Persija Hajar Arema 3-1, Kunci Posisi Ketiga Piala Presiden

Skor akhir 3-1! Persija Jakarta memastikan diri merebut peringkat ketiga Piala Presiden 2026 setelah menundukkan Arema FC dalam laga yang berlangsung sengit di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta...

Aug 07, 2026 - 10:52
0 0
Persija Hajar Arema 3-1, Kunci Posisi Ketiga Piala Presiden

Skor akhir 3-1! Persija Jakarta memastikan diri merebut peringkat ketiga Piala Presiden 2026 setelah menundukkan Arema FC dalam laga yang berlangsung sengit di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu malam. Gol-gol kemenangan Macan Kemayoran dicetak oleh Riko Simanjuntak pada menit ke-12, Gustavo Almeida menit ke-58, dan Hanif Abdurrahman menit ke-77. Sementara satu-satunya gol balasan Arema FC datang dari Dedik Setiawan pada menit ke-35 melalui titik penalti.

Sejak peluit awal dibunyikan, Persija langsung menunjukkan agresivitasnya dengan formasi 4-3-3 yang menekan tinggi. Pelatih Carlos Pena menurunkan starting XI terbaiknya, dengan trio lini depan Riko Simanjuntak, Gustavo Almeida, dan Witan Sulaeman yang terus merepotkan lini belakang Arema yang memakai formasi 4-4-2. Penguasaan bola di babak pertama tercatat 58% untuk Persija, sementara Arema hanya 42% namun tetap berbahaya lewat serangan balik cepat.

Babak Pertama: Dominasi Persija dan Penalti Kontroversial

Menit ke-12, gol pembuka tercipta melalui skema serangan sayap kiri. Witan Sulaeman melepaskan umpan silang terukur yang disambut sundulan keras Riko Simanjuntak di tiang jauh. Kiper Arema, Teguh Amiruddin, hanya bisa mematung melihat bola masuk ke gawangnya. Gol ini menjadi pembuktian kualitas permainan menyerang Persija yang sejak awal mendominasi jalannya pertandingan.

Namun, Arema FC tidak tinggal diam. Pada menit ke-35, wasit menunjuk titik putih setelah bek Persija, Rizky Ridho, dianggap melanggar pemain Arema di dalam kotak penalti. Keputusan ini sempat memicu protes keras dari kapten Persija, Andritany Ardhiyasa, yang menilai kontak tersebut tidak cukup kuat. VAR tidak digunakan dalam laga ini, sehingga keputusan wasit tetap berlaku. Dedik Setiawan yang maju sebagai eksekutor berhasil menaklukkan Andritany dengan tendangan ke arah kiri gawang, sementara kiper Persija melompat ke arah sebaliknya.

Setelah gol penyeimbang tersebut, ritme permainan sedikit menurun. Kedua tim lebih banyak bertarung di lini tengah. Persija tetap menguasai bola, tetapi penyelesaian akhir masih kurang efektif. Hingga turun minum, skor tetap 1-1. Statistik shots on target babak pertama menunjukkan Persija unggul 4 berbanding 2 untuk Arema, namun efektivitas penyelesaian akhir Arema lebih baik.

Babak Kedua: Perubahan Taktik dan Dominasi Total

Memasuki babak kedua, Carlos Pena melakukan perubahan taktik dengan menarik mundur Witan Sulaeman dan memasukkan Muhammad Ferrari sebagai gelandang bertahan tambahan. Perubahan ini membuat Persija lebih solid di lini tengah dan mampu memutus aliran bola ke lini depan Arema. Hasilnya langsung terlihat pada menit ke-58 ketika Gustavo Almeida melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang melengkung indah ke sudut kanan atas gawang Arema. Gol ini menjadi gol ke-5 Gustavo di turnamen ini, menjadikannya kandidat kuat top skorer.

Arema FC mencoba merespons dengan memasukkan dua pemain fresh, yakni Andik Vermansyah dan Ahmad Bustomi, untuk menambah daya serang. Namun, justru Persija yang kembali mencetak gol pada menit ke-77. Berawal dari sepak pojok yang dieksekusi Riko Simanjuntak, Hanif Abdurrahman yang naik membantu serangan berhasil menyundul bola ke tiang jauh. Kiper Arema yang sudah salah langkah tidak mampu menjangkau bola. Gol ini memastikan kemenangan Persija dan membuat Arema kehilangan kepercayaan diri.

Sepanjang babak kedua, Persija tercatat melepaskan 9 tembakan dengan 5 di antaranya mengarah ke gawang (shots on target), sementara Arema hanya mampu melepaskan 3 tembakan dengan 1 yang tepat sasaran. Penguasaan bola di babak kedua semakin timpang, mencapai 64% untuk Persija. Total peluang emas yang diciptakan Persija mencapai 6 peluang, sementara Arema hanya 2 peluang. Kartu kuning juga menghiasi laga ini, dengan tiga pemain Arema (Syaiful Indra, Junda Irawan, dan Dedik Setiawan) menerima kartu kuning, sementara Persija hanya satu melalui Rizky Ridho.

"Saya sangat bangga dengan perjuangan para pemain. Mereka menunjukkan karakter yang luar biasa setelah kalah di semifinal. Kami fokus untuk memenangkan laga ini dan kami berhasil. Sekarang kami akan mempersiapkan diri untuk kompetisi Liga 1," ujar Carlos Pena dalam konferensi pers usai pertandingan.

Analisis Taktik dan Dampak Klasemen

Kemenangan ini membawa Persija mengoleksi 12 poin dari 5 pertandingan, unggul satu poin atas Arema FC yang berada di peringkat keempat. Secara keseluruhan turnamen, Persija mencatatkan 11 gol dan kemasukan 6 gol, dengan selisih gol +5. Arema FC mencetak 9 gol dan kemasukan 8 gol, dengan selisih +1. Data menunjukkan bahwa Persija unggul dalam hal efektivitas serangan, terutama di babak kedua ketika mereka mampu mencetak dua gol tambahan.

Performa Riko Simanjuntak layak menjadi sorotan. Pemain sayap berusia 31 tahun itu tidak hanya mencetak satu gol, tetapi juga mencatatkan dua assist sepanjang turnamen, termasuk assist untuk gol Gustavo dan Hanif. Dengan kecepatan dan dribbling-nya, Riko menjadi momok bagi pertahanan Arema yang kesulitan menghentikan pergerakannya di sisi sayap. Sementara itu, Gustavo Almeida yang kini mengoleksi 5 gol memimpin daftar top skorer sementara, unggul satu gol dari striker Bali United, Ilija Spasojevic.

Bagi Arema FC, kekalahan ini menjadi pelajaran berharga. Pelatih Arema, Widodo C. Putro, mengakui bahwa timnya kalah dalam hal transisi bertahan. "Kami terlalu mudah kehilangan bola di lini tengah dan tidak mampu menutup ruang tembak pemain Persija. Ini yang harus kami perbaiki sebelum Liga 1 bergulir," kata Widodo dalam kesempatan yang sama. Arema juga mencatatkan pelanggaran lebih banyak, yaitu 18 pelanggaran berbanding 11 untuk Persija, yang menunjukkan frustrasi mereka dalam menghentikan permainan cepat lawan.

Dengan hasil ini, Persija Jakarta menutup Piala Presiden 2026 dengan catatan positif, hanya kalah dari juara dan runner-up yang akan ditentukan pada laga final besok. Dukungan suporter Jakmania yang memadati stadion juga menjadi energi tambahan bagi skuad Macan Kemayoran. Kini perhatian Persija akan beralih ke persiapan Liga 1 yang dimulai dua minggu lagi, dengan modal kepercayaan diri tinggi setelah mengalahkan tim kuat seperti Arema FC di laga resmi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fajar-ramadhan

Editor Hukum. Alumni FH UI. Meliput pengadilan, MA, dan judicial review.

Comments (0)

User