Newcastle Takluk 1-2 dari Milan, Petualangan Liga Champions Berakhir

Skor akhir 1-2 di St. James' Park, Kamis (14/12/2023) dini hari WIB, menjadi titik akhir petualangan Newcastle United di Liga Champions 2023/2024. Sempat unggul lebih dulu melalui Joelinton pada menit...

Aug 09, 2026 - 12:58
0 0
Newcastle Takluk 1-2 dari Milan, Petualangan Liga Champions Berakhir

Skor akhir 1-2 di St. James' Park, Kamis (14/12/2023) dini hari WIB, menjadi titik akhir petualangan Newcastle United di Liga Champions 2023/2024. Sempat unggul lebih dulu melalui Joelinton pada menit ke-33, The Magpies justru tumbang setelah AC Milan membalas lewat Christian Pulisic (menit ke-59) dan gol penentu Samuel Chukwueze (menit ke-84). Kekalahan ini membuat pasukan Eddie Howe menutup Grup F sebagai juru kunci dengan lima poin — tanpa tiket 16 besar, tanpa pelipur lara Liga Europa.

Atmosfer Tyneside sejak kick-off sudah menyala. Newcastle turun dengan formasi 4-3-3, menempatkan Bruno Guimaraes sebagai jangkar di lini tengah, sementara Milan merespons dengan skema 4-2-3-1 andalan Stefano Pioli. Peluang pertama lahir menit ke-15 ketika tendangan keras Bruno dari luar kotak penalti masih bisa ditepis kiper Mike Maignan. St. James' Park bergemuruh, percaya malam itu akan menjadi milik mereka.

Babak Pertama: Joelinton Bikin St. James' Park Meledak

Menit ke-33, kebuntuan akhirnya pecah. Berawal dari akselerasi Anthony Gordon di sisi kiri, bola jatuh di kaki Joelinton yang tanpa ampun melepaskan tendangan keras ke sudut gawang Maignan. 1-0 untuk tuan rumah! Gol itu mengubah segalanya: seandainya skor bertahan, Newcastle akan melompat ke posisi dua klasemen. Statistik babak pertama menunjukkan laga berjalan berimbang — penguasaan bola 50:50, dengan shots on target 3 berbanding 2 untuk keunggulan tipis The Magpies. Milan bukan tanpa perlawanan; pergerakan Rafael Leao di sayap kiri beberapa kali memaksa lini belakang tuan rumah bekerja ekstra keras, namun skor 1-0 bertahan hingga jeda.

Babak Kedua: Pulisic dan Chukwueze Membungkam Tyneside

Pioli meracik ulang strategi di ruang ganti, dan hasilnya langsung terlihat. Menit ke-59, Olivier Giroud memenangi duel udara dan menyundul bola ke mulut gawang — assist sempurna yang disambar Christian Pulisic dari jarak dekat. 1-1! Gol itu menohok mental para pemain Newcastle yang mulai kehabisan bensin akibat jadwal padat dan badai cedera. Eddie Howe merespons dengan memasukkan tenaga segar, tetapi justru Milan yang menemukan momentum. Menit ke-84, petaka itu tiba: Samuel Chukwueze, yang masuk dari bangku cadangan, memotong dari sayap kanan dan melepaskan tendangan melengkung kaki kiri yang bersarang di pojok jauh gawang Martin Dubravka. 1-2. St. James' Park mendadak hening. Hingga peluit panjang, tercatat shots on target 5 berbanding 6, dengan penguasaan bola akhir 49 persen berbanding 51 persen untuk Milan. Wasit juga beberapa kali mengeluarkan kartu kuning dalam duel fisik yang sengit di lini tengah.

Perang Taktik: 4-3-3 Howe versus 4-2-3-1 Pioli

Secara taktik, ini adalah laga dua babak yang berbeda cerita. Di 45 menit pertama, pressing tinggi Newcastle membuat build-up Milan tersendat; trio lini tengah Bruno Guimaraes, Joelinton, dan Lewis Miley memenangi mayoritas duel bola kedua. Namun selepas jeda, Pioli menginstruksikan para pemainnya bermain lebih direct, memanfaatkan ruang di belakang full-back tuan rumah yang gemar naik terlalu jauh. Keputusan memasukkan Chukwueze menjadi masterstroke — kecepatan sang winger Nigeria membuka pertahanan Newcastle yang sudah rapuh secara fisik. Howe sendiri tak punya banyak opsi di bangku cadangan; kedalaman skuat yang terkikis cedera membuat starting XI-nya nyaris tak berubah sepanjang fase grup, dan kelelahan itu terlihat jelas di 20 menit akhir.

Bruno Gigit Jari, Eropa Tanpa The Magpies

Peluit panjang berbunyi, kamera menyorot Bruno Guimaraes yang tertunduk lesu di tengah lapangan — potret yang merangkum seluruh malam Newcastle. Klasemen akhir Grup F berbicara tegas: Borussia Dortmund memuncaki grup dengan 11 poin, disusul Paris Saint-Germain (8 poin) yang lolos ke 16 besar, sementara Milan (8 poin) harus puas turun kasta ke Liga Europa. Newcastle? Lima poin, posisi empat, dan perjalanan Eropa perdana mereka dalam dua dekade berakhir lebih cepat dari harapan.

Kami memberikan segalanya malam ini, para pemain berjuang hingga detik terakhir. Rasanya menyakitkan, tetapi kami harus menerima dan belajar dari pengalaman ini.

Demikian bunyi kekecewaan yang tak bisa disembunyikan Howe usai laga. Bagi Milan, kemenangan ini setidaknya memastikan mereka tetap bermain di Eropa pada Februari nanti. Bagi Newcastle, fokus kini kembali ke Premier League — dan malam di St. James' Park ini akan tercatat sebagai pelajaran mahal tentang kerasnya persaingan di grup maut Liga Champions.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bayu-aji

Investigative Reporter. Spesialisasi: korupsi, pencucian uang, dan kejahatan korporasi.

Comments (0)

User