Persebaya Juara Piala Presiden 2026, Tavares Persembahkan Trofi untuk Bonek
Skor akhir 6-5 (1-1) lewat drama adu penalti! Persebaya Surabaya akhirnya mengangkat trofi Piala Presiden 2026 setelah menaklukkan Persib Bandung dalam partai final penuh ketegangan di Stadion Gelora ...
Skor akhir 6-5 (1-1) lewat drama adu penalti! Persebaya Surabaya akhirnya mengangkat trofi Piala Presiden 2026 setelah menaklukkan Persib Bandung dalam partai final penuh ketegangan di Stadion Gelora Bung Tomo, Kamis (6/8) malam WIB. Tepisan Ernando Ari pada eksekusi penentu menjadi pembeda, sekaligus memicu ledakan kegembiraan puluhan ribu Bonek yang memadati tribun.
Ini adalah gelar Piala Presiden pertama bagi Bajol Ijo sepanjang sejarah turnamen, sekaligus penebus kegagalan di final edisi 2019. Bagi Bernardo Tavares, trofi ini menjadi bukti nyata proyek yang ia bangun bersama Green Force sejak awal musim.
Jalannya Pertandingan: Saling Berbalas Gol di 90 Menit
Tavares menurunkan starting XI dengan formasi 4-3-3: Ernando Ari di bawah mistar; Ardi Idrus, Rizky Ridho, Kadek Raditya, dan Mikael Tata mengawal lini belakang; Bruno Moreira, Toni Firmansyah, serta Francisco Rivera di lini tengah; trio Flavio Silva, Malik Risaldi, dan Kasim Botan menjadi ujung tombak serangan.
Menit ke-23, Flavio Silva membuka keunggulan Persebaya. Menerima umpan silang Rivera dari sisi kanan, striker asal Brasil itu menanduk bola ke pojok kiri gawang Kevin Mendoza. Skor 1-0 untuk Bajol Ijo. Gol ini lahir dari skema serangan balik cepat yang memang menjadi senjata utama Tavares sepanjang turnamen.
Persib Bandung yang tampil dengan formasi 4-2-3-1 merespons lewat penguasaan bola. Menit ke-58, David da Silva menyamakan kedudukan setelah memanfaatkan umpan terobosan Tyronne del Pino, lalu menaklukkan Ernando dalam situasi satu lawan satu. Skor 1-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Menit ke-71, VAR sempat meninjau potensi pelanggaran di kotak penalti Persebaya setelah Kadek Raditya berduel dengan Ciro Alves, namun wasit memutuskan melanjutkan permainan. Statistik 90 menit mencatat penguasaan bola 53 persen untuk Persib berbanding 47 persen milik Persebaya, dengan shots on target 6-5 dan total tembakan 15-12. Wasit juga mengeluarkan lima kartu kuning: tiga untuk Persebaya, termasuk untuk Ardi Idrus menit ke-34, dan dua untuk Maung Bandung, salah satunya Marc Klok menit ke-41.
Drama Adu Penalti: Ernando Ari Jadi Pahlawan
Tanpa perpanjangan waktu, laga langsung dilanjutkan ke babak tos-tosan. Lima algojo Persebaya — Bruno Moreira, Francisco Rivera, Flavio Silva, Rizky Ridho, dan Malik Risaldi — menunaikan tugas dengan sempurna. Di kubu Persib, Tyronne del Pino, Marc Klok, Ciro Alves, dan Beckham Putra sukses mengeksekusi, sebelum tendangan kelima Nick Kuipers ditepis Ernando Ari yang membaca arah bola ke sisi kanan gawang. Skor adu penalti 5-4, agregat akhir 6-5 untuk Persebaya.
Kiper timnas Indonesia itu langsung diserbu rekan-rekannya di tengah lapangan. Sepanjang 90 menit, Ernando mencatat empat penyelamatan penting sebelum akhirnya menjadi penentu di babak adu penalti — performa yang pantas diganjar predikat pemain terbaik final.
Kata-kata Bernardo Tavares: Trofi Ini untuk Bonek
"Saya sangat bersyukur bisa mempersembahkan gelar ini. Para pemain menunjukkan mentalitas luar biasa sejak menit pertama hingga penalti terakhir," ujar Tavares seusai laga. "Kami tahu Persib tim kuat dengan kualitas individu tinggi, tetapi kami datang dengan rencana permainan yang jelas dan para pemain mengeksekusinya dengan disiplin. Trofi ini untuk Bonek yang tidak pernah berhenti mendukung kami."
Pelatih asal Portugal itu juga memberikan pujian khusus kepada sang kiper. "Ernando adalah kiper dengan kualitas level tinggi. Kami percaya penuh kepadanya dalam situasi seperti ini," tambahnya. Tavares menegaskan kesuksesan ini bukan titik akhir, melainkan fondasi menuju target lebih besar di kompetisi Liga 1 musim 2026/2027.
Dengan hasil ini, Persebaya menutup turnamen pramusim dengan catatan impresif: lima kemenangan dari enam laga, 12 gol, dan hanya empat kali kebobolan. Bagi Persib dan Bojan Hodak, kekalahan tipis ini menjadi pelajaran berharga sebelum kompetisi bergulir. Namun malam ini, Surabaya berpesta — Bajol Ijo adalah raja Piala Presiden 2026.
Comments (0)