Partai Republik Manfaatkan Isu 9/11 Serang Demokrat di Pemilu Sela

Partai Republik (GOP) kembali menghidupkan narasi keamanan nasional pasca-serangan 11 September 2001 (9/11) sebagai instrumen kampanye dalam pemilihan paru

Sep 10, 2026 - 17:38
0 0
Partai Republik Manfaatkan Isu 9/11 Serang Demokrat di Pemilu Sela

Partai Republik (GOP) kembali menghidupkan narasi keamanan nasional pasca-serangan 11 September 2001 (9/11) sebagai instrumen kampanye dalam pemilihan paruh waktu (midterm elections) di Amerika Serikat. Menjelang peringatan 25 tahun tragedi 9/11, sejumlah kandidat Republik secara terstruktur membidik politisi sayap kiri Partai Demokrat dengan melabeli mereka atau pendukungnya sebagai kelompok yang tidak patriotik dan bersimpati terhadap terorisme.

Langkah ini menandai kembalinya taktik politik kontroversial yang sempat mendominasi panggung politik Amerika Serikat pada awal era 2000-an. Penggunaan sentimen tragedi nasional yang sempat meredup selama hampir dua dekade kini kembali diorkestrasi untuk mendulang dukungan elektoral dari pemilih konservatif dan independen.

Eskalasi Serangan Politik di Medan Tempur Michigan

Pertarungan paling tajam terlihat di negara bagian Michigan, wilayah kunci yang mempertemukan calon Senat dari Partai Republik, Mike Rogers, dengan politisi progresif Partai Demokrat, Abdul El-Sayed. Rogers, yang mengedepankan rekam jejaknya sebagai mantan agen FBI, memanfaatkan momentum ini untuk mengikis elektabilitas El-Sayed melalui perang narasi di media massa dan platform digital.

"Tidak ada satu individu pun, tidak ada satu negara pun, dari mana pun Anda berasal, yang pantas mengalami apa yang terjadi pada hari itu," ujar seorang warga Michigan dalam video kampanye yang dirilis kubu Rogers.

Kronologi Pemanfaatan Narasi 9/11 dalam Kampanye

Dinamika eskalasi kampanye berbasis sentimen tragedi 9/11 di Michigan berlangsung secara terstruktur melalui beberapa fase berikut:

  1. Penggalian Jejak Digital Figur Pendukung: Tim kampanye Rogers mengaitkan Abdul El-Sayed dengan figur penyiar daring (streamer) sayap kiri, Hasan Piker, yang sempat melontarkan pernyataan kontroversial terkait tragedi 9/11 pada 2019, meski komentar tersebut telah dicabut dan disesali oleh Piker.
  2. Peluncuran Rangkaian Video Emosional: Menjelang hari peringatan, kubu Rogers merilis serangkaian video kampanye resmi yang menampilkan kesaksian warga lokal Michigan yang terdampak langsung oleh serangan teror 2001 guna membangkitkan memori kolektif publik.
  3. Agresi Iklan Politik Super PAC: Kelompok komite aksi politik (Super PAC) pro-Rogers meluncurkan iklan televisi berdurasi 60 detik di wilayah Detroit. Iklan tersebut menampilkan visual dramatis tabrakan pesawat ke World Trade Center seraya mengaitkan El-Sayed dengan narasi anti-Amerika.
  4. Konsolidasi Pidato Konvensi Partai: Rogers mengunci strategi ini dengan menjadikannya pokok pidato utama dalam konvensi pemilu sela Partai Republik, mempertegas garis pemisah ideologis antara rekam jejak penegakan hukumnya dan kubu progresif Demokrat.

Implikasi Strategis terhadap Peta Elektoral

Secara analitis, penggunaan kembali memori 9/11 merupakan upaya GOP untuk menggeser fokus perdebatan publik dari isu-isu domestik seperti inflasi dan hak-hak sipil menuju isu keamanan nasional serta patriotisme. Bagi Partai Republik, narasi ini menjadi senjata ampuh untuk menekan kelompok progresif Demokrat yang kerap melontarkan kritik terhadap kebijakan luar negeri dan militer Amerika Serikat.

Namun, strategi ini bukan tanpa risiko politik. Pemanfaatan kembali luka nasional untuk kepentingan elektoral berpotensi menuai resistensi dari generasi pemilih muda yang memandang politisasi tragedi 9/11 sebagai taktik usang yang memicu polarisasi destruktif di tengah masyarakat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fajar-ramadhan

Editor Hukum. Alumni FH UI. Meliput pengadilan, MA, dan judicial review.

Comments (0)

User