Leandro Paredes Jadi Sorotan Usai Kericuhan di Final Piala Dunia 2026

Laga puncak Piala Dunia 2026 yang dinanti jutaan pasang mata di seluruh dunia berakhir dengan cerita yang tidak diinginkan siapa pun. Alih-alih hanya membicarakan selebrasi sang juara, publik sepak bo...

Aug 09, 2026 - 12:58
0 0
Leandro Paredes Jadi Sorotan Usai Kericuhan di Final Piala Dunia 2026

Laga puncak Piala Dunia 2026 yang dinanti jutaan pasang mata di seluruh dunia berakhir dengan cerita yang tidak diinginkan siapa pun. Alih-alih hanya membicarakan selebrasi sang juara, publik sepak bola justru disibukkan oleh kericuhan yang pecah usai peluit panjang dibunyikan wasit. Satu nama langsung mencuri perhatian dari pusat kekacauan itu: Leandro Paredes, gelandang bertahan timnas Argentina yang dilaporkan menjadi pemicu utama ketegangan antarpemain di atas lapangan.

Menurut sejumlah laporan dari dalam stadion, insiden bermula dari adu mulut yang melibatkan Paredes dengan beberapa pemain lawan sesaat setelah pertandingan berakhir. Situasi yang semula hanya berupa saling sindir dengan cepat berubah menjadi saling dorong, sebelum pemain lain dari kedua kubu ikut merangsek masuk ke tengah kerumunan. Ofisial pertandingan, staf pelatih, hingga petugas keamanan stadion terlihat bergegas turun ke lapangan untuk melerai dan mencegah situasi berkembang lebih buruk.

Ketegangan yang Menumpuk Sejak Awal Laga

Kericuhan di pengujung laga tidak muncul begitu saja. Sepanjang pertandingan, tempo tinggi dan duel-duel keras mewarnai pertarungan di lini tengah, area yang memang menjadi wilayah kerja Paredes. Beberapa kali kamera menangkap momen perang urat syaraf, mulai dari tekel keras, protes berlebihan kepada wasit, hingga percakapan panas antarpemain saat bola mati. Wasit sudah berusaha mengendalikan jalannya laga dengan mengeluarkan kartu kuning, tetapi tensi yang terus menumpuk akhirnya meledak ketika tidak ada lagi waktu tersisa untuk bermain.

Bagi pemain berposisi gelandang bertahan seperti Paredes, duel fisik memang bagian dari pekerjaan sehari-hari. Namun garis tipis antara bermain keras dan memprovokasi kerap kali kabur, terutama dalam pertandingan sebesar final Piala Dunia, di mana emosi berada di titik tertinggi dan satu percikan kecil bisa menyulut api besar yang membakar seluruh stadion.

Bukan Pertama Kalinya Paredes Terlibat Kontroversi

Nama Paredes sebenarnya sudah lama identik dengan gaya bermain penuh intensitas. Publik sepak bola tentu masih ingat aksinya di perempat final Piala Dunia 2022 melawan Belanda, ketika ia melakukan pelanggaran keras sebelum dengan sengaja menendang bola ke arah bangku cadangan lawan. Aksi itu memicu keributan besar antarpemain, dan laga tersebut berakhir sebagai salah satu pertandingan dengan kartu terbanyak dalam sejarah Piala Dunia.

Di level klub, jejak serupa juga mudah ditemukan. Selama berkarier di Eropa bersama Paris Saint-Germain, Juventus, dan AS Roma, Paredes dikenal sebagai salah satu gelandang yang paling sering berurusan dengan wasit. Koleksi kartu kuning yang menumpuk dari musim ke musim menjadi bukti bahwa agresivitas adalah bagian tak terpisahkan dari permainannya, sekaligus pedang bermata dua yang kerap merugikan timnya sendiri di momen-momen krusial.

FIFA Berpotensi Turun Tangan

Kericuhan yang terjadi di panggung sebesar final Piala Dunia hampir pasti tidak akan luput dari perhatian FIFA. Berdasarkan kode disiplin yang berlaku, perilaku tidak sportif, provokasi, hingga keterlibatan dalam perkelahian antarpemain dapat berujung pada sanksi berupa denda maupun larangan bertanding. Komite disiplin biasanya akan meninjau rekaman pertandingan dan laporan ofisial sebelum menjatuhkan hukuman, baik kepada individu maupun federasi terkait.

Jika terbukti menjadi provokator utama, Paredes berpotensi menghadapi konsekuensi serius yang bisa memengaruhi kiprahnya bersama timnas Argentina di turnamen-turnamen berikutnya. Bukan tidak mungkin sanksi juga dijatuhkan kepada pemain lain yang terlibat, mengingat insiden semacam ini jarang hanya melibatkan satu pihak saja.

Publik Terbelah Menilai Insiden Ini

Di media sosial, reaksi publik terbelah dua. Sebagian suporter menilai apa yang dilakukan Paredes sebagai bentuk passion dan keberpihakan pada tim, sementara tidak sedikit yang mengecamnya karena dianggap merusak momen sakral sepak bola dunia. Banyak juga yang menyerukan agar seluruh pihak menunggu pernyataan resmi sebelum menghakimi, mengingat rekaman yang beredar di dunia maya kerap hanya menampilkan potongan kejadian, bukan gambaran utuh dari apa yang sebenarnya terjadi di lapangan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Paredes maupun federasi terkait insiden tersebut. Yang pasti, kericuhan ini memastikan bahwa final Piala Dunia 2026 akan dikenang bukan hanya karena siapa yang mengangkat trofi, tetapi juga karena drama panas yang terjadi setelahnya. Dunia sepak bola kini menanti langkah FIFA, sekaligus penjelasan dari sang pemain yang namanya kini berada di pusat badai.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User