Prancis Unggul 3-2 atas Inggris dalam Duel Brons Piala Dunia 2026
Pertandingan perebutan peringkat ketiga Piala Dunia 2026 menyajikan drama penuh aksi saat Prancis mengalahkan Inggris dengan skor akhir 3-2 di Stadion Lusail, Qatar. Dalam pertarungan sengit yang berl...
Pertandingan perebutan peringkat ketiga Piala Dunia 2026 menyajikan drama penuh aksi saat Prancis mengalahkan Inggris dengan skor akhir 3-2 di Stadion Lusail, Qatar. Dalam pertarungan sengit yang berlangsung penuh intensitas, kedua tim menampilkan permainan terbuka dengan total shots on target mencapai 18, mencerminkan semangat kompetitif meski bukan final. Gol kemenangan Prancis dicetak oleh Kylian Mbappé pada menit ke-67, assist dari Antoine Griezmann, yang membalikkan keadaan setelah Inggris sempat unggul dua kali. Statistik menunjukkan penguasaan bola Prancis 58% berbanding 42% untuk Inggris, namun Inggris tampil lebih efisien di sepertiga akhir lapangan dengan 10 attempts on goal.
Sejak peluit kick-off, Prancis langsung menekan dengan formasi 4-3-3 yang agresif, memanfaatkan sayap kanan untuk serangan cepat. Menit ke-12, Mbappé melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti, namun masih bisa ditepis kiper Jordan Pickford. Inggris, yang tampil dengan formasi 4-2-3-1, merespons cepat melalui serangan balik. Pada menit ke-23, Bukayo Saka mendapatkan ruang di sektor kiri dan mengirim umpan silang yang disundul oleh Harry Kane, namun bola melambung tipis di atas mistar. Statistik awal menunjukkan Prancis menghasilkan 3 shots on target dalam 15 menit pertama, sementara Inggris baru mencatat satu.
Babak Pertama: Gol Cepat dan Kebalikan Momentum
Inggris memecah kebuntuan pada menit ke-34 melalui gol bunuh diridaya Prancis, Raphael Varane, yang salah mengantisipasi umpan silang dari Trent Alexander-Arnold. Gol ini mengubah skor menjadi 1-0 untuk Inggris, dan momentum beralih ke pasukan Three Lions. Prancis tampak goyah, namun bangkit kembali pada menit ke-41 ketika Griezmann melepaskan tendangan bebas akurat dari jarak 25 meter, yang berbelok melewati pagar pemain dan masuk ke sudut kiri bawah gawang. Skor sementara 1-1 hingga turun minum, dengan penguasaan bola Prancis meningkat menjadi 54% di akhir babak pertama. Catatan menarik, kedua tim sama-sama melakukan 4 offsides, menunjukkan taktik perangkap offside yang ketat dari kedua pelatih.
Babak Kedua: Taktik Pressing dan Kartu Kuning Kritis
Masuk babak kedua, Prancis mengubah strategi dengan pressing tinggi, memaksa Inggris melakukan kesalahan umpan. Menit ke-52, Adrien Rabiot mendapatkan kartu kuning setelah tackle berbahaya kepada Declan Rice, yang sempat memicu protes dari bangku cadangan Inggris. Namun, keunggulan numerik tidak langsung dimanfaatkan. Inggris justru unggul lagi pada menit ke-58 melalui tendangan penalti Harry Kane setelah pelanggaran Jules Koundé terhadap Phil Foden di dalam kotak terlarang. Skor berubah 2-1 untuk Inggris, dan Kane mencatatkan assist untuk gol pertama Inggris, menunjukkan perannya sebagai playmaker selain finisher.
Prancis tidak menyerah. Pada menit ke-67, Griezmann mengirim umpan terobosan indah ke Mbappé, yang melewati bek John Stones dan melepaskan tendangan kaki kiri yang tidak terbendung. Gol ini menyamakan kedudukan 2-2, dan Mbappé mencatatkan assist untuk gol kemenangan nanti. Statistik pertandingan pada momen ini menunjukkan Prancis telah melakukan 5 shots on target, sementara Inggris 7. Kedua pelatih melakukan pergantian taktis: Prancis memasukkan Ousmane Dembélé untuk mempercepat sayap, sementara Inggris mengandalkan Jadon Sancho untuk merusak pertahanan.
Clean Sheet Hancur: Gol Penentu dan Statistik Akhir
Pertahanan Prancis, yang sebelumnya kebobolan dua gol, akhirnya memastikan kemenangan pada menit ke-78. Umpan pojok dari Griezmann disambut oleh sundulan kuat dari Raphaël Varane, menebus kesalahannya di babak pertama. Skor akhir menjadi 3-2 untuk Prancis, dan VAR sempat memeriksa gol tersebut untuk kemungkinan offside, namun dinyatakan sah. Inggris berusaha bangkit dengan serangan bertubi-tubi, tetapi kiper Hugo Lloris melakukan dua penyelamatan gemilang pada menit ke-85 dan ke-88, termasuk satu saves on target dari tendangan jarak jauh Jude Bellingham. Pertandingan berakhir dengan Prancis meraih peringkat ketiga, sementara Inggris puas di posisi keempat.
Data pertandingan lengkap menunjukkan Prancis melakukan 14 shots dengan 8 on target, sementara Inggris 12 shots dengan 10 on target. Kartu kuning diterima oleh kedua tim: Prancis satu (Adrien Rabiot), Inggris dua (Kyle Walker dan Harry Maguire). Penguasaan bola akhir Prancis 58%, Inggris 42%, dengan Prancis unggul dalam passing accuracy di angka 85% dibandingkan Inggris 78%. Pelatih Prancis, Didier Deschamps, dalam konferensi pers pasca-pertandingan menyatakan, "Kami menunjukkan karakter luar biasa untuk bangkit dari ketertinggalan. Statistik pertandingan menggambarkan bagaimana kami mengendalikan tempo meski Inggris tampil efisien."
Pertandingan ini menutup kampanye Piala Dunia 2026 dengan cerita penuh aksi, di mana kedua tim membuktikan kualitas meski tanpa trofi. Mbappé finish sebagai pencetak gol terbanyak turnamen dengan 8 gol, sementara Kane mencatatkan 6 assist, menunjukkan dampak mereka di lapangan. Dengan total 5 gol dalam 90 menit, duel ini menjadi salah satu pertandingan paling menghibur dalam sejarah perebutan tempat ketiga, meninggalkan memori bagi para penggemar dan analis statistik.
Comments (0)