Peralta Absen, Persib Hadapi Tampines dengan Formasi Alternatif

Skor akhir 0-0 bukanlah hasil yang diharapkan, tetapi bagi Persib Bandung, satu poin dari kandang Tampines Rovers FC di Stadion Jalan Besar, Singapura, Kamis (30/7/2026) malam, tetap punya arti pentin...

Aug 07, 2026 - 06:30
0 0
Peralta Absen, Persib Hadapi Tampines dengan Formasi Alternatif

Skor akhir 0-0 bukanlah hasil yang diharapkan, tetapi bagi Persib Bandung, satu poin dari kandang Tampines Rovers FC di Stadion Jalan Besar, Singapura, Kamis (30/7/2026) malam, tetap punya arti penting. Namun, yang menjadi sorotan utama bukanlah hasil imbang tersebut, melainkan absennya winger anyar, Mariano Peralta, dari starting XI Maung Bandung. Pelatih Bojan Hodak memilih formasi 4-3-3 tanpa kehadiran pemain asal Argentina itu, dan keputusan ini memicu pertanyaan besar di kalangan Bobotoh.

Absennya Peralta: Bukan Cedera, tapi Strategi

Menit ke-1, saat wasit meniup peluit awal, kamera televisi menyorot bangku cadangan Persib. Mariano Peralta duduk dengan pakaian training, bukan seragam pertandingan. Spekulasi langsung merebak: apakah pemain berusia 27 tahun itu mengalami cedera? Jawabannya datang dari sesi jumpa pers usai laga. Bojan Hodak menegaskan bahwa Peralta tidak mengalami masalah fisik, melainkan keputusan taktis murni.

"Mariano baru bergabung tiga hari lalu. Ia belum hafal pola permainan kami. Lebih baik ia beradaptasi dulu daripada dipaksakan dan justru mengganggu ritme tim," ujar Hodak kepada awak media di Singapura.

Statistik penguasaan bola menunjukkan Persib unggul 58% berbanding 42%, tetapi tanpa Peralta, lini serang Maung Bandung kehilangan daya ledak. Shots on target hanya 3 dari total 11 percobaan, sementara Tampines justru lebih efisien dengan 4 shots on target dari 9 tembakan. Ini membuktikan bahwa kehadiran pemain dengan kecepatan dan dribel ala Peralta sangat dibutuhkan untuk membongkar pertahanan rapat lawan.

Analisis Babak Pertama: Dominasi Tanpa Penetrasi

Memasuki menit ke-15, Persib mendominasi dengan skema penguasaan bola pendek. Formasi 4-3-3 yang diinstruksikan Hodak menempatkan Beckham Putra sebagai false nine, sementara Dimas Drajad dan Febri Hariyadi mengisi sisi sayap. Sayangnya, tanpa Peralta yang biasa menusuk dari kiri, serangan Persib terlalu mudah dibaca. Tampines Rovers yang bermain dengan formasi 5-4-1 bertahan rapat di area sendiri.

Menit ke-23, peluang emas pertama hadir. Umpan terobosan Beckham Putra berhasil dituntaskan Dimas Drajad, tetapi tendangan kerasnya dari sudut sempit masih bisa ditepis kiper Tampines, Syazwan Buhari. Itu menjadi momen paling berbahaya di babak pertama. Penguasaan bola Persib mencapai 62% di 45 menit pertama, namun hanya satu tembakan tepat sasaran. Tampines justru beberapa kali mengancam lewat serangan balik cepat, salah satunya di menit ke-38 ketika Zehrudin Mehmedovic melepaskan tembakan dari luar kotak penalti yang masih melambung tipis di atas mistar.

Kartu kuning pertama dikeluarkan wasit pada menit ke-41 untuk bek Tampines, Irwan Shah, akibat pelanggaran keras terhadap Febri Hariyadi. Situasi ini sempat memicu ketegangan, namun VAR tidak digunakan karena insiden dianggap tidak masuk kategori penalti. Skor 0-0 bertahan hingga turun minum, dengan Persib frustrasi menghadapi parkir bus lawan.

Babak Kedua: Perubahan Taktik dan Peluang Emas

Memasuki babak kedua, Hodak langsung melakukan perubahan. Menit ke-55, ia menarik keluar Dimas Drajad dan memasukkan David da Silva sebagai target man. Formasi berubah menjadi 4-2-3-1 dengan Beckham Putra bergeser ke posisi attacking midfielder. Namun, tanpa Peralta di sayap, Persib tetap kesulitan melebarkan permainan. Tampines semakin nyaman bertahan dengan blok rendah.

Menit ke-67, peluang terbaik Persib hadir. Umpan silang dari sisi kanan yang dilepaskan Rachmat Irianto disambut sundulan David da Silva. Bola sempat mengenai tiang gawang sebelum akhirnya diamankan bek Tampines yang berjaga di garis gawang. Momen itu membuat suporter Persib yang hadir di stadion menarik napas panjang. Statistik menunjukkan Persib melepaskan 7 tembakan di babak kedua, tetapi hanya 2 yang mengarah ke gawang.

Menit ke-78, Hodak kembali melakukan pergantian dengan memasukkan Ezra Walian untuk menambah daya gedor. Namun, Tampines justru hampir mencetak gol di menit ke-85 melalui serangan balik. Beruntung, kiper Persib, Teja Paku Alam, melakukan penyelamatan gemilang dengan menepis tembakan jarak dekat dari pemain pengganti Tampines, Ryhan Stewart. Kartu kuning kedua untuk Tampines keluar di menit ke-88 ketika pemain pengganti mereka, Amirul Adha, melanggar Beckham Putra di tengah lapangan. Hingga peluit panjang berbunyi, skor tetap 0-0.

Dampak Absennya Peralta dan Proyeksi ke Depan

Absennya Mariano Peralta jelas berdampak signifikan pada kreativitas serangan Persib. Data menunjukkan bahwa tanpa Peralta, Persib hanya mencatatkan 3 dribel sukses, jauh di bawah rata-rata 7 dribel sukses saat pemain asal Argentina itu tampil di laga sebelumnya. Selain itu, umpan silang yang dilepaskan Persib mencapai 18 kali, tetapi hanya 4 yang akurat. Ini mengindikasikan kurangnya variasi serangan di sisi kiri yang biasanya menjadi andalan Peralta.

Bojan Hodak menegaskan bahwa Peralta akan siap tampil di laga berikutnya melawan Lion City Sailors yang dijadwalkan Minggu (2/8/2026) di Stadion GBLA.

"Ia sudah mulai memahami instruksi kami. Saya yakin di laga kandang nanti, Mariano akan tampil dan memberikan perbedaan. Kami butuh kemenangan untuk memastikan lolos ke babak berikutnya," tambah Hodak.

Hasil imbang ini membuat Persib bertahan di posisi kedua klasemen sementara Grup F AFC Champions League Two dengan 4 poin dari 2 pertandingan, sementara Tampines Rovers berada di dasar klasemen dengan 1 poin. Jika Persib ingin melaju mulus, mereka harus segera menemukan solusi tanpa ketergantungan pada satu pemain. Namun, kehadiran Peralta di laga kandang diharapkan bisa menjadi katalisator kebangkitan Maung Bandung. Clean sheet yang dicatat Teja Paku Alam menjadi satu-satunya hal positif yang bisa dibawa pulang dari Singapura.

Menariknya, statistik menunjukkan bahwa Persib memiliki 58% penguasaan bola dan 3 shots on target, sementara Tampines hanya 42% dan 4 shots on target. Efisiensi menjadi kata kunci yang harus diperbaiki Persib. Dengan persiapan tiga hari ke depan, semua mata akan tertuju pada apakah Peralta akan masuk starting XI dan bagaimana ia beradaptasi dengan rekan-rekannya. Satu hal yang pasti, absennya Peralta kali ini bukan akhir, melainkan awal dari strategi jangka panjang Hodak untuk menjaga kebugaran pemain kuncinya di tengah padatnya jadwal kompetisi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User