Laga perdana Grup B ASEAN Club Championship (ACC) antara Persib Bandung dan Port FC berakhir dengan skor akhir 1-0 untuk kemenangan tim tuan rumah, namun pertandingan yang digelar di Stadion Thammasat, Rangsit, Thailand, Kamis (22/8/2024) malam WIB itu ternodai insiden di luar aspek teknis. Bek anyar Persib, Gabriel Mutombo, diduga menjadi korban tindakan bernada rasisme dari pemain Port FC pada menit ke-78, tepat saat pertandingan memasuki fase krusial.
Insiden tersebut terjadi ketika Mutombo, yang mengisi posisi bek tengah dalam formasi 4-2-3-1 racikan Bojan Hodak, terlibat duel udara dengan pemain Port FC di area pertahanan Maung Bandung. Wasit asal Malaysia, Mohd Amirul Izwan, sempat menghentikan pertandingan selama kurang lebih tiga menit untuk menenangkan kedua kubu. Hingga peluit panjang berbunyi, tidak ada kartu kuning maupun kartu merah yang dikeluarkan wasit terkait insiden tersebut, meski rekan-rekan setim Mutombo langsung mengerumuni pengadil lapangan untuk memprotes.
Statistik Laga dan Performa Mutombo
Dari sisi statistik, Persib sebenarnya tampil dominan dalam penguasaan bola dengan 58 persen berbanding 42 persen milik Port FC. Namun, dominasi itu tidak berbuah hasil maksimal. Pasukan Bojan Hodak hanya mencatatkan 3 shots on target dari total 11 percobaan, sementara Port FC yang lebih efisien melepaskan 6 shots on target dari 14 tembakan. Gol tunggal kemenangan Port FC lahir pada menit ke-23 melalui sundulan striker asal Brasil, Willen Mota, memanfaatkan umpan silang dari sisi kanan pertahanan Persib. Assist dicatatkan oleh Kevin Deeromram yang berhasil melewati penjagaan bek sayap kanan, Kakang Rudianto.
Mutombo sendiri mencatat statistik defensif yang cukup solid sebelum insiden terjadi. Bek berusia 27 tahun itu mencatatkan 4 clearance, 2 intersep, dan 1 blok tembakan. Tingkat akurasi umpannya mencapai 87 persen dari 46 operan, menjadi yang tertinggi di antara para pemain bertahan Persib. Ia juga memenangkan 5 dari 7 duel udara, menunjukkan keunggulan fisiknya di lini belakang. Sayangnya, performa apik itu harus ternoda oleh perlakuan yang diduga bermuatan rasial dari lawan.
"Kami sangat menyesalkan kejadian ini. Sepak bola adalah tentang kompetisi yang sehat, bukan tentang menyerang identitas seseorang. Saya sudah melaporkan insiden ini kepada ofisial pertandingan dan akan membawa masalah ini ke AFC maupun AFF," ujar Bojan Hodak dalam sesi konferensi pers usai laga.
Hodak juga mengungkapkan bahwa Mutombo sempat kehilangan konsentrasi beberapa menit setelah insiden. Hal itu terlihat dari dua kesalahan passing yang ia lakukan pada menit ke-82 dan menit ke-85, meski secara keseluruhan ia tetap tampil disiplin hingga peluit akhir. Pelatih asal Kroasia itu menegaskan bahwa klub akan memberikan dukungan penuh kepada pemain asal Republik Demokratik Kongo tersebut, termasuk pendampingan psikologis.
Dampak bagi Persib di Grup B ACC
Kekalahan ini membuat Persib Bandung menempati posisi juru kunci Grup B dengan 0 poin dari satu pertandingan. Port FC sementara memimpin grup dengan 3 poin, disusul dua tim lain yang baru akan bertanding pada matchday pertama. Persib selanjutnya akan menjamu wakil Malaysia, Selangor FC, di Stadion Si Jalak Harupat pada 26 September 2024. Laga itu menjadi wajib menang jika Maung Bandung ingin menjaga asa lolos ke semifinal.
"Kami harus melupakan laga ini secepatnya, tetapi tidak melupakan apa yang terjadi. Kami akan bersatu, dan Mutombo adalah bagian dari keluarga ini," tegas kapten Persib, Marc Klok.
Dalam catatan pertandingan, wasit mengeluarkan total 4 kartu kuning, masing-masing dua untuk tiap tim. Bek Port FC, Chalermsak Aukkee, mendapat kartu kuning pada menit ke-56 akibat melanggar Beckham Putra. Sementara Nick Kuipers dari Persib dihukum kartu kuning pada menit ke-69 karena protes berlebihan. Tidak ada keputusan VAR yang mengubah jalannya pertandingan, meski sempat ada pemeriksaan singkat terkait potensi offside pada gol Willen Mota. Tayangan ulang menunjukkan posisi Mota sejajar dengan bek terakhir Persib saat bola dilepaskan, sehingga gol disahkan.
Seruan Antirasisme dan Langkah Hukum
Insiden ini menambah daftar panjang kasus rasisme di sepak bola Asia Tenggara. Manajemen Persib Bandung dikabarkan tengah mengumpulkan bukti, termasuk rekaman audio dan video dari kamera penyiaran resmi, untuk diajukan sebagai laporan resmi. Jika terbukti, pemain Port FC yang bersangkutan berpotensi dikenai sanksi larangan bermain minimal lima pertandingan serta denda sesuai Statuta Disiplin AFC Pasal 58 tentang diskriminasi.
Dari sisi taktik, kehilangan Mutombo pada laga berikutnya sangat mungkin terjadi jika pemain tersebut memutuskan untuk tidak melanjutkan kompetisi atau jika kondisinya terganggu secara mental. Hodak kemungkinan akan menurunkan duet Nick Kuipers dan Achmad Jufriyanto sebagai bek tengah saat menghadapi Selangor FC. Namun, kemampuan Mutombo dalam membangun serangan dari belakang—dengan rata-rata 46 operan per laga dan akurasi di atas 85 persen—akan sulit digantikan dalam skema build-up Persib.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Port FC maupun AFF terkait insiden tersebut. Persib Bandung dijadwalkan menggelar konferensi pers lanjutan pada Jumat (23/8/2024) untuk memberikan keterangan lebih rinci. Yang jelas, sepak bola Indonesia kembali diingatkan bahwa perjuangan melawan rasisme di lapangan hijau masih jauh dari kata selesai.
Comments (0)