Pilpres FIFA 2027: Lima Negara Tarik Dukungan untuk Infantino

Peta kekuatan politik sepak bola dunia berubah drastis. Lima negara dilaporkan menarik dukungan mereka terhadap Gianni Infantino jelang pemilihan Presiden FIFA periode 2027-2031, membuat sang petahana...

Pilpres FIFA 2027: Lima Negara Tarik Dukungan untuk Infantino

Peta kekuatan politik sepak bola dunia berubah drastis. Lima negara dilaporkan menarik dukungan mereka terhadap Gianni Infantino jelang pemilihan Presiden FIFA periode 2027-2031, membuat sang petahana untuk pertama kalinya menghadapi tekanan serius sejak naik ke kursi tertinggi federasi pada Februari 2016. Ibarat laga yang berbalik arah di babak kedua, dominasi yang selama ini nyaris tanpa perlawanan mulai menunjukkan celah.

Catatan kongres menunjukkan betapa kokohnya posisi Infantino selama ini. Pada pemilihan 2016, ia menang di putaran kedua dengan 115 suara dari 207 anggota yang hadir. Tahun 2019 ia terpilih kembali tanpa lawan, dan skenario serupa terulang di Kongres Kigali 2023. Namun angka-angka itu kini kehilangan daya gedor — mundurnya lima negara dari barisan pendukung menjadi sinyal bahwa 211 asosiasi anggota FIFA tidak lagi bergerak satu suara.

Babak Pertama: Dominasi yang Nyaris Sempurna

Rekam jejak Infantino memang sulit dibantah di atas kertas. Di bawah komandonya, Piala Dunia 2026 akan digelar di tiga negara — Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko — dengan format baru 48 tim dan 104 pertandingan, lonjakan masif dari 64 laga di edisi sebelumnya. Pendapatan FIFA ikut melesat; siklus 2019-2022 menghasilkan sekitar 7,6 miliar dolar AS, angka tertinggi dalam sejarah federasi.

Namun statistik finansial tidak otomatis berarti dukungan politik. Sejumlah federasi menilai gaya kepemimpinan Infantino terlalu sentralistik, dengan keputusan besar diambil tanpa konsultasi memadai. Wacana Piala Dunia dua tahunan yang mengemuka pada 2021 memicu perlawanan keras dari UEFA dan CONMEBOL, sementara perluasan Piala Dunia Antarklub menjadi 32 tim mulai 2025 dikritik karena menambah beban kalender pemain yang sudah padat.

Gol Balasan: Lima Negara Ubah Arah Permainan

Ditariknya dukungan lima negara ini bukan sekadar catatan pinggir lapangan. Dalam sistem satu anggota satu suara, setiap federasi — sekecil apa pun — memiliki bobot identik di bilik suara. Perpindahan lima suara bisa menjadi awal efek domino, terutama jika blok besar seperti UEFA dengan 55 anggota atau CAF dengan 54 anggota ikut bergeser dari formasi pendukung petahana.

Seorang pejabat federasi yang enggan disebutkan namanya menggambarkan situasi terkini dengan nada waspada: "Ini bukan lagi soal satu atau dua suara. Ini soal kepercayaan yang perlahan habis, dan semua orang di koridor kongres bisa merasakannya."

Perdebatan soal masa jabatan turut memanaskan situasi. Statuta FIFA membatasi presiden maksimal tiga periode, tetapi interpretasi terhadap periode pertama Infantino — yang dimulai pada 2016 untuk melanjutkan sisa masa jabatan Sepp Blatter — masih diperdebatkan. Sebagian anggota menilai pencalonan 2027 sah secara regulasi, sementara kubu lain menyebutnya bertentangan dengan semangat pembatasan kekuasaan.

Statistik Kunci Menuju Kongres 2027

Lima angka menentukan jalannya pertarungan ini: 211 asosiasi anggota pemilik hak suara, 115 suara yang mengantar kemenangan putaran kedua pada 2016, dua kali terpilih tanpa lawan pada 2019 dan 2023, lima negara yang kini menarik dukungan, serta tahun 2027 sebagai panggung penentuan. Mayoritas sederhana akan menjadi penentu skor akhir, dan margin yang dulu lebar kini berpotensi menipis drastis.

Dinamika konfederasi juga layak dicermati. Eropa dan Amerika Selatan pernah bersatu menolak agenda kalender Infantino, dan jika kedua blok itu kembali seirama, kekuatan gabungan mereka bisa mengubah konstelasi suara secara signifikan. Sebaliknya, dukungan dari Afrika dan Asia yang selama ini menjadi basis utama petahana akan diuji konsistensinya dalam dua tahun ke depan.

Skenario Babak Kedua

Belum ada penantang resmi yang mendeklarasikan diri, tetapi ruang kosong itu tidak akan bertahan lama. Nama-nama dari Eropa dan Amerika Selatan mulai beredar di balik layar, menunggu momentum tepat untuk masuk arena. Jika gelombang penarikan dukungan berlanjut, kongres 2027 berpeluang menjadi pemilihan paling kompetitif sejak era 2016.

Bagi Infantino, ini adalah ujian sesungguhnya: mempertahankan clean sheet politik yang ia nikmati hampir satu dekade, atau menyaksikan gawangnya kebobolan untuk pertama kali. Satu hal pasti — peluit akhir belum ditiup, dan pertandingan ini baru saja memasuki menit-menit paling menarik.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bayu-aji

Investigative Reporter. Spesialisasi: korupsi, pencucian uang, dan kejahatan korporasi.

Comments (0)

User