Persebaya Kampiun Piala Presiden 2026, Taklukkan Persib Lewat Drama Penalti

Skor akhir 6-5 melalui adu penalti! Persebaya Surabaya resmi dinobatkan sebagai juara Piala Presiden 2026 setelah menaklukkan Persib Bandung dalam final yang berlangsung dramatis di Stadion Utama Gelo...

Persebaya Kampiun Piala Presiden 2026, Taklukkan Persib Lewat Drama Penalti

Skor akhir 6-5 melalui adu penalti! Persebaya Surabaya resmi dinobatkan sebagai juara Piala Presiden 2026 setelah menaklukkan Persib Bandung dalam final yang berlangsung dramatis di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Laga yang berakhir imbang 2-2 setelah 120 menit pertarungan sengit ini berlanjut ke babak tos-tosan, di mana eksekusi penalti menjadi penentu segalanya. Bajul Ijo tampil sebagai pemenang dengan ketenangan luar biasa di momen paling krusial, sementara Maung Bandung harus puas menjadi runner-up setelah salah satu eksekutor mereka gagal menunaikan tugas.

Sejak peluit awal dibunyikan, kedua tim langsung menampilkan intensitas tinggi. Persebaya yang mengusung formasi 4-3-3 mencoba mendominasi lini tengah, sementara Persib dengan formasi 4-2-3-1 mengandalkan serangan balik cepat melalui sayap. Penguasaan bola di 15 menit pertama menunjukkan keseimbangan, dengan Persebaya mencatatkan 52% berbanding 48% untuk Persib. Namun, justru Persib yang lebih dulu mengancam melalui tendangan bebas David da Silva pada menit ke-9 yang masih melambung tipis di atas mistar gawang.

Babak Pertama: Pertukaran Serangan dan Gol Cepat

Menit ke-23, kejutan terjadi! Umpan terobosan akurat dari Bruno Moreira berhasil dituntaskan dengan baik oleh penyerang muda Persebaya, Rizky Ridho, yang melepaskan tendangan first-time ke pojok kiri gawang. Skor berubah menjadi 1-0 untuk Persebaya. Gol ini membuat para pemain Persib sedikit kehilangan konsentrasi, dan mereka kesulitan membangun serangan efektif selama 10 menit berikutnya. Meski demikian, Persib perlahan bangkit melalui pergerakan Ciro Alves yang kerap merepotkan bek sayap Persebaya.

Pada menit ke-38, Persib akhirnya menyamakan kedudukan. Berawal dari skema sepak pojok, bek tengah Nick Kuipers melompat tinggi dan menyundul bola ke tiang dekat. Kiper Persebaya, Ernando Ari, sempat menyentuh bola namun tidak mampu menahannya sepenuhnya. Skor imbang 1-1 bertahan hingga turun minum. Statistik babak pertama menunjukkan Persebaya unggul dalam shots on target dengan 4 percobaan berbanding 3 milik Persib, sementara penguasaan bola justru dikuasai Persib dengan 55%.

Babak Kedua dan Perpanjangan Waktu: Ketegangan Meningkat

Memasuki babak kedua, kedua pelatih melakukan penyesuaian. Pelatih Persebaya, Paul Munster, memasukkan gelandang serang baru untuk memperkuat lini kreatif, sementara pelatih Persib, Bojan Hodak, menarik satu gelandang bertahan dan menambah striker kedua. Perubahan ini membuat tempo permainan semakin cepat. Menit ke-67, Persebaya kembali unggul melalui gol spektakuler dari tendangan bebas langsung yang dieksekusi oleh Francisco Rivera. Bola melengkung melewati pagar betis dan masuk ke gawang tanpa bisa dijangkau kiper Persib, Teja Paku Alam. Skor menjadi 2-1.

Namun, keunggulan Persebaya hanya bertahan delapan menit. Pada menit ke-75, Persib mendapatkan hadiah penalti setelah pemain belakang Persebaya melakukan pelanggaran keras di kotak terlarang. VAR sempat digunakan untuk memastikan keputusan wasit, dan tendangan penalti David da Silva sukses menaklukkan Ernando Ari. Skor berubah menjadi 2-2 dan bertahan hingga akhir waktu normal. Babak perpanjangan 2x15 menit tidak menghasilkan gol tambahan, meski kedua tim saling menciptakan peluang. Persib hampir memastikan kemenangan pada menit ke-112 ketika tendangan keras Beckham Putra masih membentur tiang gawang.

Adu Penalti: Ketangguhan Mental Persebaya

Babak adu penalti menjadi panggung heroik bagi Persebaya. Kedua tim mengeksekusi dengan sempurna hingga empat penalti pertama. Pada penalti kelima, eksekutor Persib, Rachmat Irianto, gagal setelah tendangannya ditepis oleh Ernando Ari. Persebaya yang memiliki kesempatan menang pada penalti keenam, berhasil memanfaatkannya dengan baik melalui eksekusi tenang dari Kadek Raditya. Skor akhir adu penalti 6-5 untuk kemenangan Persebaya.

“Ini adalah hasil kerja keras seluruh tim dan doa dari seluruh suporter. Kami tahu Persib adalah lawan yang kuat, tapi kami percaya pada proses dan mentalitas pemain. Gelar ini untuk seluruh masyarakat Surabaya,” ujar pelatih Persebaya, Paul Munster, dalam konferensi pers usai laga.

Kemenangan ini menambah daftar juara Piala Presiden yang kini sudah memasuki edisi ke-10. Persebaya tercatat sebagai juara kedua kalinya setelah sebelumnya menjuarai turnamen pramusim ini pada tahun 2019. Sementara itu, Persib harus mengakui keunggulan lawan dan gagal menambah koleksi gelar Piala Presiden mereka yang sudah dua kali diraih. Statistik akhir pertandingan menunjukkan Persebaya unggul dalam penguasaan bola dengan 53% berbanding 47%, serta shots on target 7 berbanding 5 untuk Persib. Pertandingan ini juga diwarnai dengan lima kartu kuning yang diterima pemain kedua tim, dan satu kartu merah untuk pemain pengganti Persib di masa perpanjangan waktu akibat protes berlebihan.

Dengan hasil ini, Persebaya membawa pulang trofi bergengsi dan hadiah uang pembinaan yang besar. Para pemain merayakan kemenangan dengan mengangkat pelatih kepala di tengah lapangan, sementara ribuan suporter yang hadir di stadion meluapkan euforia. Kemenangan ini tentu menjadi modal berharga bagi Persebaya menghadapi kompetisi Liga 1 musim depan, sementara Persib diharapkan mampu bangkit dan memperbaiki penyelesaian akhir yang menjadi kelemahan mereka di laga final ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
citra-maharani

Reporter HAM. Fokus pada isu hak asasi, kebebasan sipil, dan reformasi hukum.

Comments (0)

User