Persija Kalahkan Arema di Perebutan Peringkat Ketiga Piala Presiden 2026

Skor akhir 3-1! Persija Jakarta sukses mengamankan posisi ketiga Piala Presiden 2026 setelah mengalahkan Arema FC dalam laga yang berlangsung sengit di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Rab...

Aug 07, 2026 - 02:26
0 0
Persija Kalahkan Arema di Perebutan Peringkat Ketiga Piala Presiden 2026

Skor akhir 3-1! Persija Jakarta sukses mengamankan posisi ketiga Piala Presiden 2026 setelah mengalahkan Arema FC dalam laga yang berlangsung sengit di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Rabu malam. Pertandingan yang dimulai pukul 20.00 WITA ini menyajikan drama lima gol, dua kartu kuning, dan satu keputusan VAR yang sempat mengubah jalannya laga. Persija tampil dominan dengan penguasaan bola mencapai 58%, sementara Arema harus puas dengan 42% penguasaan bola. Dari segi shots on target, Macan Kemayoran melepaskan 7 tembakan akurat dari total 14 percobaan, sedangkan Singo Edan hanya mencatatkan 4 shots on target dari 9 tendangan ke arah gawang.

Babak Pertama: Persija Unggul Cepat Lewat Skema Serangan Balik

Sejak menit awal, pelatih Persija, Thomas Doll, menerapkan formasi 4-3-3 dengan trio lini depan yang agresif. Arema FC di bawah arahan pelatih anyar mereka, mengandalkan formasi 4-2-3-1 dengan fokus pada transisi cepat. Menit ke-12, Persija membuka keunggulan melalui aksi individual Riko Simanjuntak di sisi kanan. Mendapat umpan terobosan dari Andritany Ardhiyasa, Riko melewati dua bek Arema sebelum melepaskan tendangan keras ke pojok kiri gawang yang tak mampu dijangkau kiper Arema, Teguh Amiruddin. Gol ini lahir dari serangan balik cepat setelah Arema kehilangan bola di lini tengah.

Arema mencoba merespons dengan meningkatkan intensitas serangan. Menit ke-28, mereka hampir menyamakan kedudukan lewat sundulan Dedik Setiawan yang memanfaatkan umpan silang dari sayap kiri. Namun, kiper Persija, Andritany, melakukan penyelamatan gemilang dengan menepis bola ke tiang gawang. Dua menit kemudian, giliran Persija yang mengancam melalui tendangan bebas dari Hanif Sjahbandi. Bola melambung tipis di atas mistar gawang Arema. Pada menit ke-38, Persija menggandakan keunggulan melalui skema sepak pojok. Umpan dari Riko disambut dengan tandukan keras oleh bek tengah, Ondrej Kudela, yang berhasil memanfaatkan kelengahan lini belakang Arema. Skor 2-0 bertahan hingga turun minum.

"Kami bermain dengan disiplin tinggi di babak pertama. Serangan balik kami berjalan efektif dan kami mampu memanfaatkan peluang dengan baik," ujar Thomas Doll dalam konferensi pers setelah pertandingan.

Babak Kedua: Drama VAR dan Perlawanan Arema yang Tak Cukup

Memasuki babak kedua, Arema FC melakukan dua pergantian pemain untuk menambah daya serang. Mereka menarik keluar gelandang bertahan dan memasukkan striker murni untuk mengubah formasi menjadi 4-4-2. Hasilnya, pada menit ke-55, Arema memperkecil ketertinggalan melalui gol bunuh diri bek Persija, Muhammad Ferarri. Berawal dari sepak pojok, Ferarri mencoba menghalau bola namun malah mengarahkannya ke gawang sendiri. Gol ini sempat diperiksa VAR karena dugaan pelanggaran terhadap kiper Andritany, namun wasit memutuskan gol sah setelah meninjau tayangan ulang selama dua menit.

Setelah gol tersebut, pertandingan semakin terbuka. Arema meningkatkan tekanan dan menciptakan beberapa peluang berbahaya. Menit ke-63, Dedik Setiawan kembali mengancam lewat tendangan jarak jauh yang masih bisa ditepis oleh Andritany. Namun, pada menit ke-71, Persija kembali memperlebar jarak melalui gol ketiga mereka. Gol bermula dari assist cantik Gustavo Almeida yang melepaskan umpang terobosan kepada Riko Simanjuntak di sisi kanan. Riko yang sudah berada di dalam kotak penalti, melepaskan tendangan mendatar yang tak mampu dihalau kiper Arema. Ini merupakan gol kedua Riko pada pertandingan tersebut, sekaligus mencatatkan namanya sebagai man of the match dengan dua gol dan satu assist.

Setelah gol ketiga, Arema mencoba bangkit namun sering terjebak offside. Total, Arema tercatat melakukan 4 kali offside sepanjang laga, sementara Persija hanya 1 kali. Menit ke-85, Arema mendapat peluang emas melalui titik penalti setelah handball yang dilakukan oleh bek Persija, Rizky Ridho. Namun, eksekusi penalti dari Dedik Setiawan berhasil ditebak oleh Andritany yang melakukan penyelamatan dengan baik. Hingga peluit panjang berbunyi, skor akhir tetap 3-1 untuk kemenangan Persija.

Statistik Kunci dan Catatan Penting

Sepanjang pertandingan, Persija menunjukkan efektivitas yang tinggi dalam penyelesaian akhir. Mereka mencatatkan 58% penguasaan bola, 14 percobaan tendangan dengan 7 di antaranya tepat sasaran, dan 8 peluang emas yang tercipta. Arema, meskipun kalah, tetap menunjukkan semangat juang dengan 42% penguasaan bola, 9 percobaan tendangan dengan 4 shots on target, dan 5 peluang emas. Kartu kuning diberikan kepada dua pemain Arema (Johan Alfarizi dan Syaiful Indra) dan satu pemain Persija (Riko Simanjuntak) karena pelanggaran keras di tengah lapangan.

Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Persija menjelang kompetisi Liga 1 yang akan dimulai bulan depan. Sementara itu, Arema harus segera berbenah, terutama dalam hal penyelesaian akhir dan koordinasi lini belakang yang kerap kehilangan fokus pada momen-momen krusial. Dengan hasil ini, Persija berhak membawa pulang trofi peringkat ketiga dan hadiah uang tunai sebesar 500 juta rupiah, sementara Arema harus puas dengan posisi keempat. Pertandingan ini sekaligus menjadi ajang pemanasan yang menarik bagi kedua tim untuk menghadapi musim kompetisi yang sesungguhnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User