Persebaya Juara Piala Presiden 2026 Lewat Drama Adu Penalti atas Persib

Skor akhir adu penalti 6-5! Persebaya Surabaya akhirnya keluar sebagai kampiun Piala Presiden 2026 setelah menyingkirkan Persib Bandung dalam partai final yang berjalan dramatis hingga 120 menit di St...

Aug 09, 2026 - 14:26
0 0
Persebaya Juara Piala Presiden 2026 Lewat Drama Adu Penalti atas Persib

Skor akhir adu penalti 6-5! Persebaya Surabaya akhirnya keluar sebagai kampiun Piala Presiden 2026 setelah menyingkirkan Persib Bandung dalam partai final yang berjalan dramatis hingga 120 menit di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis (6/8/2026) malam WITA. Laga yang harus dituntaskan lewat tos-tosan ini menjadi penutup turnamen pramusim paling panas tahun ini.

Sejak peluit kick-off dibunyikan, kedua tim langsung memperagakan permainan terbuka. Persib yang turun dengan formasi 4-3-3 mencoba mendominasi lewat penguasaan bola, sementara Persebaya mengandalkan skema 4-2-3-1 dengan transisi cepat dari lini tengah. Statistik mencatat penguasaan bola Maung Bandung mencapai 54 persen berbanding 46 persen milik Bajul Ijo, namun efektivitas serangan justru berpihak ke tim asal Surabaya.

Babak Pertama Berjalan Sengit, Peluang Saling Berbalas

Menit ke-17, publik Gianyar bersorak ketika Persebaya membuka keunggulan. Francisco Rivera, gelandang asal Argentina, melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti yang menghujam pojok kanan gawang Persib. Gol ini bermula dari assist Walber yang memenangkan duel udara di area tengah sebelum mengirim umpan terobosan matang.

Persib tak tinggal diam. Menit ke-34, upaya Mariano Peralta menusuk dari sisi kiri nyaris membuahkan hasil, namun sepakannya masih membentur tiang jauh. Hingga turun minum, skor 1-0 untuk keunggulan Persebaya bertahan dengan catatan shots on target 3 berbanding 2.

Maung Bandung Menyala, Laga Berlanjut ke Perpanjangan Waktu

Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan meningkat tajam. Menit ke-61, Persib akhirnya menyamakan kedudukan melalui situasi bola mati. Sepak pojok yang dieksekusi dengan sempurna disambut sundulan keras yang tak mampu diantisipasi kiper Persebaya. Skor berubah menjadi 1-1 dan atmosfer stadion kian memanas.

Kedua pelatih kemudian melakukan perjudian taktik dengan memasukkan pemain berkarakter ofensif dari bangku cadangan. Namun hingga 90 menit plus injury time berakhir, tidak ada gol tambahan tercipta. Wasit pun memerintahkan laga dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu 2x15 menit.

Drama Kartu Merah Peralta di Menit ke-112

Momen paling kontroversial terjadi di babak kedua perpanjangan waktu. Menit ke-112, Mariano Peralta yang sepanjang laga menjadi motor serangan Persib melakukan pelanggaran keras terhadap Francisco Rivera dalam perebutan bola di sektor tengah. Wasit tanpa ragu langsung mengacungkan kartu merah kepada pemain asal Argentina tersebut.

Keputusan ini sempat dicek melalui VAR, namun tayangan ulang memperlihatkan tekel Peralta memang mengarah ke pergelangan kaki Rivera. Persib harus bertahan dengan sepuluh pemain di sisa waktu, sementara Persebaya gagal memaksimalkan keunggulan jumlah pemain untuk mencetak gol kemenangan. Skor 1-1 bertahan hingga 120 menit, dan sang juara harus ditentukan lewat adu penalti.

Adu Penalti Menegangkan, Bajul Ijo Tertawa Terakhir

Drama tos-tosan berjalan sangat menegangkan. Lima algojo pertama kedua tim nyaris sempurna menunaikan tugasnya dari titik putih. Persebaya akhirnya memastikan kemenangan 6-5 setelah eksekusi penendang terakhir Persib berhasil dimentahkan kiper Bajul Ijo yang tampil heroik di bawah mistar gawang.

Ledakan kegembiraan pun pecah di bench Persebaya. Para pemain berlarian ke sudut lapangan merayakan gelar juara yang mereka raih dengan susah payah. Trofi ini menjadi bukti mental baja starting XI Persebaya yang tak gentar meski sempat tertinggal momentum di babak kedua.

Secara statistik keseluruhan, Persib sebenarnya unggul penguasaan bola 54-46 persen dan melepaskan 14 tembakan berbanding 11 milik Persebaya. Namun shots on target tercatat imbang 5-5, menunjukkan betapa berimbangnya kekuatan kedua finalis. Wasit juga mengeluarkan lima kartu kuning dan satu kartu merah sepanjang 120 menit — bukti panasnya duel dua tim besar Indonesia ini.

Dengan hasil ini, Persebaya membawa pulang trofi sekaligus modal kepercayaan diri tinggi menuju kompetisi musim baru. Sementara bagi Persib, kegagalan di titik penalti menjadi pelajaran berharga bahwa detail sekecil apa pun bisa menentukan nasib di partai puncak.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fajar-ramadhan

Editor Hukum. Alumni FH UI. Meliput pengadilan, MA, dan judicial review.

Comments (0)

User