Peternak Ayam Petelur Mengadu ke DPR soal Harga Telur Anjlok

Ratusan peternak ayam petelur dari berbagai daerah mendatangi gedung DPR RI untuk menyampaikan keluhan langsung kepada para wakil rakyat. Dalam aksi terseb

Oct 08, 2026 - 06:32
0 0
Peternak Ayam Petelur Mengadu ke DPR soal Harga Telur Anjlok

Ratusan peternak ayam petelur dari berbagai daerah mendatangi gedung DPR RI untuk menyampaikan keluhan langsung kepada para wakil rakyat. Dalam aksi tersebut, para peternak menyoroti merosotnya harga telur di tingkat petani yang berbanding terbalik dengan tingginya biaya produksi, sehingga mereka terpaksa menjalani kehidupan yang kian sulit.

Kedatangan mereka ke Senayan bukan tanpa alasan. Selama beberapa bulan terakhir, harga telur ayam ras di banyak sentra peternakan justru terus tertekan sementara harga pakan — komponen terbesar dalam biaya operasional — bertahan di level tinggi. Kondisi inilah yang membuat margin peternak menyempit, bahkan sebagian di antaranya mengaku harus menanggung kerugian di setiap siklus produksi.

Keluhan Peternak di Depan Pintu Parlemen

Dalam orasinya, perwakilan peternak menyebutkan bahwa bisnis petelur kini tidak lagi menguntungkan. Harga jual telur di tingkat peternak turun tajam, sementara biaya pakan, vitamin, hingga energi listrik untuk kipas dan pendingin kandang tetap tinggi. Akibatnya, banyak peternak kecil yang terpaksa menyusutkan populasi ayam bahkan menutup usaha secara bertahap.

"Kami tidak minta kemewahan. Kami hanya minta harga yang wajar supaya kami bisa hidup dan terus memproduksi telur untuk masyarakat," ujar salah satu perwakilan peternak yang berorasi di depan gerbang DPR.

Para pengunjuk rasa juga menyinggung soal ketidakseimbangan rantai distribusi. Telur dijual murah dari peternak, namun saat sampai ke konsumen akhir harganya kembali naik. Selisih harga di tengah rantai itulah yang diduga membuat peternak kecil selalu berada di posisi paling lemah.

Tuntutan yang Dibawa ke DPR

Aksi ini membawa sejumlah tuntutan yang dirangkum dalam poin-poin berikut:

  • Stabilisasi harga telur agar tidak lagi berfluktuasi ekstrem dan merugikan peternak.
  • Pengawasan rantai distribusi agar mata rantai tengah tidak memberatkan harga beli di tingkat peternak.
  • Kemudahan akses pakan, termasuk bantuan subsidi atau pasokan pakan murah bagi peternak skala kecil.
  • Pendampingan usaha berupa pelatihan, akses perbankan, dan program asuransi ternak.
  • Kebijakan impor yang terkendali agar pasokan dan harga di pasar domestik tetap seimbang.

Menanggapi hal itu, sejumlah anggota DPR yang menemui massa menyatakan akan menindaklanjuti aspirasi peternak melalui rapat kerja dengan kementerian terkait. Mereka mengakui bahwa sektor peternakan merupakan penopang ketahanan pangan nasional, sehingga persoalan harga ini tidak bisa dibiarkan berlarut.

Sektor Peternakan di Ujung Tanduk

Industri telur ayam memegang peran strategis dalam memenuhi kebutuhan protein masyarakat Indonesia. Namun ketika peternak terus mengalami tekanan, dampaknya bisa berujung pada berkurangnya pasokan dan kenaikan harga di masa mendatang. Ironisnya, kerugian yang dialami peternak justru belum tentu berujung pada harga telur yang lebih murah bagi konsumen.

Pengamat ekonomi pangan menilai pemerintah perlu hadir tidak hanya sebagai regulator, tetapi juga sebagai penjamin kepastian usaha bagi peternak. Tanpa intervensi kebijakan yang tepat, eksodus peternak kecil dikhawatirkan akan memperbesar konsentrasi pasar di tangan segelintir perusahaan besar.

Aksi peternak ini sendiri berlangsung secara damai. Massa membawa spanduk dan membawa keranjang berisi telur sebagai simbol keluhan mereka. Setelah menyampaikan tuntutan, mereka membubarkan diri dengan pengawalan aparat sambil menunggu tindak lanjut dari parlemen.

"Kalau peternaknya habis, siapa yang akan menyuplai telur murah untuk rakyat? Kami minta DPR benar-benar memperhatikan nasib kami," tegas koordinator aksi sebelum meninggalkan kawasan gedung DPR.

Kasus ini mengingatkan bahwa ketahanan pangan tidak hanya soal jumlah produksi, tetapi juga soal kesejahteraan orang-orang yang berada di garis terdepan produksi. Selama tekanan biaya dan fluktuasi harga belum terselesaikan, keluhan peternak ayam petelur diperkirakan akan terus bergema.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
vina-melati

Data Journalist Hukum. Visualisasi data kejahatan dan analisis tren kriminal.

Comments (0)

User