Mourinho Pimpin Benfica, Tantangan Perdana Kontra Casa Pia di Da Luz
LISBON — Sorot lampu Estadio da Luz menyorot satu sosok yang paling dinanti. Jose Mourinho, pelatih kepala anyar SL Benfica, terlihat di tepi lapangan beberapa saat sebelum sepak mula pertandingan L...
LISBON — Sorot lampu Estadio da Luz menyorot satu sosok yang paling dinanti. Jose Mourinho, pelatih kepala anyar SL Benfica, terlihat di tepi lapangan beberapa saat sebelum sepak mula pertandingan Liga Portugal melawan Casa Pia AC, Minggu (9/11/2025) malam waktu setempat. Kehadirannya bukan sekadar formalitas, melainkan awal dari babak penuh harapan sekaligus tekanan bagi klub yang musim lalu finis di luar zona Liga Champions.
Mengenakan setelan jas gelap khasnya, Mourinho tampak tenang namun fokus. Ia menyempatkan diri menyapa ofisial pertandingan dan beberapa pemain Casa Pia yang pernah merasakan dinginnya tangan disiplinnya di klub lain. Tepat pukul 21.00 waktu Lisbon, ia akan memulai debutnya bersama As Águias, membawa misi mengembalikan supremasi Benfica di kancah domestik setelah musim 2024/2025 yang mengecewakan—hanya finis keempat dan gagal meraih satu pun gelar.
Perjalanan Karier: Dari Porto hingga Kembali ke Tanah Air
Nama Mourinho tidak asing bagi sepak bola Portugal. Pria kelahiran Setúbal itu memulai karier kepelatihan sebagai asisten di Sporting CP dan Porto sebelum akhirnya menjadi penerjemah Sir Bobby Robson. Namun, batu loncatan sesungguhnya terjadi pada 2004: ia membawa Porto juara Liga Champions secara sensasional. Sejak itu, ia berkelana ke Chelsea, Inter Milan, Real Madrid, Manchester United, Tottenham Hotspur, dan terakhir menangani AS Roma hingga akhir musim lalu. Kini, di usia 62 tahun, ia memilih tantangan baru di negaranya sendiri, menandatangani kontrak dua tahun dengan opsi perpanjangan.
Di Benfica, Mourinho mewarisi skuad dengan talenta muda menjanjikan, tetapi minim mental juara. Kedatangannya langsung disambut positif oleh para pemain senior seperti João Neves dan António Silva, yang diharapkan menjadi tulang punggung di bawah racikan taktik 4-2-3-1 khas Mourinho. "Kami membutuhkan sosok yang bisa membangun mental baja. Ia pemenang, dan kami ingin tertular," ujar Neves dalam sesi jumpa pers Jumat (7/11).
Ujian Perdana: Casa Pia, Tim Kuda Hitam
Casa Pia AC bukan lawan enteng. Musim ini, tim asuhan Filipe Martins tampil mengejutkan di papan atas. Dengan penguasaan bola rata-rata 48,2% dan 4,1 tembakan tepat sasaran per laga, mereka mengandalkan transisi cepat dan soliditas pertahanan. Striker andalan mereka, Felippe Cardoso, telah mengemas tujuh gol dalam 11 penampilan. Mourinho tampaknya akan menginstruksikan pressing tinggi untuk mematikan aliran bola dari lini tengah Casa Pia.
Berdasarkan data pra-pertandingan, Benfica di bawah asuhan pelatih interim musim lalu hanya mampu mencatatkan penguasaan bola 53% dengan rata-rata 12,4 tembakan, 4,8 di antaranya tepat sasaran. Mourinho dikenal sebagai pelatih pragmatis yang tidak terobsesi pada dominasi bola; efisiensi serangan menjadi kunci. Di sesi latihan tertutup kemarin, ia banyak mengomunikasikan pola serangan balik cepat dari sektor sayap—mengoptimalkan kecepatan David Neres dan Ángel Di María yang semakin matang.
"Saya tidak datang untuk mengganti DNA Benfica. Saya datang untuk menambahkan sesuatu yang hilang: keyakinan bahwa setiap laga bisa dimenangkan dengan detail kecil. Casa Pia adalah tim yang terorganisir, tapi kami bermain di rumah dan itu harus menjadi benteng," kata Mourinho dalam konferensi pers Sabtu (8/11).
Statistik dan Harapan
Sejarah mencatat, Mourinho memiliki rekor impresif di laga debut bersama klub-klub sebelumnya. Di Porto, ia menang 2-1 atas União de Leiria (2002). Bersama Chelsea, debut di Liga Inggris ditandai kemenangan 1-0 atas Manchester United (2004). Bahkan di Inter Milan, ia meraih hasil imbang 1-1 kontra Sampdoria yang kemudian dianggap sebagai fondasi treble winners. Satu-satunya kekalahan debut terjadi saat menangani Tottenham Hotspur, kalah 1-0 dari West Ham United pada 2019. Data ini menjadi pijakan optimisme, meski sepak bola bukan sekadar angka.
Poin wajib lainnya adalah soal kedisiplinan. Mourinho dikenal tegas mengatur skuad. Ia sudah memasang aturan larangan penggunaan ponsel di area makan dan memperpanjang jam taktik sebelum latihan. "Ia detail sampai ke cara kami berjalan masuk lapangan. Itu mungkin terlihat remeh, tapi di sanalah kemenangan dibangun," ungkap seorang staf pelatih yang enggan disebutkan namanya.
Di seberang, Casa Pia datang dengan kepercayaan diri. Mereka belum terkalahkan dalam tiga laga tandang terakhir. Pertahanan yang dikawal Nermin Zolotić hanya kebobolan 8 gol dalam 11 laga, terbaik ketiga di liga. Duel ini praktis akan menjadi adu taktik antara pendekatan menyerang selektif ala Mourinho melawan blok rendah disiplin Martins.
Apapun hasil akhirnya, satu hal pasti: mata publik sepak bola Portugal—bahkan Eropa—akan tertuju pada Estadio da Luz malam ini. Mourinho kembali ke rumah, dan hanya kemenangan yang bisa memenuhi ekspektasi 60 ribu pendukung yang memadati stadion.
Comments (0)