soal kualitas di lapangan, melainkan keberuntungan yang tak pernah berpihak. Statistik boleh berbicara, tapi pada akhirnya, yang tersisa hanyalah satu kalimat dingin: Putri Nusantara menang 3-1, dan tetap tersingkir.
Comments (0)