Persib Juara Piala Presiden 2026 Usai Bungkam Persebaya 3-1
Skor akhir 3-1! Persib Bandung menaklukkan Persebaya Surabaya di final Piala Presiden 2026 yang berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Minggu malam. Laga yang berjalan sengit seja...
Skor akhir 3-1! Persib Bandung menaklukkan Persebaya Surabaya di final Piala Presiden 2026 yang berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Minggu malam. Laga yang berjalan sengit sejak menit pertama ini menyajikan drama gol, kartu merah, dan keputusan VAR yang mengubah jalannya pertandingan. Dengan kemenangan ini, Persib mengamankan trofi ketiga mereka di ajang pramusim bergengsi ini, sekaligus membalas kekalahan di final edisi 2022.
Babak Pertama: Dominasi Penguasaan Bola Persib dan Gol Cepat di Menit Ke-12
Sejak kick-off, Persib langsung mengambil inisiatif serangan dengan formasi 4-3-3 yang agresif. Pelatih Bojan Hodak memasang starting XI terbaiknya, dengan David da Silva sebagai ujung tombak didukung Ciro Alves dan Febri Hariyadi di sayap. Sementara itu, Persebaya di bawah asuhan Paul Munster tampil dengan formasi 5-4-1 yang lebih bertahan, mengandalkan serangan balik cepat melalui sayap kiri mereka.
Menit ke-12, gol pembuka tercipta! Berawal dari umpan terobosan akurat Beckham Putra Nugraha di lini tengah, David da Silva yang lolos dari jebakan offside berhasil menaklukkan kiper Persebaya, Ernando Ari, dengan tendangan first-time ke pojok kanan gawang. Gol ini membuat Persib unggul 1-0 dan langsung mengubah ritme pertandingan. Data penguasaan bola pada 30 menit pertama menunjukkan Persib mendominasi dengan 62%, sementara Persebaya hanya 38% namun mencoba mengancam lewat skema serangan balik.
Persebaya bukannya tanpa peluang. Menit ke-28, striker mereka, Bruno Moreira, melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang masih bisa ditepis oleh kiper Persib, Kevin Ray Mendoza. Namun, tekanan Persib terus berlanjut. Menit ke-35, sundulan Nick Kuipers dari sepak pojok masih melambung tipis di atas mistar gawang. Babak pertama ditutup dengan skor 1-0 untuk keunggulan Persib, dengan catatan shots on target 4-2 untuk keunggulan tim Maung Bandung.
Babak Kedua: Drama Kartu Merah, VAR, dan Penalti Kontroversial
Memasuki babak kedua, Persebaya mencoba keluar dari tekanan dengan mengganti dua pemain sekaligus. Mereka mengubah formasi menjadi 4-3-3 untuk mengejar ketertinggalan. Hasilnya, menit ke-52, Persebaya berhasil menyamakan kedudukan! Gol bermula dari kesalahan umpan bek Persib, Rachmat Irianto, yang direbut oleh gelandang Persebaya, Andre Oktaviansyah. Bola kemudian diumpan ke kotak penalti dan diselesaikan oleh Flavio Silva dengan tendangan voli yang tak mampu dihalau Mendoza. Skor menjadi 1-1 dan stadion bergemuruh.
Namun, tiga menit berselang, laga berubah dramatis. Menit ke-55, terjadi insiden di kotak penalti Persebaya ketika bek mereka, Kadek Raditya, dianggap menjatuhkan Febri Hariyadi oleh wasit. Keputusan wasit awalnya hanya memberi tendangan bebas, tetapi setelah meninjau VAR selama dua menit, wasit mengubah keputusannya menjadi penalti dan sekaligus memberikan kartu merah langsung kepada Kadek Raditya karena tekel dari belakang yang membahayakan. Keputusan ini memicu protes keras dari pemain Persebaya, namun wasit tetap pada keputusannya.
David da Silva yang ditunjuk sebagai eksekutor penalti sukses menjalankan tugasnya pada menit ke-58. Tendangannya ke arah kiri gawang mengecoh Ernando Ari yang bergerak ke kanan. Skor berubah menjadi 2-1 untuk Persib, dan Persebaya harus bermain dengan 10 orang untuk sisa 30 menit lebih. Keunggulan jumlah pemain membuat Persib semakin mendominasi. Statistik penguasaan bola pada babak kedua mencapai 70% untuk Persib, dengan total 12 tembakan berbanding 5 untuk Persebaya.
Menit ke-78, Persib mengunci kemenangan. Berawal dari serangan balik cepat, Ciro Alves melepaskan umpang silang dari sisi kanan yang disambut sundulan keras oleh pemain pengganti, Dimas Drajad. Gol ketiga ini memastikan kemenangan Persib. Di sisa waktu, Persebaya mencoba memperkecil kedudukan namun solidnya lini belakang Persib yang dikomandoi Nick Kuipers dan Victor Igbonefo membuat mereka gagal mencetak gol tambahan. Hingga peluit panjang berbunyi, skor akhir 3-1 bertahan untuk kemenangan Persib Bandung.
Analisis Taktik dan Kunci Kemenangan
Kemenangan Persib ini tidak lepas dari keberanian pelatih Bojan Hodak dalam membaca permainan lawan. Formasi 4-3-3 yang dipakainya sejak awal mampu menekan lini belakang Persebaya yang bermain dengan lima bek. Peran Beckham Putra sebagai gelandang serang sangat vital, tercatat ia memberikan dua assist dan menciptakan tiga peluang emas. Sementara itu, David da Silva yang mencetak dua gol (satu penalti) layak dinobatkan sebagai Man of the Match dengan rating 8.7 menurut data statistik.
Di sisi Persebaya, keputusan Paul Munster untuk bertahan di babak pertama menjadi bumerang. Meskipun sempat menyamakan kedudukan, kartu merah Kadek Raditya di menit ke-55 benar-benar menghancurkan rencana permainan mereka. Statistik mencatat Persebaya hanya melepaskan 3 shots on target sepanjang pertandingan, jauh di bawah Persib yang mencatat 7 shots on target. Selain itu, Persib juga unggul dalam hal duel udara dengan 68% kemenangan, berkat dominasi Nick Kuipers di lini belakang.
“Saya sangat bangga dengan perjuangan para pemain. Kami bermain dengan intensitas tinggi dan tidak pernah menyerah. Trofi ini untuk seluruh bobotoh yang selalu setia mendukung kami,” ujar Bojan Hodak dalam konferensi pers usai laga.
Di sisi lain, Paul Munster mengakui kekalahan timnya. “Kami kehilangan fokus setelah kartu merah. Keputusan VAR memang kontroversial, tapi kami harus menerimanya. Kami akan belajar dari kesalahan ini untuk kompetisi musim depan,” katanya dengan nada kecewa.
Dengan hasil ini, Persib Bandung mencatatkan rekor sempurna di Piala Presiden 2026 dengan 6 kemenangan dari 6 pertandingan, mencetak total 15 gol dan hanya kebobolan 3 gol. Clean sheet yang mereka raih di babak penyisihan grup menjadi fondasi kuat menuju gelar juara. Sementara itu, Persebaya harus puas sebagai runner-up, namun penampilan mereka di turnamen ini tetap patut diapresiasi setelah menyingkirkan tim-tim kuat seperti Arema FC dan Bali United di babak sebelumnya.
Piala Presiden 2026 resmi berakhir dengan Persib sebagai juara. Kini, perhatian akan beralih ke persiapan Liga 1 musim 2026-2027 yang akan dimulai dalam beberapa pekan ke depan. Dengan trofi ini, Persib menunjukkan kesiapan mereka untuk kembali bersaing di papan atas, sementara Persebaya akan berupaya memperbaiki kelemahan mereka di lini belakang untuk menjadi lebih kompetitif musim depan.
Comments (0)