MU Borong Gelandang Mahal, Lakers Dijual 12,5 Miliar Dolar

Dua kubu raksasa olahraga dunia, Manchester United dan Los Angeles Lakers, tengah memasuki babak baru yang sama-sama dramatis pada musim panas 2026. Di Ing

MU Borong Gelandang Mahal, Lakers Dijual 12,5 Miliar Dolar

Dua kubu raksasa olahraga dunia, Manchester United dan Los Angeles Lakers, tengah memasuki babak baru yang sama-sama dramatis pada musim panas 2026. Di Inggris, United menggelontorkan dana besar untuk merombak total lini tengah yang selama nyaris satu dekade menjadi "kuburan" para gelandang bintang. Di Amerika Serikat, Lakers yang selama 47 tahun dikuasai keluarga Buss dikabarkan akan berpindah tangan ke konsorsium pimpinan mantan CEO Disney, Bob Iger, dan venture capitalist Josh Kushner dengan nilai mencengangkan: 12,5 miliar dolar AS. Dua peristiwa ini, meski berbeda cabang olahraga, merefleksikan babak baru yang sama: klub besar tidak lagi sekadar tim, melainkan aset bernilai miliaran dolar yang dihitung secara dingin oleh pasar.

Kutukan Lini Tengah Manchester United

Sejak Michael Carrick sendiri pensiun sebagai pemain pada 2018, lini tengah United menjadi titik lemah yang tak kunjung sembuh. Sejarah rekrutan gelandang klub ini dalam satu generasi terakhir nyaris selalu berakhir pilu. Contoh paling gamblang adalah Bastian Schweinsteiger, gelandang juara Piala Dunia yang direkrut dari Bayern München pada 2015 dengan gegap gempita.

Ketika orang-orang melihat nama Bastian Schweinsteiger di daftar susunan pemain, itu akan membuat merinding.

Demikian prediksi Ed Woodward, wakil presiden eksekutif United kala itu, dalam wawancara dengan MUTV pada Juli 2015. Namun kenyataannya jauh dari ramalan itu. Dua tahun kemudian, Schweinsteiger hengkang ke Chicago Fire dengan catatan pahit: hanya 35 penampilan dan dua gol bersama United, bahkan sempat dipaksa berlatih bersama para pemain muda oleh José Mourinho, penerus Louis van Gaal. Kegagalan tersebut menjadi mikrokosmos dari nyaris semua rekrutan gelandang United selama satu generasi.

Investasi Besar Carrick: Tielemans, Santos, dan Baleba

Harapan besar kini ditumpukan pada perombakan yang digalang manajer Michael Carrick pada bursa transfer musim panas ini. United telah resmi mendatangkan Youri Tielemans dari Aston Villa dengan nilai 35 juta poundsterling, serta Andrey Santos dari Chelsea senilai 48 juta poundsterling ditambah 2 juta poundsterling bonus. Carrick juga dikabarkan tengah mengincar Carlos Baleba dari Brighton dengan tawaran di kisaran 70 juta poundsterling. Jika ketiganya rampung, total belanja gelandang United musim ini bisa menembus 150 juta poundsterling — sinyal paling kuat bahwa klub benar-benar serius memutus kutukan lini tengah yang selama ini menjadi biang keterpurukan tim.

PemainKlub AsalNilai Transfer
Youri TielemansAston Villa£35 juta
Andrey SantosChelsea£48 juta + £2 juta bonus
Carlos BalebaBrighton± £70 juta (dalam negosiasi)

Pertanyaannya kini, mampukah kombinasi Tielemans, Santos, dan Baleba mengembalikan kegarangan lini tengah United? Yang dibutuhkan United bukan sekadar nama besar, melainkan kesabaran membangun pola permainan, karena sejarah membuktikan bintang semata tidak pernah cukup, demikian catatan para pengamat taktik yang mengikuti perkembangan klub.

Lakers: dari Showtime ke Era Hedge Fund

Beralih ke Los Angeles, kisah Lakers menunjukkan transformasi yang tak kalah radikal. Selama bertahun-tahun, NBA dibangun di atas aliansi antara uang yang sabar dan gairah pemasaran, dan tidak ada tim yang mewakili campuran aneh itu lebih baik daripada Lakers. Dari era Showtime pada 1980-an hingga dominasi duet Shaquille O'Neal dan Kobe Bryant, Lakers menjadi tolok ukur liga yang mengejar penaklukan global: karismatik, ambisius, dan gemerlap — perpaduan olahraga dan selebritas dengan porsi setara. Namun gemerlap di lapangan, mulai dari para Laker Girls, umpan-umpan tanpa pandang mata ala Magic Johnson, hingga Jack Nicholson yang tersenyum sinis di barisan depan, bergantung pada pengaturan yang jauh lebih tenang di luarnya. Investor properti Jerry Buss membeli Lakers seharga 16 juta dolar AS pada 1979 dan tetap menjadi pemilik mayoritas hingga wafat pada 2013, ketika anak-anaknya mengambil alih kendali klub.

Saat Jerry Buss wafat, nilai Lakers diperkirakan 1 miliar dolar AS. Kini, tim tersebut dikabarkan akan dijual kepada mantan CEO Disney, Bob Iger, dan Josh Kushner, saudara laki-laki Jared Kushner yang merupakan menantu Donald Trump, dengan nilai 12,5 miliar dolar AS. Penjualan ini masih dalam tahap negosiasi dan wajib mendapat persetujuan dewan gubernur NBA. Di tengah proses itu, keluarga Buss justru dilaporkan terpecah: Jeanie Buss dikabarkan berupaya menghentikan langkah saudara-saudaranya yang ingin ikut menjual sisa saham mereka di tengah gelombang penjualan tersebut.

Analisis: Klub Olahraga Kini Komoditas Investasi

Kedua peristiwa ini mencerminkan tren besar di industri olahraga global: klub bukan lagi dinasti keluarga yang diwariskan turun-temurun, melainkan komoditas investasi bernilai astronomis yang bisa dijual cepat demi cuan. Lonjakan nilai Lakers dari 1 miliar dolar menjadi 12,5 miliar dolar dalam 13 tahun menunjukkan bagaimana modal swasta memandang klub NBA sebagai aset premium, ujar para analis pasar olahraga yang mengamati transaksi tersebut. Di sisi lain, belanja besar United juga menegaskan bahwa kesuksesan di era modern harus dibeli dengan harga selangit. Jika Lakers berpindah tangan, tradisi keluarga Buss yang panjang akan berakhir; jika lini tengah United kembali gagal, tidak akan ada lagi alasan bagi Carrick untuk berlindung di balik ketiadaan kualitas pemain.

[SOCIAL_TWEET]: MU borong Tielemans, Santos, dan Baleba demi mengakhiri kutukan lini tengah, sementara Lakers siap berpindah tangan senilai $12,5 miliar. Dua raksasa, satu babak baru! 🏀⚽ #MUFC #Lakers[SOCIAL_TG]: 🔴 MU borong tiga gelandang mahal demi akhiri kutukan lini tengah. 🟣 Lakers senilai $12,5 miliar siap ganti pemilik. Baca analisis lengkapnya!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User