Oct 10, 2026
Olahraga

John Herdman Targetkan Indonesia Tembus Empat Besar Asia

Jakarta — Pelatih kepala Timnas Indonesia, John Herdman, resmi mencanangkan target ambisius untuk skuad Garuda: menembus empat besar Asia. Pernyataan ini menjadi pijakan baru dalam peta jalan sepak ...

John Herdman Targetkan Indonesia Tembus Empat Besar Asia

Jakarta — Pelatih kepala Timnas Indonesia, John Herdman, resmi mencanangkan target ambisius untuk skuad Garuda: menembus empat besar Asia. Pernyataan ini menjadi pijakan baru dalam peta jalan sepak bola nasional yang selama ini lebih sering berkutat di putaran awal kualifikasi. Herdman menyampaikan visi tersebut dalam sesi konferensi pers yang berlangsung di Jakarta, Senin (10/6), dengan nada tegas dan penuh keyakinan.

"Kami tidak ingin hanya menjadi peserta. Kami ingin bersaing di level tertinggi Asia," ujar Herdman, dikutip dari pernyataan resminya. "Empat besar Asia bukan mimpi, melainkan target kerja yang harus kami kejar dengan proses harian."

Peta Jalan dan Tantangan di Kualifikasi

Secara teknis, target tersebut menuntut Indonesia untuk konsisten meraih poin di setiap laga kualifikasi Piala Dunia dan Piala Asia. Saat ini, skuad Garuda masih berjuang di putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Dengan format grup yang mempertemukan tim-tim kuat seperti Jepang, Australia, dan Arab Saudi, penguasaan bola rata-rata Indonesia di tiga laga terakhir baru menyentuh angka 44 persen, dengan shots on target rata-rata 3,3 per pertandingan. Angka itu menjadi pekerjaan rumah utama Herdman jika ingin bersaing di empat besar Asia.

Formasi yang coba diterapkan pelatih asal Inggris itu bervariasi antara 4-2-3-1 dan 3-4-2-1, bergantung pada lawan. Dalam skema 4-2-3-1, ia menuntut gelandang bertahan ganda untuk memenangkan duel di lini tengah dan membangun serangan cepat lewat sayap. Namun, transisi dari bertahan ke menyerang masih menjadi titik lemah, terlihat dari 8 gol kebobolan dalam lima laga terakhir, empat di antaranya lahir dari serangan balik lawan.

Evaluasi Pemain dan Kedalaman Skuad

Herdman menegaskan bahwa misi empat besar Asia tidak bisa dibebankan pada sebelas pemain inti saja. Ia membutuhkan kedalaman skuad yang mumpuni, terutama di sektor bek sayap dan penyerang. "Setiap pemain harus siap menjadi starting XI, bukan hanya pelapis," tegasnya.

Dalam beberapa laga terakhir, sejumlah nama muda mulai mendapat menit bermain. Di lini depan, kombinasi pemain naturalisasi dan pemain lokal menunjukkan sinergi yang menjanjikan. Meski demikian, konsistensi assist dari lini kedua masih rendah, dengan rata-rata hanya 1,2 umpan kunci per pertandingan. Herdman berharap pemusatan latihan jangka panjang dapat memperbaiki hal ini.

Dari sisi disiplin, skuad Garuda mencatat 11 kartu kuning dalam lima pertandingan terakhir. Sebuah angka yang menurut Herdman terlalu tinggi dan berisiko merugikan tim di laga krusial. Ia mengaku telah berdiskusi dengan staf pelatih untuk mengurangi pelanggaran tak perlu, terutama di area pertahanan sendiri.

Inspirasi dari Tim Asia Lain

Herdman tidak menampik bahwa Jepang, Korea Selatan, dan Iran masih menjadi barometer sepak bola Asia. Namun, ia melihat celah untuk bersaing. "Jepang punya kedalaman, Korea punya kecepatan, Iran punya fisik. Kami harus punya identitas sendiri," jelasnya.

Ia menyebut beberapa negara seperti Uzbekistan dan Qatar sebagai contoh nyata bahwa tim Asia bisa melompat ke empat besar tanpa harus memiliki liga domestik terbaik di dunia. Kunci utamanya, menurut Herdman, adalah stabilitas program, pemusatan latihan yang terukur, serta kepercayaan pada pemain muda.

Dukungan dan Ekspektasi Publik

Ketua Umum PSSI menyatakan dukungan penuh terhadap target Herdman. Menurutnya, investasi pada timnas adalah investasi jangka panjang untuk sepak bola Indonesia. "Kami tidak ingin target ini sekadar retorika. Ada indikator teknis yang kami pantau setiap bulan," ujarnya.

Di sisi lain, publik sepak bola nasional menyambut target tersebut dengan antusias, meski tak sedikit yang menyoroti konsistensi. Sejarah menunjukkan Indonesia pernah beberapa kali kesulitan menembus putaran final Piala Asia, apalagi empat besar. Namun, Herdman dikenal sebagai pelatih yang mampu membangun fondasi, seperti yang ia lakukan di Kanada dengan membawa tim itu ke Piala Dunia 2022.

Dengan sisa waktu di kualifikasi, Herdman menargetkan minimal 10 poin tambahan dari enam laga sisa. Bila tercapai, peluang Indonesia melompat ke empat besar Asia bukan sekadar utopia. "Kami akan bekerja setiap hari. Hasilnya kami serahkan pada pertandingan," pungkasnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS bayu-aji

Investigative Reporter. Spesialisasi: korupsi, pencucian uang, dan kejahatan korporasi.

Comments (0)

User