Pires Sindir Neville Jelang Battle of the Legends di Jakarta

JAKARTA — Robert Pires tidak bisa menahan senyum saat membicarakan Gary Neville. Jelang laga Battle of the Legends di Jakarta, mantan winger Arsenal itu dengan santai menyebut ketidakhadiran Neville...

Oct 09, 2026 - 18:01
0 0
Pires Sindir Neville Jelang Battle of the Legends di Jakarta

JAKARTA — Robert Pires tidak bisa menahan senyum saat membicarakan Gary Neville. Jelang laga Battle of the Legends di Jakarta, mantan winger Arsenal itu dengan santai menyebut ketidakhadiran Neville sebagai "kabar baik" bagi dirinya. Komentar itu langsung membuka kembali memori tentang salah satu rivalitas paling panas dalam sejarah Premier League: Arsenal versus Manchester United.

Pires, yang identik dengan nomor punggung 7 dan era Invincibles, mengaku masih mengingat detail duel-duel melawan Neville. Bagi generasi penikmat sepak bola awal 2000-an, nama keduanya adalah simbol benturan dua kekuatan besar Inggris. Laga Battle of the Legends sendiri menjadi panggung reuni para legenda, namun justru candaan Pires soal Neville yang mencuri perhatian.

Rivalitas Arsenal vs MU: Ketika Dua Raksasa Bertabrakan

Arsenal dan Manchester United mendominasi Premier League pada era 1998 hingga 2004. Dalam rentang itu, kedua klub bergantian mengangkat trofi. Arsenal mencatat clean sheet legendaris pada musim 2003/04 dengan rekor 26 kemenangan dan 12 hasil imbang tanpa sekali pun kalah. Sementara Manchester United di bawah asuhan Sir Alex Ferguson terus menekan dengan gaya formasi 4-4-2 klasik mereka.

Pires mengingat bagaimana duel di sayap kiri selalu menjadi titik panas. Ia kerap berhadapan langsung dengan Neville, yang dikenal disiplin dalam bertahan. "Menit ke-20, saya biasanya sudah mulai mencari celah di sisi kanan pertahanan mereka," kenang Pires dalam sesi jumpa pers. "Neville selalu ada di sana. Kadang ia memenangkan duel, kadang saya melewatinya."

"Rivalitas itu bukan kebencian, tapi rasa hormat. Kami saling mendorong untuk menjadi lebih baik." — Robert Pires

Statistik Duel Legendaris: Pires vs Neville

Data Premier League mencatat Pires tampil 189 kali untuk Arsenal dengan sumbangan 62 gol dan 41 assist. Ia menjadi bagian dari skuad yang mencetak 73 gol pada musim 2003/04 dan mencatat penguasaan bola rata-rata 58 persen per pertandingan. Sementara Neville, yang setia bersama Manchester United, mencatat lebih dari 400 penampilan liga dan menjadi bagian dari 8 gelar Premier League.

Dalam pertemuan langsung, kedua tim sering terlibat tensi tinggi. Ada laga yang diwarnai kartu kuning, protes keras, hingga insiden VAR yang belum ada saat itu. Pires dan Neville beberapa kali terlibat adu mulut di lapangan. Namun, di luar lapangan, keduanya mengakui bahwa rivalitas itu membentuk karakter mereka.

"Gary adalah bek yang cerdas. Ia tahu kapan harus menekan dan kapan harus bertahan," tambah Pires. "Kalau ia tidak ada, mungkin saya bisa lebih leluasa. Tapi jujur, saya lebih suka melawannya karena itu tantangan sesungguhnya."

Battle of the Legends: Reuni Penuh Nostalgia

Pertandingan Battle of the Legends di Jakarta menjadi ajang berkumpulnya kembali para bintang masa lalu. Meski bukan laga kompetitif, atmosfernya tetap dinanti. Pires diperkirakan akan mengenakan seragam Arsenal dan menghadapi mantan pemain Manchester United lainnya. Starting XI kedua tim akan diumumkan beberapa jam sebelum kick-off.

Bagi penggemar sepak bola Indonesia, kehadiran Pires dan legenda lain menjadi kesempatan langka menyaksikan langsung aksi pemain yang pernah mencatat hat-trick dan assist dalam laga-laga besar. Pires sendiri mengaku senang bisa kembali merasakan atmosfer pertandingan, terutama di negara dengan basis penggemar Premier League yang besar.

"Saya tahu Indonesia punya banyak penggemar Arsenal dan Manchester United. Rivalitas itu hidup di sini juga," ujarnya. "Kami akan bermain untuk menghibur, tapi tetap dengan semangat kompetitif."

Warisan Rivalitas yang Tak Lekang Waktu

Meski era keemasan Arsenal dan Manchester United telah berganti dengan dominasi klub lain, rivalitas keduanya tetap menjadi referensi. Pires dan Neville adalah wajah dari babak itu. Ketidakhadiran Neville di Jakarta memang membuat Pires bercanda, namun ia tetap menghormati sosok bek yang pernah menjadi lawan terberatnya.

Pertandingan Battle of the Legends bukan sekadar eksibisi. Ia adalah pengingat bahwa sepak bola pernah menghadirkan duel-duel penuh intensitas, di mana shots on target, pelanggaran, dan offside menjadi bagian dari narasi besar. Pires, dengan senyum khasnya, menutup sesi jumpa pers dengan pesan sederhana: "Sepak bola berubah, tapi rasa hormat pada rival tidak pernah hilang."

Laga di Jakarta nanti akan menjadi panggung nostalgia. Dan bagi Robert Pires, mengenang Neville adalah cara mengenang masa-masa terbaik dalam kariernya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
vina-melati

Data Journalist Hukum. Visualisasi data kejahatan dan analisis tren kriminal.

Comments (0)

User