Newcastle Tersingkir Usai Takluk dari AC Milan 1-2

Skor akhir 1-2! St. James' Park menjadi saksi bisu berakhirnya petualangan Newcastle United di Liga Champions 2023/2024. Pada matchday 6 Grup F, Kamis (14/12/2023) dini hari WIB, The Magpies harus men...

Aug 07, 2026 - 15:47
0 0
Newcastle Tersingkir Usai Takluk dari AC Milan 1-2

Skor akhir 1-2! St. James' Park menjadi saksi bisu berakhirnya petualangan Newcastle United di Liga Champions 2023/2024. Pada matchday 6 Grup F, Kamis (14/12/2023) dini hari WIB, The Magpies harus mengakui keunggulan AC Milan. Kekalahan ini memastikan langkah Bruno Guimaraes dan kawan-kawan terhenti di fase grup, sebuah akhir yang pahit bagi para pendukung yang memadati stadion.

Sejak menit awal, tensi pertandingan langsung terasa tinggi. Newcastle yang butuh kemenangan untuk menjaga asa lolos, tampil agresif dengan formasi 4-3-3. Namun, AC Milan yang datang dengan skuat bertabur bintang justru mampu unggul lebih dulu. Menit ke-24, umpan terobosan Rafael Leao berhasil diselesaikan dengan baik oleh Olivier Giroud. Tendangan kerasnya dari sudut sempit tak mampu dihalau Nick Pope. Skor menjadi 0-1.

Newcastle tidak tinggal diam. Serangan demi serangan terus dilancarkan, tetapi penyelesaian akhir yang buruk menjadi momok. Baru pada menit ke-63, The Magpies berhasil menyamakan kedudukan. Gol tercipta melalui sundulan Joelinton yang memanfaatkan umpan silang Kieran Trippier dari sisi kanan. Stadion langsung bergemuruh, harapan kembali menyala.

Namun, kegembiraan itu hanya bertahan 12 menit. Menit ke-75, VAR berperan penting. Wasit menunjuk titik putih setelah Christian Pulisic dijatuhkan di kotak penalti oleh Sven Botman. Eksekusi penalti yang dilakukan oleh Pulisic sendiri sukses mengecoh Nick Pope. Skor berubah menjadi 1-2 dan bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Analisis Babak Pertama: Dominasi Penguasaan Bola, tetapi Minim Peluang

Newcastle United sebenarnya tampil mendominasi penguasaan bola sejak awal. Statistik mencatat, sepanjang babak pertama, The Magpies menguasai bola hingga 61%. Namun, penguasaan bola yang tinggi tidak berbanding lurus dengan peluang yang diciptakan. Dari 9 percobaan tembakan, hanya 2 yang mengarah tepat sasaran. Sebaliknya, AC Milan yang lebih efisien mampu mencatatkan 4 shots on target dari 7 percobaan.

Formasi 4-3-3 yang diusung Eddie Howe terlihat kurang efektif di lini tengah. Bruno Guimaraes yang menjadi motor serangan sering kehilangan bola akibat tekanan ketat dari pemain Milan seperti Yunus Musah dan Tijjani Reijnders. Sementara itu, di lini pertahanan, Sven Botman dan Fabian Schar kesulitan mengantisipasi kecepatan Rafael Leao yang terus menusuk dari sisi kiri.

AC Milan sendiri tampil dengan formasi 4-2-3-1 yang solid. Posisi double pivot yang diisi oleh Musah dan Reijnders mampu memutus aliran bola ke lini depan Newcastle. Gol pertama Milan tercipta dari skema serangan balik cepat yang menjadi ciri khas mereka musim ini. Kecepatan Leao dan kelincahan Giroud menjadi mimpi buruk bagi bek Newcastle.

Babak Kedua: Kebangkitan Newcastle yang Tidak Cukup

Memasuki babak kedua, Newcastle meningkatkan intensitas serangan. Eddie Howe melakukan perubahan taktik dengan memasukkan Callum Wilson untuk menambah daya gedor. Hasilnya, gol penyama kedudukan pun tercipta. Namun, kegagalan memanfaatkan momentum setelah gol tersebut menjadi titik balik yang fatal.

Data statistik menunjukkan, setelah gol Joelinton, Newcastle justru kehilangan ritme permainan. Mereka terlalu terburu-buru dalam membangun serangan, sehingga sering terjebak offside—total 4 kali offside sepanjang laga. Di sisi lain, AC Milan yang mulai bermain lebih bertahan justru sukses memanfaatkan kelengahan lawan. Penalti yang didapat Milan berawal dari kesalahan komunikasi antara Botman dan Nick Pope saat mengantisipasi umpan terobosan.

Menit ke-80, Newcastle mencoba segala cara untuk menyamakan kedudukan. Tembakan jarak jauh dari Anthony Gordon pada menit ke-88 masih melambung tipis di atas mistar. Peluang emas terakhir datang di menit ke-90+3, ketika sundulan Callum Wilson dari sudut sempit masih bisa ditepis oleh Mike Maignan. Skor 1-2 pun menjadi akhir dari segalanya.

Kutipan Pelatih dan Reaksi Pemain

“Kami kecewa, tentu saja. Kami sudah berjuang keras, tetapi kurang beruntung. Kami harus belajar dari kesalahan ini dan bangkit untuk kompetisi lainnya,” ujar Eddie Howe dalam konferensi pers usai pertandingan.

Bruno Guimaraes yang menjadi sorotan utama tampak tertunduk lesu saat meninggalkan lapangan. Gelandang asal Brasil itu gagal memberikan kontribusi maksimal, hanya mencatatkan 1 tembakan dan 2 peluang diciptakan. Sementara itu, kapten tim Kieran Trippier yang tampil penuh semangat juga tidak mampu menyembunyikan kekecewaannya.

Di sisi lain, pelatih AC Milan, Stefano Pioli, memuji mentalitas timnya yang mampu bangkit setelah tertinggal. “Kami tahu ini pertandingan yang sulit. Newcastle memiliki kualitas, tetapi kami bermain dengan kepala dingin dan berhasil memanfaatkan peluang. Ini kemenangan yang sangat penting bagi kami,” ujarnya dengan senyum puas.

Statistik Kunci dan Dampak bagi Newcastle

Secara keseluruhan, Newcastle mencatatkan 58% penguasaan bola, 12 tembakan dengan 5 shots on target, dan 6 tendangan sudut. Sementara AC Milan hanya memiliki 42% penguasaan bola, tetapi lebih klinis dengan 9 tembakan dan 6 shots on target. Kartu kuning dikeluarkan wasit sebanyak 4 kali, dua untuk masing-masing tim. Tidak ada kartu merah dalam laga ini.

Kekalahan ini membuat Newcastle finis di posisi juru kunci Grup F dengan koleksi 5 poin dari 6 pertandingan. Mereka hanya mampu meraih 1 kemenangan, 2 hasil imbang, dan 3 kekalahan. Sementara itu, AC Milan lolos ke babak 16 besar sebagai runner-up dengan 8 poin, di bawah Borussia Dortmund yang memuncaki klasemen dengan 11 poin.

Bagi Newcastle, tersingkirnya mereka dari Liga Champions tentu menjadi pukulan telak. Namun, fokus kini harus segera dialihkan ke Premier League dan kompetisi domestik lainnya. Dengan skuat yang masih muda dan potensial, pengalaman berharga ini diharapkan menjadi modal untuk musim-musim berikutnya. Satu hal yang pasti, para penggemar tetap bangga dengan perjuangan tim kesayangan mereka.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
vina-melati

Data Journalist Hukum. Visualisasi data kejahatan dan analisis tren kriminal.

Comments (0)

User