PSSI Dukung Penuh Infantino Lanjutkan Kepemimpinan di FIFA

Ketua Umum PSSI Erick Thohir melepaskan umpan terobosan politik yang tak bisa di-intercept: federasi sepak bola Indonesia berdiri penuh di belakang Gianni Infantino untuk melanjutkan kepemimpinannya s...

Aug 07, 2026 - 04:02
0 0
PSSI Dukung Penuh Infantino Lanjutkan Kepemimpinan di FIFA

Ketua Umum PSSI Erick Thohir melepaskan umpan terobosan politik yang tak bisa di-intercept: federasi sepak bola Indonesia berdiri penuh di belakang Gianni Infantino untuk melanjutkan kepemimpinannya sebagai Presiden FIFA. Bagi publik sepak bola Tanah Air, pernyataan ini bukan sekadar gestur diplomatis di luar lapangan hijau — ini adalah sinyal kuat bahwa kemitraan strategis antara Jakarta dan markas besar FIFA di Zurich akan terus berjalan pada jalur yang sama, bahkan dengan intensitas lebih tinggi.

Dukungan tersebut disampaikan di tengah momentum kebangkitan sepak bola Indonesia. Sejak Erick Thohir memenangkan kongres dan menahkodai PSSI pada Februari 2023, tim nasional Indonesia mencatatkan sejumlah pencapaian bersejarah: menembus putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 untuk pertama kalinya, merangkak naik signifikan di peringkat FIFA, serta sukses menggelar Piala Dunia U-17 2023 yang disaksikan ratusan ribu penonton di empat stadion.

Rekam Jejak Infantino di Mata PSSI

Hubungan Infantino dengan sepak bola Indonesia terjalin erat, terutama di momen-momen paling kritis. Pasca-Tragedi Kanjuruhan pada Oktober 2022 yang menewaskan 135 orang, FIFA di bawah kepemimpinannya memilih pendekatan kolaboratif ketimbang menjatuhkan sanksi. Badan sepak bola dunia itu mengirimkan tim khusus untuk mendampingi transformasi standar keselamatan stadion di seluruh Indonesia — sebuah langkah yang kemudian menjadi fondasi reformasi tata kelola sepak bola nasional.

Kepercayaan FIFA berlanjut dengan penunjukan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-17 2023. Turnamen itu berjalan sukses besar: total penonton menembus angka lebih dari 400 ribu penonton sepanjang gelaran, dengan laga-laga digelar di Stadion Manahan Solo, Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Jakarta International Stadium, dan Stadion Si Jalak Harupat Bandung. Bagi PSSI, ini adalah bukti nyata bahwa Infantino menaruh kepercayaan penuh pada kapasitas Indonesia sebagai penyelenggara event kelas dunia.

Era Erick Thohir: Statistik Berbicara

Angka tidak pernah berbohong. Ketika Erick Thohir mengambil alih kursi ketua umum, timnas Indonesia berkutat di kisaran peringkat 150-an dunia. Kini, Skuad Garuda menembus zona 130 besar dan konsisten menantang tim-tim elite Asia. Lolosnya Indonesia ke putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia — bersaing satu grup dengan Jepang, Australia, dan Arab Saudi — adalah lompatan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah federasi.

Di sektor pembinaan, PSSI menggenjot program naturalisasi pemain diaspora keturunan Indonesia dari Eropa, memperkuat kedalaman skuad di hampir semua lini, dari kiper hingga lini serang. Sementara itu, dana pengembangan FIFA Forward dimanfaatkan untuk membenahi infrastruktur, termasuk pembangunan pusat pelatihan timnas di kawasan Ibu Kota Nusantara. Semua program itu berjalan seiring dengan arah pengembangan sepak bola global yang digaungkan Infantino sejak memimpin FIFA pada 2016.

Apa Artinya untuk Masa Depan Garuda?

Dukungan terbuka PSSI terhadap Infantino membuka sejumlah peluang strategis. Pertama, posisi tawar Indonesia dalam bidding event-event FIFA di masa depan — dari turnamen usia muda hingga kompetisi antarklub — berpotensi menguat. Kedua, akses terhadap program pengembangan teknis, kepelatihan, dan perwasitan dari FIFA bisa berjalan lebih mulus ketika relasi antar-federasi berada dalam kondisi terbaiknya.

Namun seperti pertandingan 90 menit, dukungan di atas kertas harus dibuktikan dengan kerja nyata di lapangan. PSSI masih memiliki pekerjaan rumah besar: membenahi kualitas kompetisi domestik, meningkatkan standar wasit, dan memastikan jalur pembinaan usia muda berjalan berkelanjutan. Kemitraan dengan FIFA hanyalah satu babak dari pertandingan panjang bernama reformasi sepak bola Indonesia.

Satu hal yang pasti: dengan dukungan resmi ini, Erick Thohir telah menempatkan Indonesia pada posisi yang jelas di peta politik sepak bola dunia. Peluit telah ditiup — sekarang saatnya Garuda membuktikan bahwa kepercayaan itu tidak diberikan dengan sia-sia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
reza-pahlevi

Reporter Pengadilan. Meliput kasus-kasus landmark di PN, PT, dan MA.

Comments (0)

User