Ole Romeny Bawa Timnas Indonesia Bungkam Singapura

Skor akhir 3-0 untuk Indonesia menghiasi laga perdana Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat malam. Dua gol dari Ole Romeny dan satu sumbangan penyerang sayap mu...

Oct 06, 2026 - 17:37
0 0
Ole Romeny Bawa Timnas Indonesia Bungkam Singapura

Skor akhir 3-0 untuk Indonesia menghiasi laga perdana Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat malam. Dua gol dari Ole Romeny dan satu sumbangan penyerang sayap muda memastikan Garuda membuka kampanye turnamen regional dengan tiga poin penuh di hadapan puluhan ribu pendukung setia.

Romeny sendiri mencatat malam yang spesial. Striker berpostur 188 sentimeter itu membuka keran golnya pada menit ke-23 sebelum menutup pesta lewat tembakan voli kaki kiri pada menit ke-71. Total ia melepaskan empat shots on target sepanjang 90 menit, angka tertinggi di antara pemain mana pun di lapangan.

Babak Pertama: Pressing Tinggi dan Gol Pembuka

Pelatih membawa formasi 4-2-3-1 dengan Romeny sebagai target man tunggal, didukung tiga gelandang serang di belakangnya. Pressing tinggi sejak peluit awal langsung membuahkan hasil. Menit ke-13, gelandang bertahan kehilangan bola di sepertiga akhir, umpan silang mendatar dari sisi kanan diterima Romeny, namun sepakan pertamanya masih membentur tiang.

Menit ke-23, Romeny akhirnya menjebol gawang. Menerima back-pass yang dipotong, ia melepaskan tembakan melengkung dari luar kotak penalti yang tak mampu dijangkau kiper Singapura. Skor 1-0 memecah tekanan tuan rumah. Penguasaan bola sebelum jeda mencapai 62% untuk Indonesia, sementara Singapura hanya mencatat dua tembakan dengan nol shots on target.

Pada menit ke-38, pertandingan sempat terhenti sejenak setelah wasit memeriksa insiden handball di kotak terlarang lewat VAR. Keputusan akhir: tidak ada penalti karena bola mengenai bahu, bukan tangan. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.

Babak Kedua: Dominasi Berlanjut dan Penutup

Skema rotasi diterapkan memasuki satu jam pertandingan. Menit ke-58, pergantian pemain memberi kecepatan baru di sayap kiri. Umpan terukur pada menit ke-64 berhasil dikonversi menjadi gol kedua lewat serangan balik cepat tiga umpan, dengan assist dicatatkan oleh nomor punggung 17 setelah menerobos garis pertahanan.

Menit ke-71, Romeny menggandakan pundi golnya. Dari sudut sempit, ia menyundul bola hasil sepak pojok yang mental, lalu menuntaskannya dengan voli kaki kiri. Dua gol, satu assist kolektif, dan penguasaan bola 65% menutup catatan apik tim tuan rumah. Satu-satunya catatan minor adalah kartu kuning bagi bek tengah pada menit ke-77 akui tekel terlambat menghentikan serangan balik.

Singapura nyaris memperkecil selisih pada menit ke-85, namun sundulan keras kepala gol melambung di atas mistar. Wasit meniup peluit panjang dengan skor akhir 3-0. Indonesia menguasai delapan shots on target dari 17 percobaan, sementara tim tamu hanya tiga dari sembilan.

"Kami sudah menyiapkan pola transisi sejak pramusim. Yang penting para penyerang tahu kapan harus menekan dan kapan menunggu," ujar sang juru taktik seusai laga.

Analisis: Momen Romeny di Panggung Regional

Secara taktik, kemenangan ini lahir dari keberanian mengontrol ritme permainan. Duet gelandang bertahan berperan sebagai pivot, memecah tekanan lawan sambil mengalirkan bola ke sayap. Romeny bukan sekadar target man; pergerakannya ke ruang antara lini belakang dan gelandang lawan membuat pertahanan Singapura kerap kehilangan orientasi.

Statistik duel udara pun berpihak padanya: empat dari enam duel udara dimenangkan, plus dua dribel sukses dari tiga percobaan. Dua gol malam ini membuatnya memuncaki daftar top skor sementara turnamen bersama striker lain dari Grup B.

Bagi kiprah Indonesia di Grup A, tiga poin ini menjadi modal psikologis besar. Laga berikutnya dijadwalkan pekan depan, dan bila Romeny mampu mempertahankan ritme akurasi tembakannya, peluang lolos ke fase gugur terbuka lebar. Satu hal pasti: sorak-sorai 70.000 penonton GBK malam itu menjadi bukti bahwa sepak bola kompetitif kembali menyala di Jakarta.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User