Persib Juara Piala Presiden Usai Bungkam Persebaya Lewat Drama
Skor akhir 2-1 untuk kemenangan Persib Bandung atas Persebaya Surabaya di final Piala Presiden 2026. Laga yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Sabtu malam itu berjalan se...
Skor akhir 2-1 untuk kemenangan Persib Bandung atas Persebaya Surabaya di final Piala Presiden 2026. Laga yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Sabtu malam itu berjalan sengit sejak menit pertama. Persib tampil dengan formasi 4-3-3, sementara Persebaya memilih 4-2-3-1 yang lebih defensif. Penguasaan bola akhir pertandingan menunjukkan angka 58% untuk Persib, namun Persebaya lebih efisien dengan mencatatkan 5 shots on target berbanding 7 milik tuan rumah.
Babak Pertama: Kejutan Cepat Persebaya dan Respons Persib
Menit ke-7, Persebaya langsung memberikan kejutan. Umpan terobosan dari gelandang serang mereka, Rizky Ridho, membelah pertahanan Persib. Striker asing asal Brasil, Bruno Moreira, yang lolos dari jebakan offside, melepaskan tendangan keras ke sudut kiri gawang. Kiper Persib, Teja Paku Alam, hanya bisa menebak bola melesat masuk. Skor berubah 0-1 dan suporter Persebaya di tribun langsung bergemuruh. Persib tidak tinggal diam. Pelatih Bojan Hodak memberikan instruksi agar lini tengah lebih agresif menekan. Hasilnya, menit ke-23, David da Silva melepaskan tendangan voli dari luar kotak penalti setelah menerima assist dari Beckham Putra. Bola meluncur deras ke tiang jauh dan gol penyama kedudukan pun tercipta. Skor menjadi 1-1. Sejak saat itu, Persib mendominasi penguasaan bola hingga mencapai 61% di babak pertama, tetapi Persebaya bertahan disiplin dengan formasi rendah. Beberapa peluang emas sempat tercipta melalui sundulan Nick Kuipers pada menit ke-38, namun masih melebar tipis dari tiang gawang. Kartu kuning pertama dikeluarkan wasit pada menit ke-41 untuk gelandang Persebaya, Andre Oktaviansyah, akibat pelanggaran keras terhadap Ciro Alves.
Babak Kedua: Taktik Jitu Hodak dan Gol Penentu
Memasuki babak kedua, Persib meningkatkan intensitas serangan. Bojan Hodak melakukan perubahan taktik dengan menarik satu gelandang bertahan dan memasukkan penyerang tambahan, Ezra Walian, pada menit ke-55. Formasi berubah menjadi 4-2-4 yang lebih ofensif. Persebaya yang dipimpin pelatih Paul Munster mencoba bertahan dengan mengandalkan serangan balik cepat. Namun, tekanan demi tekanan dari Persib akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-67. Berawal dari sepak pojok yang dieksekusi oleh Febri Hariyadi, bola jatuh di kaki Rachmat Irianto di kotak penalti. Tendangan first-time-nya sempat mengenai bek Persebaya dan memantul ke arah David da Silva yang berdiri bebas di tiang dekat. Dengan tenang, striker asal Brasil itu menceploskan bola ke gawang yang sudah kosong. Skor berubah menjadi 2-1 untuk keunggulan Persib. Gol ini memicu euforia besar di kubu Persib. Persebaya mencoba bangkit dengan memasukkan pemain sayap cepat, M. Syaifudin, pada menit ke-72. Mereka beberapa kali mengancam melalui skema umpan silang, tetapi lini belakang Persib yang dikawal Nick Kuipers dan Victor Igbonefo tampil solid. Menit ke-85, terjadi insiden kontroversial ketika wasit menggunakan VAR untuk mengecek potensi handball di kotak penalti Persib. Setelah meninjau tayangan ulang, wasit memutuskan tidak ada pelanggaran dan pertandingan dilanjutkan. Hingga peluit panjang berbunyi, skor 2-1 bertahan untuk kemenangan Persib Bandung.
Statistik Kunci dan Performa Pemain Bintang
Data akhir pertandingan menunjukkan Persib melepaskan total 14 tendangan dengan 7 tepat sasaran, sementara Persebaya hanya 8 tendangan dan 5 tepat sasaran. Penguasaan bola final tercatat 58% untuk Persib dan 42% untuk Persebaya. Dari segi umpan sukses, Persib mencatatkan 412 umpan akurat dari 489 percobaan, sedangkan Persebaya hanya 289 dari 367. David da Silva menjadi bintang dengan dua golnya, sekaligus mengamankan gelar top scorer turnamen dengan total 6 gol. Di sisi lain, kiper Persebaya, Ernando Ari, melakukan 4 penyelamatan gemilang, termasuk menepis tendangan jarak dekat Ezra Walian pada menit ke-78. Pelatih Persib, Bojan Hodak, dalam konferensi pers usai laga mengungkapkan, "Kami tahu Persebaya akan bertahan, jadi kami siapkan plan B dengan menambah daya gedor. David menunjukkan kelasnya sebagai striker haus gol. Ini kemenangan tim, bukan individu." Sementara itu, Paul Munster menyesali kebobolan dari situasi bola mati. "Kami kecolongan dari sepak pojok. Itu kesalahan fatal. Namun, saya bangga dengan perjuangan pemain hingga akhir," ujarnya singkat. Dengan hasil ini, Persib Bandung berhak membawa pulang trofi Piala Presiden 2026 dan hadiah uang tunai sebesar 2 miliar rupiah. Clean sheet tidak tercapai bagi kedua tim, tetapi drama dan kualitas permainan yang ditampilkan layak menjadi tontonan kelas final. Suporter Persib yang memadati stadion larut dalam selebrasi, sementara pemain Persebaya terlihat kecewa namun tetap memberikan aplaus kepada lawan. Turnamen ini menjadi pemanasan ideal sebelum kompetisi liga dimulai.
Comments (0)