Palangka Raya Sediakan Ruang Oksigen Atasi Dampak Kabut Asap

Pemerintah Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, secara resmi mengimbau dan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk aktif memanfaatkan fasilitas ruang o

Sep 14, 2026 - 18:53
0 0
Palangka Raya Sediakan Ruang Oksigen Atasi Dampak Kabut Asap

Pemerintah Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, secara resmi mengimbau dan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk aktif memanfaatkan fasilitas ruang oksigen gratis yang telah disiagakan di berbagai titik strategis. Langkah krusial ini diambil guna meminimalisasi dampak buruk kesehatan akibat paparan kabut asap tebal yang dipicu oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kembali melanda wilayah tersebut.

Lonjakan konsentrasi partikulat berbahaya di udara telah mendorong penurunan kualitas udara secara signifikan dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi ini menuntut penanganan darurat yang berfokus pada pencegahan penyakit saluran pernapasan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta ibu hamil yang berisiko tinggi mengalami gangguan pernapasan akut.

Mitigasi Krisis Kesehatan dan Aksesibilitas Fasilitas

Penyediaan ruang bantuan pernapasan ini disebar melalui jaringan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dan posko siaga bencana di seluruh kecamatan Kota Palangka Raya. Otoritas setempat menegaskan bahwa penyiapan sarana medis ini merupakan prioritas utama dalam skema tanggap darurat bencana asap yang melanda daerah tersebut.

"Kami meminta masyarakat yang mulai merasakan keluhan seperti sesak nafas, pusing, atau iritasi mata untuk tidak menunda datang ke posko kesehatan atau Puskesmas terdekat. Ruang oksigen ini disiapkan secara gratis lengkap dengan tenaga medis yang siaga 24 jam," ujar perwakilan Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya dalam keterangannya.

Beberapa fasilitas utama yang disediakan di dalam ruang oksigen ini mencakup kelengkapan penanganan standar medis darurat:

  • Tabung dan alat konsentrasi oksigen medis terstandarisasi untuk penanganan langsung di tempat.
  • Ruangan berpendingin udara yang dilengkapi sistem filtrasi HEPA (High-Efficiency Particulate Air) untuk menyaring partikel micro-PM2.5.
  • Tenaga medis terlatih untuk pemeriksaan fisik awal serta pemberian obat-obatan respiratorik dasar.
  • Layanan rujukan cepat ke Rumah Sakit Umum Daerah apabila pasien mengalami indikasi komplikasi serius.

Analisis Tingkat Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU)

Berdasarkan data pemantauan Stasiun Pemantau Kualitas Udara Ambien (SPKUA) di Palangka Raya, angka Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) kerap menyentuh level Sangat Tidak Sehat hingga Berbahaya pada jam-jam tertentu, khususnya di pagi dan sore hari. Berikut adalah tabel perbandingan kategori ISPU, tingkat risiko kesehatan, dan langkah rekomendasi dari pemerintah setempat:

Kategori ISPU Rentang Nilai Dampak Kesehatan Rekomendasi Pemkot
Sedang 51 - 100 Penurunan kualitas udara ringan pada kelompok sensitif. Membatasi aktivitas luar ruangan jangka panjang.
Tidak Sehat 101 - 200 Peningkatan gejala respirasi pada masyarakat umum. Wajib menggunakan masker N95/medis di luar rumah.
Sangat Tidak Sehat 201 - 300 Risiko gangguan pernapasan berat dan kelelahan fisik. Evakuasi mandiri ke ruang oksigen jika bergejala.
Berbahaya > 300 Dampak kesehatan serius bagi seluruh populasi. Penghentian total aktivitas luar dan isolasi mandiri.

Data akumulatif dari instansi kesehatan menunjukkan lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang cukup tajam. Terhitung selama bulan berjalan, tercatat lebih dari 3.450 kasus ISPA dilaporkan di berbagai unit pelayanan kesehatan, meningkat hingga 45 persen jika dibandingkan dengan periode bulan sebelumnya.

Tahapan Penanganan Terpadu Bencana Kabut Asap

Dalam memitigasi krisis secara menyeluruh, Pemerintah Kota Palangka Raya menerapkan skenario penanganan bertahap guna menekan angka kesakitan akibat bencana lingkungan ini:

  1. Tahap Pemadaman Darat dan Udara: Tim Satgas Karhutla memperketat patroli dan pembasahan lahan gambut yang berpotensi memicu titik api baru.
  2. Tahap Mobilisasi Layanan Kesehatan: Pembukaan ruang oksigen gratis dan pembagian masker filtrasi tinggi secara masif di pusat aktivitas masyarakat.
  3. Tahap Penyesuaian Kebijakan Publik: Pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi peserta didik dan penerapan pola kerja fleksibel bagi ASN.
  4. Tahap Evaluasi dan Rehabilitasi Lingkungan: Penegakan hukum terhadap oknum pembakar lahan serta persiapan reboisasi kawasan terdegradasi.
"Langkah mitigasi kesehatan harus berjalan seiring dengan upaya pemadaman di lapangan. Tanpa intervensi medis yang cepat di tingkat tapak, beban fasilitas kesehatan rujukan akan melampaui kapasitas yang ada," ungkap pengamat kebijakan publik daerah.

Dengan kesiapsiagaan ruang oksigen dan sinergi lintas sektor ini, pemerintah daerah berharap tingkat fatalitas penyakit respiratorik dapat ditekan secara maksimal hingga kondisi kualitas udara kembali pulih sepenuhnya.

Pemerintah Kota Palangka Raya menyiagakan ruang oksigen di berbagai Puskesmas dan posko bencana seiring meningkatnya kasus ISPA akibat kabut asap karhutla. Baca analisis lengkapnya di Beritainti.com!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User