Perp DEX AFX Trade di Arbitrum Dikuras $24 Juta, Tawarkan Bounty 30% ke Hacker

Bursa perpetual terdesentralisasi (Perp DEX) AFX Trade yang beroperasi di jaringan Arbitrum menjadi korban eksploitasi besar-besaran dengan kerugian mencapai US$24 juta. Bukannya melawan, tim pengembang justru memilih jalur diplomasi dengan menawarka

Jul 24, 2026 - 01:16
0 1
Perp DEX AFX Trade di Arbitrum Dikuras $24 Juta, Tawarkan Bounty 30% ke Hacker

Bursa perpetual terdesentralisasi (Perp DEX) AFX Trade yang beroperasi di jaringan Arbitrum menjadi korban eksploitasi besar-besaran dengan kerugian mencapai US$24 juta. Bukannya melawan, tim pengembang justru memilih jalur diplomasi dengan menawarkan bounty sebesar 30% dari total dana yang hilang kepada peretas jika bersedia mengembalikan aset pengguna. Kejadian ini langsung mengguncang komunitas decentralized finance (DeFi) dan memicu perdebatan baru soal keamanan infrastruktur lintas rantai di ekosistem kripto.

Modus dan Titik Lemah Serangan

Berdasarkan laporan dari Decrypt, serangan siber tersebut tidak mengenai jaringan Arbitrum secara langsung, melainkan menyasar custody bridge yang dikelola oleh AFX Trade sendiri. Bridge dalam konteks blockchain berfungsi sebagai jembatan penghubung yang memungkinkan perpindahan aset digital dari satu jaringan ke jaringan lainnya. Dalam kasus ini, para peretas berhasil menemukan celah keamanan pada mekanisme penyimpanan dan transfer dana lintas rantai tersebut. Setelah berhasil menguras dana, pelaku dengan cepat memindahkan aset hasil kejahatan ke jaringan Ethereum. Langkah ini merupakan taktik umum yang sering dipakai peretas DeFi untuk mengaburkan jejak sebelum mencairkan dana melalui mixer atau bursa terdesentralisasi lainnya.

Dampak pada Komunitas dan Pasar Kripto

Meskipun jaringan Arbitrum dikonfirmasi tidak terdampak secara teknis, insiden ini tetap memberikan tekanan psikologis terhadap pengguna DeFi yang aktif di ekosistem layer-2 tersebut. Periode terakhir mencatat serangkaian peretasan yang menargetkan protokol bridge dan kontrak pintar, menunjukkan bahwa kerentanan masih menghantui sektor keuangan terdesentralisasi. Aset kripto yang terkunci dalam protokol DeFi seringkali menjadi target menarik karena nilainya yang besar dan kompleksitas kode yang sulit diaudit sempurna. Penawaran bounty sebesar 30% atau sekitar US$7,2 juta kepada hacker mencerminkan strategi yang semakin populer di industri kripto. Beberapa proyek sebelumnya berhasil memulihkan sebagian besar dana yang hilang dengan cara memberikan insentif finansial kepada peretas yang bersedia bertindak sebagai "topi putih" (white hat). Pendekatan ini dianggap lebih realistis dibandingkan proses hukum yang panjang mengingat sifat transaksi kripto yang pseudonim dan lintas yurisdiksi.

Analisis: Tantangan Keamanan DeFi yang Kian Kompleks

Insiden AFX Trade menjadi pengingat bahwa keamanan sebuah protokol DeFi tidak hanya bergantung pada blockchain utama yang ia gunakan, tetapi juga pada setiap komponen tambahan seperti bridge, oracle, dan kontrak pintar pendukung. Ekosistem Arbitrum memang dikenal memiliki infrastruktur yang kuat, namun protokol pihak ketiga yang dibangun di atasnya tetap harus memenuhi standar audit keamanan yang ketat. Dari perspektif pasar, serangan semacam ini biasanya memicu volatilitas sementara pada token native protokol yang terkena dampak, serta meningkatkan premi asuransi smart contract di platform DeFi. Bagi investor ritel, kejadian ini menegaskan pentingnya due diligence sebelum menempatkan dana ke dalam protokol baru, terutama yang menawarkan imbal hasil tinggi namun belum memiliki rekam jejak keamanan yang panjang.

Disclaimer: Artikel ini disusun ulang dari berita asli untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan. Pembaca disarankan untuk melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi. Kejadian peretasan dapat berkembang sewaktu-waktu.

Sumber: Decrypt

Sumber: Decrypt

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User