Peregrine dan Sinar Primera Bangun Infrastruktur Cold Storage Indonesia
Peregrine Cold Logistics (PCL), platform cold storage dan logistik terintegrasi berbasis di Asia, resmi memperluas operasional bisnisnya ke Indonesia melal
Peregrine Cold Logistics (PCL), platform cold storage dan logistik terintegrasi berbasis di Asia, resmi memperluas operasional bisnisnya ke Indonesia melalui pembentukan perusahaan patungan bersama Sinar Primera. Kolaborasi strategis ini ditandai dengan peluncuran joint venture baru yang diberi nama Peregrine Indonesia, Sabtu (10/5/2025) di Jakarta. Langkah ini menunjukkan komitmen kedua pihak untuk menjawab kebutuhan infrastruktur rantai dingin yang semakin mendesak di wilayah Asia Tenggara, khususnya di pasar Indonesia yang terus berkembang pesat.
Berdasarkan pernyataan resmi yang diterima media, Peregrine Indonesia akan mengoperasikan jaringan cold storage di beberapa lokasi strategis di Tanah Air. Perusahaan patungan ini dirancang untuk memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat terhadap solusi penyimpanan berpendingin berkualitas tinggi, terutama di sektor pangan, farmasi, dan produk kesehatan. Model bisnis yang diterapkan menggabungkan keahlian logistik global PCL dengan jaringan distribusi lokal dan pemahaman pasar Sinar Primera yang telah lama beroperasi di Indonesia.
Strategi Ekspansi dan Jaringan Operasional
Peregrine Cold Logistics memiliki pengalaman lebih dari satu dekade dalam mengelola infrastruktur rantai dingin di berbagai negara Asia. Portofolio perusahaan mencakup fasilitas penyimpanan berpendingin dengan standar internasional, sistem distribusi suhu terkontrol, serta layanan konsultasi rantai pasok. Kehadiran mereka di Indonesia diharapkan dapat mentransfer teknologi dan praktik terbaik dalam pengelolaan cold storage yang efisien dan ramah lingkungan.
Sinar Primera, di sisi lain, membawa keunggulan dalam hal jaringan distribusi lokal, relasi dengan pemasok dan pelanggan, serta pemahaman mendalam tentang dinamika bisnis di pasar Indonesia. Kombinasi ini menciptakan sinergi yang kuat untuk membangun infrastruktur cold storage yang dapat menjangkau berbagai wilayah, mulai dari sentra produksi pertanian hingga pusat distribusi perkotaan.
"Indonesia merupakan pasar yang sangat strategis bagi ekspansi kami. Potensi pertumbuhan ekonomi digital dan peningkatan konsumsi produk segar menciptakan permintaan signifikan terhadap infrastruktur rantai dingin yang andal," tutur perwakilan PCL dalam konferensi pers virtual.
Tantangan Industri Cold Storage di Indonesia
Sektor cold storage di Indonesia menghadapi tantangan besar terkait infrastruktur yang belum memadai. Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, sekitar 30-40% hasil panen pertanian Indonesia mengalami kerugian pasca-panen akibat keterbatasan fasilitas penyimpanan berpendingin. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada kerugian ekonomi, tetapi juga menurunkan kualitas produk yang sampai ke konsumen.
Permintaan terhadap cold storage terus meningkat seiring dengan pertumbuhan sektor e-commerce pangan, industri farmasi, dan kesadaran masyarakat terhadap keamanan pangan. Pasar cold storage Indonesia diproyeksikan tumbuh dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sekitar 12-15% dalam lima tahun ke depan. Pertumbuhan ini didorong oleh urbanisasi, perubahan pola konsumsi, dan peningkatan investasi di sektor infrastruktur logistik.
Selain itu, pandemi COVID-19 telah mempercepat adopsi sistem rantai dingin yang lebih canggih, terutama untuk distribusi vaksin, obat-obatan, dan produk kesehatan. Hal ini membuka peluang besar bagi pemain baru seperti Peregrine Indonesia untuk mengisi kekosongan pasar dan menyediakan solusi penyimpanan berpendingin yang memenuhi standar keamanan dan kualitas internasional.
Dampak Ekonomi dan Prospek Kerja Sama
Keberadaan Peregrine Indonesia diharapkan memberikan dampak positif terhadap ekosistem bisnis nasional. Dengan infrastruktur cold storage yang lebih baik, pelaku usaha di sektor pertanian, perikanan, dan manufaktur dapat meminimalkan kerugian pasca-panen, memperpanjang umur simpan produk, serta memperluas jangkauan distribusi ke pasar yang lebih jauh.
Bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM), akses terhadap cold storage berkualitas dengan biaya terjangkau menjadi faktor kunci untuk meningkatkan daya saing. Selama ini, keterbatasan akses terhadap fasilitas penyimpanan berpendingin menjadi salah satu hambatan utama bagi UMKM untuk memasuki pasar yang lebih luas, termasuk ekspor.
Kolaborasi ini juga membuka peluang bagi transfer teknologi dan pengembangan sumber daya manusia di sektor logistik dingin Indonesia. PCL berkomitmen untuk melatih tenaga kerja lokal dalam pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas cold storage berteknologi tinggi. Program pelatihan ini diharapkan dapat menciptakan tenaga ahli baru yang mampu mendukung pertumbuhan industri rantai dingin nasional dalam jangka panjang.
Dengan menggabungkan sumber daya dan keahlian masing-masing, Peregrine Indonesia siap memainkan peran penting dalam meningkatkan efisiensi rantai pasok nasional. Kolaborasi ini menjadi bukti nyata bagaimana investasi asing dapat berkontribusi positif terhadap pembangunan infrastruktur Indonesia, sekaligus membuka peluang kerja sama yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak.