Prancis vs Inggris: Duel Pamungkas Didier Deschamps
Skor akhir 4-2 mewarnai laga emosional di Stadion Miami, tempat Didier Deschamps resmi menutup karier kepelatihannya bersama Timnas Les Bleus. Pertandingan perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026 ini...
Skor akhir 4-2 mewarnai laga emosional di Stadion Miami, tempat Didier Deschamps resmi menutup karier kepelatihannya bersama Timnas Les Bleus. Pertandingan perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026 ini mempertemukan dua raksasa Eropa yang sama-sama gagal melaju ke partai puncak, namun menghadirkan pertarungan sengit nan terbuka sepanjang 90 menit.
Deschamps, yang sudah 14 tahun mengomandoi skuat Ayam Jantan, menurunkan formasi 4-3-3 ofensif sebagai salam perpisahan. Trio Kylian Mbappe, Marcus Thuram, dan Bradley Barcola dipasang sejak menit awal, dengan misi menghibur pendukung setia yang memadati tribun. Sementara itu, Gareth Southgate mengandalkan pakem 4-2-3-1 andalannya, menempatkan Harry Kane sebagai ujung tombak tunggal yang ditopang gelandang serang Jude Bellingham.
Babak Pertama: Hujan Gol Sejak Peluit Awal
Menit ke-8, kejutan langsung hadir. Harry Kane berhasil membuka keunggulan Inggris melalui skema serangan balik cepat yang diinisiasi oleh Declan Rice. Menerima umpan terobosan dari Bellingham, Kane melepaskan tembakan first-time ke pojok kiri bawah gawang Mike Maignan yang tak mampu dihalau. Bola bersarang telak, membuat skor sementara menjadi 1-0 untuk The Three Lions. Statistik awal menunjukkan Inggris unggul dalam efisiensi serangan, meski penguasaan bola masih didominasi Prancis dengan angka 61% pada 15 menit pertama.
Tak butuh waktu lama bagi Prancis untuk menyamakan kedudukan. Menit ke-14, aksi individu Mbappe dari sisi kiri berhasil merobek pertahanan Inggris. Akselerasi eksplosif bintang Real Madrid itu meninggalkan Kyle Walker sebelum melepaskan umpan tarik mendatar ke kotak penalti. Marcus Thuram, yang berdiri bebas, dengan sempurna menyontek bola ke gawang Jordan Pickford. Skor berubah menjadi 1-1. Gol ini menjadi yang keenam bagi Thuram sepanjang turnamen, mempertegas statusnya sebagai mesin gol baru Les Bleus.
Menit ke-23, petaka bagi Inggris. Pelanggaran keras John Stones terhadap Mbappe di depan kotak penalti berujung kartu kuning langsung setelah melalui pengecekan VAR. Eksekusi tendangan bebas yang diambil sendiri oleh Mbappe meluncur deras dan membentur mistar gawang sebelum memantul masuk. Gol spektakuler tersebut membawa Prancis berbalik unggul 2-1, sekaligus menjadi gol kelima Mbappe di Piala Dunia 2026.
Menjelang turun minum, Bellingham nyaris menyamakan skor. Sundulan keras pemain Borussia Dortmund itu memanfaatkan sepak pojok Phil Foden, namun Maignan tampil cemerlang dengan refleks gemilang menepis bola keluar lapangan. Babak pertama ditutup dengan keunggulan tipis Prancis, dengan catatan shots on target 5-3 untuk keunggulan Les Bleus.
Babak Kedua: Pesta Perpisahan Sang Legenda
Memasuki paruh kedua, intensitas permainan tak menurun. Southgate memasukkan Cole Palmer menggantikan Jack Grealish, memberi dimensi berbeda pada lini serang. Namun justru Prancis yang berhasil memperlebar jarak melalui skema apik di menit ke-57. Kombinasi umpan satu-dua antara Eduardo Camavinga dan Aurelien Tchouameni di lini tengah berhasil memecah konsentrasi lini belakang Inggris. Tchouameni lantas mengirimkan assist ciamik kepada Barcola yang menusuk dari sayap kanan. Dengan dingin, Barcola menaklukkan Pickford lewat penyelesaian chip yang memukau. Skor 3-1 untuk Prancis.
Inggris sempat memperkecil ketertinggalan di menit ke-71. Bukayo Saka, yang tampil aktif sepanjang laga, berhasil mencetak gol setelah memanfaatkan kemelut di kotak penalti. Bola liar hasil tembakan Bellingham yang terdefleksi bek Prancis berhasil disambar Saka dengan sontekan tajam. Skor berubah 3-2, tensi pertandingan kembali memanas.
Namun, momentum kebangkitan Inggris seketika padam tujuh menit berselang. Menit ke-78, sebuah serangan balik mematikan yang dibangun dari Maignan sukses dikonversi menjadi gol oleh Ousmane Dembele yang baru masuk di menit ke-67. Mendapat umpan jauh terukur dari William Saliba, Dembele melewati Luke Shaw dengan kecepatannya sebelum menuntaskan peluang emas menjadi gol keempat Prancis. Skor akhir 4-2 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Statistik dan Momentum Emosional
Sepanjang 90 menit, penguasaan bola dipegang tipis oleh Prancis dengan 53%, sementara Inggris mencatatkan 47%. Namun signifikan dari segi efektivitas, tim asuhan Deschamps mencatatkan 8 shots on target dari 15 attempts, berbanding 5 dari 11 untuk Inggris. Assist terbanyak dalam laga ini dihasilkan oleh Tchouameni dengan dua assist kunci, sementara Maignan membukukan clean sheet penuh meski kebobolan dua gol, berkat lima penyelamatan krusial yang menjaga keunggulan timnya. Kartu kuning Stones menjadi satu-satunya kartu yang dikeluarkan wasit, meskipun tensi duel cukup tinggi.
Laga ini bukan sekadar perebutan medali perunggu. Deschamps, arsitek gelar Piala Dunia 2018 dan runner-up 2022, meninggalkan bangku kepelatihan dengan kemenangan meyakinkan. Air mata sang pelatih tumpah saat pemain dan staf memberikan guard of honour di akhir pertandingan. Sebuah akhir yang manis bagi pria 57 tahun yang telah mempersembahkan stabilitas dan prestasi gemilang bagi sepak bola Prancis selama lebih dari satu dekade.
Comments (0)