Prancis Bekuk Inggris 2-1 di Perempatfinal Piala Dunia 2022
Al Bayt Stadium, Al Khor — Prancis memastikan langkah ke semifinal Piala Dunia 2022 setelah menundukkan Inggris dengan skor tipis 2-1 pada laga perempatfinal yang berlangsung Minggu (11/12/2022) din...
Al Bayt Stadium, Al Khor — Prancis memastikan langkah ke semifinal Piala Dunia 2022 setelah menundukkan Inggris dengan skor tipis 2-1 pada laga perempatfinal yang berlangsung Minggu (11/12/2022) dini hari WIB. Les Bleus mempertahankan tradisi positif mereka kontra Three Lions di turnamen besar, sekaligus mengakhiri mimpi Gareth Southgate untuk membawa Inggris melaju lebih jauh di Qatar.
Pertandingan diwarnai duel taktik menarik antara Didier Deschamps dan Southgate. Prancis mengandalkan kecepatan Kylian Mbappe di lini depan, sementara Inggris mencoba menguasai lini tengah melalui Declan Rice dan Jude Bellingham. Namun efektivitas lebih dipegang tim juara bertahan yang lebih klinis dalam memanfaatkan peluang.
Babak Pertama: Tchouameni Buka Keunggulan
Laga baru berusia 17 menit ketika gelandang Real Madrid, Aurelien Tchouameni, melepaskan tendangan jarak jauh yang tak mampu dijangkau kiper Jordan Pickford. Gol spektakuler tersebut menjadi bukti kualitas teknis pemain berusia 22 tahun itu. Statistik mencatat Prancis mencatatkan 53 persen penguasaan bola di 45 menit pertama, dengan 4 shots on target berbanding 2 milik Inggris.
Kyle Walker mendapat tugas berat menjaga Mbappe di sisi kanan pertahanan Inggris. Bek Manchester City itu beberapa kali harus melakukan sapuan krusial, termasuk saat mengantisipasi umpan terobosan yang ditujukan kepada striker Paris Saint-Germain tersebut. Walker tercatat melakukan 5 clearance dan 3 tackle sukses sepanjang pertandingan.
Inggris sempat memberikan perlawanan melalui Harry Kane dan Bukayo Saka, namun lini belakang Prancis yang dikomandoi Raphael Varane tampil solid. Varane memenangkan 4 duel udara dan mencatat 6 sapuan bola, menjadi tembok kokoh di jantung pertahanan Les Bleus.
Babak Kedua: Drama Penalti dan Gol Penentu Giroud
Southgate melakukan perubahan taktik dengan memasukkan Marcus Rashford dan Mason Mount untuk menambah daya gedor. Pergantian ini membuahkan hasil pada menit ke-54 ketika wasit Wilton Sampaio menunjuk titik putih setelah Bukayo Saka dilanggar di kotak terlarang. Kane yang dipercaya sebagai algojo menjalankan tugas dengan sempurna, mengirim kiper Hugo Lloris ke arah yang salah. Skor imbang 1-1.
Pertandingan memasuki fase paling intens. Kedua tim saling bertukar serangan, dengan Inggris meningkatkan tekanan melalui umpan silang dari sisi sayap. Statistik menunjukkan Three Lions mencatatkan 58 persen penguasaan bola di babak kedua, namun efektivitas finishing tetap menjadi masalah klasik mereka.
Menit ke-78 menjadi momen penentu. Umpan terobosan brilian dari Mbappe menemukan Olivier Giroud yang berdiri di posisi tepat. Striker AC Milan itu mel sundulan terukur yang mengarahkan bola ke pojok kanan gawang Pickford. Gol tersebut menjadi hat-trick Giroud di turnamen ini, sekaligus mengukuhkan statusnya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Prancis dengan 53 gol internasional.
Inggris mencoba merespons dengan memasukkan Raheem Sterling dan Jack Grealish di menit-menit akhir, namun organisasi pertahanan Prancis terlalu solid untuk ditembus. Lloris melakukan penyelamatan gemilang di injury time saat menghadapi tendangan bebas Rashford, memastikan clean sheet di paruh kedua pertandingan.
Analisis Statistik dan Performa Pemain
Secara keseluruhan, Prancis mencatatkan 48 persen penguasaan bola, 6 shots on target dari 12 attempts, dan 4 corner kicks. Inggris tampak lebih dominan dalam hal possession dengan 52 persen, namun hanya menghasilkan 3 shots on target dari 9 attempts. Kartu kuning diberikan kepada Tchouameni dan Varane dari kubu Prancis, sementara Declan Rice dan Jude Bellingham menerima peringatan dari kubu Inggris.
Mbappe kembali menjadi motor serangan utama dengan mencatatkan 4 key passes dan 2 assists sepanjang laga. Pemain berusia 23 tahun itu membuktikan dirinya sebagai aset tak ternilai bagi Deschamps. Di kubu Inggris, Kane tetap menjadi ujung tombak dengan 3 attempts on goal, sementara Bellingham menunjukkan kematangan di usia muda dengan 87 persen akurasi umpan.
VAR menjadi sorotan pada beberapa insiden, termasuk pengecekan potensi penalti untuk Prancis di menit ke-62 saat Saka tampak melakukan handball di kotak penalti. Namun setelah review, wasit mempertahankan keputusan tidak ada pelanggaran.
Reaksi Pelatih dan Implikasinya
Didier Deschamps menekankan pentingnya pengalaman timnya dalam pertandingan besar. Prancis kini melangkah ke semifinal dan akan menghadapi pemenang laga Maroko vs Portugal. Les Bleus mengincar gelar back-to-back setelah memenangkan Piala Dunia 2018 di Rusia.
Bagi Inggris, kekalahan ini mengakhiri perjalanan positif mereka di bawah asuhan Southgate. Pencapaian semifinal di Rusia 2018 dan final Euro 2020 menjadi modal berharga, namun generasi muda Three Lions masih membutuhkan waktu untuk bersaing di level tertinggi. Walker, Kane, dan Bellingham akan menjadi tulang punggung proyek jangka panjang Southgate menuju Euro 2024.
Pertandingan ini juga menjadi bukti bahwa duel klasik Inggris-Prancis selalu menyajikan drama berkualitas tinggi. Dari pertemuan di Euro 2004 hingga laga dini hari tadi, kedua tim terus menyajikan pertarungan taktis yang menarik bagi pencinta sepak bola dunia.
Comments (0)