Skor akhir 3-2 untuk Persib Bandung. Menit ke-89, gawang Port FC bergetar untuk ketiga kalinya, dan tribun tuan rumah terdiam. Dalam lanjutan ASEAN Club Championship, tim tamu melakukan comeback dramatis setelah tertinggal dua gol lebih dulu. Pelatih Igor Tolic menyebutnya sebagai pertunjukan mental juara.
Pertandingan di markas Port FC berjalan tidak sesuai rencana bagi Persib. Menit ke-14, tuan rumah membuka keunggulan lewat serangan balik cepat. Penguasaan bola Persib sebenarnya mendominasi sejak awal, mencapai 61 persen di babak pertama, tetapi lini belakang lengah terhadap transisi cepat lawan. Menit ke-31, Port FC menggandakan skor. Shots on target Persib baru dua, sementara Port FC efisien dengan dua gol dari tiga peluang.
Babak Pertama: Ketika Formasi 4-3-3 Terbaca Lawan
Tolic menurunkan starting XI dengan formasi 4-3-3 yang mengandalkan penguasaan bola di lini tengah. Namun, pressing ketat Port FC membuat bangun serangan Persib tersendat. Kartu kuning pertama keluar di menit ke-38 untuk gelandang bertahan Persib setelah melakukan pelanggaran taktis menghentikan serangan balik. Hingga menit ke-45, tidak ada satu pun tembakan tepat sasaran tambahan dari tim tamu. Skor 2-0 bertahan sampai turun minum.
"Kami tidak kehilangan kepercayaan. Saya katakan kepada pemain, sepak bola 90 menit, dan kami baru bermain 45 menit," ujar Igor Tolic dalam konferensi pers usai laga. "Masalahnya bukan taktik, tapi agresivitas. Kami terlalu sopan di babak pertama."
Babak Kedua: Perubahan Taktik dan Momentum Comeback
Tolic merespons dengan mengubah pendekatan. Ia menarik satu pemain sayap dan memasukkan penyerang tambahan, mengubah formasi menjadi 4-2-3-1 yang lebih agresif. Hasilnya instan. Menit ke-52, Persib memperkecil keadaan lewat sundulan setelah assist dari sepak pojok. Menit ke-52 itu menjadi titik balik. Penguasaan bola Persib melonjak ke 68 persen di paruh kedua.
Menit ke-67, gol penyama kedudukan lahir dari skema serupa. Umpan silang mendatar diselesaikan dengan tembakan kaki kiri dari dalam kotak penalti. Skor 2-2. Port FC mulai kehilangan momentum, dan pelatih mereka melakukan dua pergantian sekaligus untuk menahan gempuran. Namun, tekanan Persib tidak mengendur. Shots on target Persib di babak kedua mencapai lima, berbanding satu milik tuan rumah.
Gol Kemenangan dan Catatan Statistik
Menit ke-89, gol kemenangan tercipta. Berawal dari pergerakan individu di sisi kanan, bola diumpan ke tiang jauh dan disundul tanpa mampu diantisipasi kiper Port FC. VAR sempat memeriksa potensi offside, tetapi gol disahkan. Skor akhir 3-2 untuk Persib. Sepanjang laga, total shots on target Persib tercatat tujuh berbanding empat, dengan penguasaan bola akhir 64 persen. Tidak ada kartu merah dalam pertandingan ini, meski tensi sempat memanas di menit-menit akhir.
"Kami bermain dengan hati di babak kedua. Tiga gol adalah hadiah untuk kerja keras pemain," tambah Tolic. Ia juga menegaskan bahwa comeback ini bukan kebetulan, melainkan hasil dari kedalaman skuad dan kemampuan beradaptasi secara taktis.
Kemenangan ini menjaga peluang Persib di fase grup ASEAN Club Championship. Dengan tambahan tiga poin, mereka menempel ketat pemuncak klasemen. Laga berikutnya akan menjadi ujian lain: konsistensi. Sebab, comeback dramatis memang mengesankan, tetapi clean sheet tetap menjadi pekerjaan rumah yang belum tuntas bagi lini pertahanan Persib musim ini.
Di ruang ganti, para pemain merayakan dengan tertib. Tolic hanya tersenyum. Ia tahu, dari markas Port FC, timnya pulang bukan hanya dengan tiga poin, tetapi dengan keyakinan bahwa mereka mampu bangkit dari keterpurukan. Dan di kompetisi sepanjang musim, mental seperti itu sering kali lebih berharga daripada statistik apa pun.
Comments (0)