Penalti Julian Alvarez Bawa Atletico Tahan Real Madrid di Bernabeu

Skor akhir 1-1 di Stadion Santiago Bernabeu, Minggu (9/2/2025) dini hari WIB — dan drama Derby Madrid kali ini ditentukan dari titik putih. Julian Alvarez menjadi pahlawan Atletico Madrid setelah pe...

Penalti Julian Alvarez Bawa Atletico Tahan Real Madrid di Bernabeu

Skor akhir 1-1 di Stadion Santiago Bernabeu, Minggu (9/2/2025) dini hari WIB — dan drama Derby Madrid kali ini ditentukan dari titik putih. Julian Alvarez menjadi pahlawan Atletico Madrid setelah penaltinya pada menit ke-64 menggagalkan upaya Real Madrid meraih kemenangan kandang. Los Blancos sempat unggul lewat gol Kylian Mbappe, namun Rojiblancos bangkit dan memaksa tuan rumah berbagi angka dalam laga yang dihiasi kartu kuning, offside, dan tinjauan VAR.

Sejak peluit pertama berbunyi, intensitas duel langsung terasa. Starting XI Real Madrid turun dengan formasi 4-3-3, mengandalkan trisula Mbappe, Vinicius Junior, dan Rodrygo di lini depan. Sebaliknya, Diego Simeone menyusun tembok pertahanan 5-3-2 yang disiplin, dengan Julian Alvarez berduet bersama Antoine Griezmann di ujung tombak. Rencana itu bekerja sempurna: setiap serangan cepat tuan rumah diredam sebelum menyentuh kotak penalti.

Babak Pertama: Dominasi Tanpa Gol

Menit ke-8, Vinicius Junior melepaskan tembakan pertama ke arah gawang, tetapi Jan Oblak masih sigap menepis. Babak pertama memang didominasi Real Madrid dengan penguasaan bola hingga 62 persen, namun peluang bersih nyaris tidak tercipta. Bahkan gol Jude Bellingham pada menit ke-33 harus dianulir karena posisi offside setelah tinjauan VAR — momen kontroversial pertama dalam laga ini.

Atletico tidak sekadar bertahan. Menit ke-27, tendangan bebas Griezmann nyaris membuka skor setelah membentur mistar gawang Thibaut Courtois. Di sisi lain, Aurelien Tchouameni menerima kartu kuning pada menit ke-38 setelah pelanggaran keras di tengah lapangan. Babak pertama berakhir 0-0, dan duel taktik antara Carlo Ancelotti dan Simeone belum menemukan pemenang.

Gol Mbappe dan Penalti Kontroversial Alvarez

Permainan berubah total setelah jeda. Menit ke-50, Mbappe membuka keunggulan Real Madrid lewat penyelesaian dingin di kotak penalti, memanfaatkan assist brilian Federico Valverde. Gol itu membuat Bernabeu bergemuruh, dan Los Blancos mulai menguasai ritme permainan. Namun keunggulan tersebut hanya bertahan 14 menit.

Menit ke-64, wasit awalnya mengabaikan insiden di kotak terlarang saat bek tuan rumah menjatuhkan penyerang Atletico. Setelah meninjau monitor VAR, keputusan berubah: titik putih! Julian Alvarez maju sebagai eksekutor. Dengan tenang, pemain nomor 19 asal Argentina itu menempatkan bola ke pojok kanan bawah, mengelabui Courtois yang melompat ke arah berlawanan. Skor berubah menjadi 1-1, dan Alvarez merayakan gol pertamanya di derby ini dengan penuh emosi di depan tribun penonton.

Julian Alvarez: Eksekutor Dingin dari Argentina

Penampilan Alvarez malam itu layak diganjar pujian. Selain penalti yang dieksekusi tanpa ragu, ia tercatat melepaskan tiga tembakan dengan dua mengarah ke gawang, memenangi enam duel udara, dan menjadi titik tumpu serangan balik Atletico. Musim ini, striker berusia 25 tahun itu memang menjelma menjadi pembeda bagi Rojiblancos berkat ketenangan luar biasa di momen krusial. Meski bukan hat-trick, satu gol penalti tersebut cukup untuk memastikan namanya tercatat dalam sejarah salah satu derby paling panas di Eropa.

Penalti ini juga menegaskan peran Alvarez sebagai algojo utama, bukan sekadar pelengkap Griezmann. Pergerakannya tanpa bola kerap membuat lini belakang Real Madrid kewalahan, dan pressing tinggi yang ia lakukan sejak menit awal menjadi alasan Atletico mampu bertahan hidup di bawah tekanan sepanjang laga.

Statistik Kunci dan Dampak Klasemen

Sepanjang 90 menit, Real Madrid unggul penguasaan bola 58 persen berbanding 42 persen milik Atletico. Namun dari segi shots on target, tuan rumah hanya unggul tipis 5 berbanding 4. Total 5 kartu kuning dikeluarkan wasit — tiga untuk tuan rumah dan dua untuk tim tamu — sebagai gambaran sengitnya duel. Sayangnya bagi Real Madrid, clean sheet kembali gagal mereka pertahankan di laga besar.

"Kami datang ke Bernabeu untuk menang, tetapi satu poin dari kandang lawan tetaplah hasil yang berharga," ujar Simeone usai laga. "Tim bermain dengan karakter, dan penalti Julian adalah buah dari keberanian kami."

Hasil imbang ini membuat persaingan papan atas Liga Spanyol semakin ketat. Real Madrid gagal menjaga jarak dengan para pesaingnya, sementara Atletico membuktikan diri sebagai tim yang sulit dikalahkan dalam duel head-to-head. Derby berikutnya dijanjikan kembali menyuguhkan pertarungan segitiga yang sama panasnya.

Satu hal yang pasti: ketika Alvarez berdiri di titik putih di depan puluhan ribu penonton Bernabeu, tidak ada satu pun keraguan di wajahnya. Itulah wajah seorang pembunuh diam-diam yang kini menjadi mimpi buruk terbesar Real Madrid.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fajar-ramadhan

Editor Hukum. Alumni FH UI. Meliput pengadilan, MA, dan judicial review.

Comments (0)

User