Pramono Anung Targetkan LRT Kelapa Gading-Manggarai Beroperasi September 2026
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menegaskan komitmennya dalam mengakselerasi konektivitas transportasi publik massal berbasis rel. Gubernur DKI Jaka
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menegaskan komitmennya dalam mengakselerasi konektivitas transportasi publik massal berbasis rel. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menetapkan target operasional proyek Lintas Raya Terpadu (LRT) Jakarta rute Kelapa Gading hingga Manggarai pada September 2026. Kehadiran trase lanjutan ini diharapkan menjadi tulang punggung mobilitas baru yang mengurai kemacetan kronis di koridor timur menuju pusat Jakarta.
Pembangunan LRT Jakarta Fase 1B (Velodrome–Manggarai) ini dinilai sebagai langkah strategis untuk menghubungkan jaringan eksisting di Kelapa Gading secara langsung ke Stasiun Manggarai, yang kini berfungsi sebagai stasiun sentral integrasi antarmoda terbesar di ibu kota.
Kronologi dan Target Tahapan Pembangunan
Proyek perpanjangan jalur rel perkotaan ini dirancang dengan tahapan ketat guna memastikan aspek keselamatan konstruksi dan ketepatan waktu operasional:
- Oktober 2023: Dimulainya peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome–Manggarai sepanjang 6,4 kilometer.
- Akhir 2025: Target penyelesaian seluruh konstruksi struktur layang (viaduct), pemasangan rel, dan penyelesaian fisik lima stasiun baru (Pemuda Rawamangun, Pramuka BPKP, Pasar Pramuka, Matraman, dan Manggarai).
- Pertengahan 2026: Pelaksanaan uji coba terintegrasi sistem persinyalan, kelistrikan, serta uji coba operasional tanpa penumpang (trial run) secara menyeluruh.
- September 2026: Peresmian dan pembukaan operasional komersial penuh rute Pegangsaan Dua (Kelapa Gading) hingga Manggarai untuk melayani masyarakat umum.
"Kami terus mendorong agar pengerjaan infrastruktur ini berjalan tepat waktu dengan kualitas terbaik. LRT Jakarta rute Kelapa Gading sampai Manggarai kami targetkan bisa melayani warga mulai September 2026," tegas Pramono Anung dalam evaluasi kesiapan transportasi massal DKI Jakarta.
Analisis Integrasi dan Dampak Mobilitas Perkotaan
Secara analitis, beroperasinya LRT Jakarta hingga Manggarai akan mengubah pola pergerakan komuter secara signifikan. Selama ini, operasional LRT Jakarta Fase 1 (Pegangsaan Dua–Velodrome) sepanjang 5,8 kilometer dinilai belum optimal menjaring volume penumpang karena belum terhubung langsung dengan simpul transit utama.
Konektivitas langsung ke Manggarai diproyeksikan mampu mendongkrak okupansi harian secara eksponensial. Titik temu di Stasiun Manggarai memungkinkan perpindahan moda tanpa hambatan menuju:
- KRL Commuter Line: Koridor Bogor–Jakarta Kota dan Cikarang–Kampung Bandan.
- Kereta Bandara Soekarno-Hatta: Akses langsung ke bandara internasional dari Jakarta Timur dan Utara.
- TransJakarta: Integrasi dengan halte transit busway koridor 4 di kawasan Matraman dan Pramuka.
Melalui integrasi fisik dan tarif dalam skema JakLingko, waktu tempuh dari kawasan hunian di Kelapa Gading menuju sentral transit Manggarai diperkirakan terpangkas menjadi hanya sekitar 26 menit. Tantangan konstruksi di koridor padat kini terus dimitigasi melalui rekayasa lalu lintas berkala guna memastikan proyek strategis ini memenuhi tenggat waktu September 2026 tanpa menimbulkan disrupsi berkepanjangan pada mobilitas harian warga.
Comments (0)