POLRI — Mabes Polri Terjunkan X-Fire Padamkan Karhutla Gambut Kalteng
Upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan Tengah memasuki babak baru dengan diterjunkannya dukungan teknologi pemadam
Upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan Tengah memasuki babak baru dengan diterjunkannya dukungan teknologi pemadaman modern dari Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri). Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah (Polda Kalteng) secara resmi menerima perkuatan armada dan material pemadam berupa cairan khusus berbasis teknologi X-Fire untuk menundukkan titik api di lahan gambut yang dikenal sangat resisten terhadap metode pemadaman konvensional.
Langkah taktis ini diambil menyusul peningkatan intensitas titik panas (hotspot) di beberapa kabupaten rawan bencana di Kalteng. Kebakaran lahan gambut tidak hanya mengancam ekosistem lokal, tetapi juga berpotensi memicu krisis asap lintas batas yang berdampak buruk pada sektor kesehatan, pendidikan, dan perekonomian kawasan setempat.
Dinamika Karhutla Gambut: Tantangan Spesifik Wilayah Kalteng
Karakteristik lahan gambut di Kalimantan Tengah memiliki tingkat kerentanan ekstrem saat musim kemarau tiba. Berbeda dengan kebakaran vegetasi permukaan, api di lahan gambut bergerak di bawah permukaan tanah (subsurface fire) hingga kedalaman 2 hingga 5 meter. Kondisi tanah yang kaya bahan organik kering membuat bara api tetap menyala meskipun bagian permukaan tampak telah padam.
Menurut analisis kebencanaan daerah, kendala utama tim satgas karhutla di lapangan meliputi terbatasnya pasokan air di sekitar lokasi kebakaran serta sulitnya jangkauan transportasi darat menuju titik api terisolasi. Penggunaan air murni secara berulang sering kali tidak mampu membasahi lapisan gambut dalam secara optimal karena tingginya tegangan permukaan air.
Mekanisme dan Keunggulan Teknologi X-Fire
Penggunaan agen pemadam X-Fire oleh Mabes Polri dan Polda Kalteng menjadi instrumen kunci untuk menembus hambatan kapilaritas gambut. Bahan ini bekerja dengan menurunkan tegangan permukaan air secara signifikan dan membentuk lapisan pembusa (foam barrier) yang mampu meresap jauh ke dalam pori-pori tanah gambut secara cepat.
"Teknologi X-Fire dirancang khusus untuk memutus rantai reaksi kimia pembakaran sekaligus mengisolasi oksigen di kedalaman gambut yang tidak tersentuh penyiraman air biasa. Hal ini mempercepat proses pendinginan hingga 70 persen lebih efisien," ungkap pakar tata kelola lingkungan hidup daerah.
Secara operasional, pemadaman berbasis X-Fire disemprotkan menggunakan armada pemadam darat yang disesuaikan serta helikopter water bombing untuk area yang tidak terjangkau jalur darat. Komposisi ramah lingkungan dari agen kimia ini juga dipastikan aman bagi keanekaragaman hayati dan sumber air warga sekitar.
Analisis Efektivitas dan Perbandingan Metode Pemadaman
Untuk mengukur efektivitas operasional di lapangan, berikut tabel perbandingan antara metode pemadaman konvensional berbasis air murni dengan penanganan menggunakan teknologi X-Fire:
| Parameter Evaluasi | Penyiraman Air Konvensional | Teknologi X-Fire |
|---|---|---|
| Daya Penetrasi Gambut | Dangkal (0,5 - 1 Meter) | Mencapai kedalaman > 3 Meter |
| Penggunaan Volume Air | Tinggi (Butuh Ribuan Liter/Titik) | Hemat hingga 50% Volume Air |
| Risiko Re-Ignition (Api Menyala Kembali) | Sangat Tinggi | Rendah (Mengunci Oksigen) |
| Waktu Pemadaman Efektif | Relatif Lama (Berhari-hari) | Singkat dan Terukur |
Tahapan Strategis Mitigasi Karhutla Polda Kalteng
Guna memaksimalkan efektivitas dukungan Mabes Polri, Polda Kalteng telah menyusun urutan langkah taktis terintegrasi di lapangan:
- Pemetaan Hotspot Real-time: Mengoptimalkan pantauan satelit dan drone pemantau untuk mendeteksi munculnya titik asap secara presisi.
- Mobilisasi Tim Reaksi Cepat (TRC): Menyiagakan personel gabungan Polri, TNI, dan Manggala Agni yang dibekali sarana X-Fire ke zona merah.
- Penyekatan Lahan dan Penetrasi Cairan: Melakukan pembuatan parit isolasi disertai penyemprotan X-Fire ke pusat bara gambut di bawah tanah.
- Penegakan Hukum Tegas: Melakukan penyelidikan ilmiah (scientific crime investigation) terhadap dugaan kesengajaan pembakaran lahan oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Sinergi antara modernisasi teknologi pemadaman dan tindakan korektif penegakan hukum diharapkan menjadi solusi komprehensif dalam menekan laju kebakaran lahan gambut di Kalimantan Tengah secara berkelanjutan pada periode operasional tahun ini.
Comments (0)