Persebaya Juara Piala Presiden 2026, Bekuk Persib Lewat Drama Adu Penalti

Skor akhir 1-1, adu penalti 6-5, dan satu momen yang akan dikenang selamanya: Francisco Rivera mengangkat trofi Piala Presiden 2026 ke langit Gianyar. Kapten Persebaya Surabaya itu menjadi aktor utama...

Aug 08, 2026 - 10:47
0 0
Persebaya Juara Piala Presiden 2026, Bekuk Persib Lewat Drama Adu Penalti

Skor akhir 1-1, adu penalti 6-5, dan satu momen yang akan dikenang selamanya: Francisco Rivera mengangkat trofi Piala Presiden 2026 ke langit Gianyar. Kapten Persebaya Surabaya itu menjadi aktor utama dalam malam bersejarah di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, Kamis (6/8/2026), ketika Bajul Ijo memastikan gelar juara perdana mereka di turnamen ini usai menyingkirkan Persib Bandung lewat eksekusi tos-tosan yang menegangkan.

Laga final ini benar-benar menyajikan segalanya. Penguasaan bola berpihak ke Persib dengan 53 persen berbanding 47 persen, namun Persebaya lebih tajam di depan gawang dengan 6 shots on target dari 14 percobaan, sementara Maung Bandung hanya mencatatkan 4 tembakan tepat sasaran dari 12 usaha. Wasit juga bekerja keras, mengeluarkan lima kartu kuning — tiga untuk Persib, dua untuk Persebaya — plus satu tinjauan VAR yang mengubah jalannya pertandingan.

Babak Pertama: Persib Menekan, Ciro Alves Membuka Skor

Persebaya turun dengan formasi 4-3-3, menempatkan Rivera sebagai jangkar di lini tengah, sementara Persib membalas dengan skema 4-2-3-1 yang mengandalkan kecepatan di sektor sayap. Tempo pertandingan langsung panas sejak peluit kick-off dibunyikan di depan tribun yang dipadati Bonek dan Bobotoh.

Menit ke-23, Stadion Kapten I Wayan Dipta bergemuruh. Ciro Alves menerima umpan terobosan matang dari David da Silva, mengecoh satu bek, lalu melepaskan tendangan mendatar ke sudut kiri gawang yang tak mampu dijangkau kiper. Skor 1-0 untuk Persib. Statistik babak pertama mencatat Maung Bandung unggul penguasaan bola 56 persen dan melepaskan 7 tembakan, sementara Persebaya tampak kesulitan keluar dari tekanan pressing tinggi lawan.

Babak Kedua: Rivera Membangunkan Bajul Ijo

Jeda turun minum mengubah segalanya. Pelatih Persebaya menginstruksikan pressing lebih agresif dan pergerakan tanpa bola yang lebih vertikal. Hasilnya? Menit ke-67, momen yang ditunggu-tunggu Bonek akhirnya tiba. Rivera mengirim assist brilian — umpan silang melengkung dari sisi kanan — yang disambut sundulan keras Bruno Moreira. Bola menghujam pojok gawang. Skor imbang 1-1, dan stadion meledak.

Drama belum berhenti. Menit ke-78, Persib sempat merayakan gol kedua, namun wasit berkonsultasi dengan VAR dan menganulirnya karena posisi offside tipis sang penyerang. Keputusan itu memicu protes keras dari bench Persib, dan satu kartu kuning melayang ke arah staf pelatih mereka. Hingga 90 menit plus injury time usai, skor tak berubah. Laga dilanjutkan ke babak tambahan waktu.

Perpanjangan Waktu dan Adu Penalti yang Menegangkan

Dua kali 15 menit babak tambahan berjalan hati-hati. Kedua tim tampak kelelahan, penguasaan bola menurun drastis, dan tidak ada satu pun shots on target tercipta. Laga final Piala Presiden 2026 harus ditentukan lewat adu tendangan penalti — lotere paling kejam dalam sepak bola.

Lima algojo pertama dari kedua kubu nyaris sempurna; masing-masing satu eksekusi gagal membuat skor tetap imbang 4-4. Babak sudden death dimulai. Ronde keenam, kedua penendang sama-sama menaklukkan kiper. Ronde ketujuh menjadi penentu: Rivera maju dengan tenang dan mengecoh kiper ke arah yang salah. 6-5. Beban berpindah ke algojo terakhir Persib, namun kiper Persebaya membaca arah tendangan dengan sempurna dan menepis bola keluar. Selesai. Persebaya juara.

Kami percaya sejak menit pertama. Anak-anak tidak pernah menyerah bahkan ketika tertinggal. Trofi ini untuk Bonek yang datang jauh-jauh ke Bali, ucap pelatih Persebaya seusai laga dengan mata berkaca-kaca.

Pesta di Pulau Dewata

Selebrasi pun pecah. Rivera, sang kapten sekaligus pengumpan gol penyeimbang dan penendang penalti penentu, mengangkat trofi diiringi hujan confetti dan nyanyian tribun hijau. Malam itu, Bali berwarna hijau. Bagi Persebaya, ini bukan sekadar trofi pramusim — ini pernyataan bahwa Bajul Ijo siap menjadi kekuatan utama menuju kompetisi musim baru. Skor akhir: Persebaya 1-1 Persib, adu penalti 6-5. Sejarah telah ditulis di Stadion Kapten I Wayan Dipta.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fajar-ramadhan

Editor Hukum. Alumni FH UI. Meliput pengadilan, MA, dan judicial review.

Comments (0)

User