Peralta Tiba di Bandung, Namun Absen Lawan DPMM

Bandung — Momen yang dinanti Bobotoh akhirnya terwujud. Mariano Peralta, rekrutan anyar Persib Bandung, menginjakkan kaki di Bandara Husein Sastranegara pada Senin (27/7) malam pukul 21.15 WIB. Sete...

Jul 28, 2026 - 05:50
0 0
Peralta Tiba di Bandung, Namun Absen Lawan DPMM

Bandung — Momen yang dinanti Bobotoh akhirnya terwujud. Mariano Peralta, rekrutan anyar Persib Bandung, menginjakkan kaki di Bandara Husein Sastranegara pada Senin (27/7) malam pukul 21.15 WIB. Setelah drama negosiasi yang berliku dan penundaan penerbangan selama tiga hari, gelandang asal Argentina itu kini resmi bergabung dengan skuad Pangeran Biru. Namun, kabar kurang sedap menyertai kedatangannya: Peralta dipastikan absen saat Persib menjamu DPMM FC di Stadion Si Jalak Harupat, Rabu (29/7).

Manajemen Maung Bandung mengonfirmasi bahwa pemain berusia 28 tahun tersebut belum menjalani sesi latihan taktikal bersama tim. Pelatih kepala Bojan Hodak menegaskan, keputusan tersebut murni untuk menjaga kebugaran dan proses adaptasi. "Kami tidak ingin memaksakan. Mariano butuh pemulihan pasca perjalanan panjang dari Buenos Aires. Dia akan mengikuti sesi terpisah selama dua hari," ujar Hodak dalam jumpa pers virtual, Selasa (28/7) siang. Bobotoh harus lebih bersabar menanti debut sang pengatur serangan.

Profil Statistik yang Menggoda

Peralta bukan sosok asing bagi pengamat sepak bola Amerika Selatan. Musim lalu bersama klubnya di Divisi Utama Argentina, ia mencatatkan 7 gol dan 12 assist dalam 35 penampilan liga. Rerata umpan kuncinya mencapai 2,8 per pertandingan dengan akurasi operan 84 persen — angka yang menempatkannya di papan atas kreator serangan di kompetisi tersebut. Postur 178 cm dan keseimbangan tubuh rendah membuatnya lihai melewati tekanan lawan di lini tengah.

Yang lebih menarik, Peralta memiliki fleksibilitas posisi. Ia bisa bermain sebagai gelandang serang sentral, penyerang lubang, atau bahkan melebar ke sisi kanan jika situasi membutuhkan. Kemampuan duel udaranya juga mengejutkan — menit 0,37 gol sundulan per 90 menit dari bola mati musim lalu, sebuah senjata tambahan yang diharapkan bisa memecah kebuntuan melawan tim-tim dengan pertahanan rapat seperti DPMM.

Formasi dan Dampak Taktikal

Dengan absennya Peralta, Bojan Hodak kemungkinan besar akan kembali mengandalkan pola 4-3-3 yang sukses membawa kemenangan tipis 1-0 atas Rans Nusantara pekan lalu. Duet gelandang serang akan diisi oleh Febri Hariyadi dan Beckham Putra, sementara posisi ujung tombak tetap dipercayakan kepada David da Silva yang tengah dalam performa tajam dengan 4 gol dalam 3 laga terakhir.

Namun, kehadiran Peralta di bench nanti ketika sudah fit akan memberikan opsi transisi ke formasi 4-2-3-1. Dalam skema itu, Peralta bisa menjadi poros kreatif di belakang striker, membebaskan Febri dan Ciro Alves untuk lebih fokus melakukan penetrasi dari sayap. Variasi ini akan menjadi kunci saat Persib menghadapi lawan yang menerapkan blok rendah, karena umpan-umpan vertikal cepat Peralta tercatat menciptakan 3,1 peluang per laga musim lalu — statistik yang paling dibutuhkan untuk membongkar pertahanan berlapis.

Tantangan Adaptasi

Perbedaan waktu 10 jam antara Argentina dan Indonesia menjadi ujian pertama bagi Peralta. Staf kepelatihan Persib telah menyiapkan program jet lag recovery khusus selama 48 jam ke depan, termasuk terapi cahaya dan penyesuaian waktu tidur bertahap. Tim medis juga melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap riwayat cedera hamstring yang pernah dialaminya pada Maret lalu, meski hasil pemindaian awal menunjukkan kondisi yang memuaskan.

Dari sisi bahasa, Peralta dikabarkan sudah mengantongi beberapa kosa kata dasar bahasa Indonesia berkat kursus daring selama dua pekan terakhir. Ia akan didampingi penerjemah khusus yang juga bertugas sebagai liaison officer untuk memudahkan komunikasi dengan rekan setim dan pelatih. Adaptasi taktikal akan dimulai secara intensif setelah laga kontra DPMM, dengan target debut saat Persib bertandang ke markas Bali United pada 3 Agustus mendatang.

Antusiasme Bobotoh dan Komitmen Klub

Kedatangan Peralta disambut dengan luapan semangat oleh puluhan suporter yang rela menunggu di area kedatangan internasional bandara. Spanduk bertuliskan "Bienvenido, Mariano" berkibar, sementara akun media sosial resmi Persib langsung mengunggah foto pertama sang pemain mengenakan jersey kebanggaan dengan nomor punggung 10 — angka keramat yang sebelumnya dikenakan oleh legenda seperti Atep dan Essien. Nomor tersebut menandakan ekspektasi besar terhadap kontribusinya.

Manajemen Persib mengeluarkan dana transfer yang tidak disebutkan secara resmi, namun sumber internal mengkonfirmasi nilai kontrak dua tahun dengan opsi perpanjangan satu musim tambahan. Peralta menjadi pemain asing keempat Persib, melengkapi kuota bersama David da Silva, Ciro Alves, dan Nick Kuipers. Direktur Olahraga Persib, Rafif Putra, menyebut perekrutan ini sebagai langkah strategis untuk menambah kedalaman skuad menghadapi jadwal padat Liga 1 dan Piala Indonesia. "Statistik dan rekam jejaknya berbicara. Kami yakin Peralta akan menjadi pembeda di paruh kedua musim ini," ujarnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User