Mourinho dan Benfica Hancurkan Real Madrid Dramatis di Liga Champions

Skor akhir 3-2! Estadio da Luz bergemuruh luar biasa pada Kamis (29/1/2026) dini hari WIB. Benfica, di bawah asuhan Jose Mourinho, secara dramatis menghancurkan Real Madrid di Liga Champions. Pertandi...

Aug 07, 2026 - 08:01
0 0
Mourinho dan Benfica Hancurkan Real Madrid Dramatis di Liga Champions

Skor akhir 3-2! Estadio da Luz bergemuruh luar biasa pada Kamis (29/1/2026) dini hari WIB. Benfica, di bawah asuhan Jose Mourinho, secara dramatis menghancurkan Real Madrid di Liga Champions. Pertandingan ini berjalan dengan intensitas tinggi sejak menit pertama, dan berakhir dengan selebrasi liar Mourinho bersama anak gawang di depan tribun utama. Ini bukan sekadar kemenangan; ini adalah pernyataan taktis yang menggetarkan Eropa.

Babak Pertama: Strategi Mourinho yang Menekan dan Gol Cepat

Mourinho, dengan formasi 4-3-3 yang agresif, langsung menekan lini belakang Real Madrid sejak kick-off. Menit ke-12, starting XI Benfica yang dipasang dengan tiga gelandang tengah berhasil memotong aliran bola Madrid. Umpan terobosan dari Enzo Fernandez di menit ke-15 membelah pertahanan, dan striker muda, Arthur Cabral, melepaskan tendangan keras ke sudut kiri gawang yang dijaga oleh Thibaut Courtois. Gol! Stadion langsung meledak. Penguasaan bola di 20 menit pertama mencapai 58% untuk Benfica, sebuah angka yang jarang terjadi melawan Madrid. Shots on target Benfica tercatat 4 kali di babak pertama, sementara Madrid hanya 1 kali. Menit ke-38, Madrid mencoba merespons melalui Vinicius Junior, tetapi bek tengah Benfica, Antonio Silva, melakukan tekel sempurna di area kotak penalti. Kartu kuning pertama diberikan kepada Eduardo Camavinga di menit ke-41 setelah pelanggaran keras terhadap Joao Neves. Babak pertama ditutup dengan skor 1-0, dan Mourinho terlihat puas dengan pressing tinggi yang diterapkan anak asuhnya.

Babak Kedua: Drama Enam Menit yang Mengubah Segalanya

Memasuki babak kedua, Real Madrid meningkatkan intensitas. Menit ke-55, Jude Bellingham menyamakan kedudukan setelah memanfaatkan assist dari Rodrygo. Skor menjadi 1-1. Namun, respons Benfica sangat cepat. Hanya tiga menit berselang, menit ke-58, Rafa Silva mencetak gol kedua setelah menerima umpang silang dari Alexander Bah. Skor 2-1! Pertandingan semakin sengit. Menit ke-67, Madrid kembali menyamakan melalui sundulan Antonio Rudiger dari sepak pojok. Skor 2-2. Di sinilah kejeniusan Mourinho terlihat. Ia melakukan dua pergantian sekaligus di menit ke-70, memasukkan David Neres dan Casper Tengstedt untuk menambah daya gedor. Hasilnya langsung terasa. Menit ke-83, Neres melepaskan tendangan jarak jauh yang membentur tiang, dan bola rebound disambar oleh Tengstedt. Gol! 3-2! VAR sempat memeriksa posisi offside, tetapi gol dinyatakan sah. Enam menit drama yang menegangkan, dan Benfica berhasil mengunci kemenangan. Statistik akhir menunjukkan penguasaan bola Benfica 52%, shots on target 7 berbanding 4 untuk Madrid. Kartu kuning tambahan diberikan kepada Eder Militao dan Fredrik Aursnes di masa injury time.

Reaksi Mourinho dan Analisis Taktik yang Mematikan

Setelah peluit panjang berbunyi, Jose Mourinho berlari ke arah anak gawang dan merayakan kemenangan ini dengan penuh emosi. Ini adalah kemenangan yang sangat personal baginya. "Kami bermain dengan hati dan otak. Para pemain memahami setiap instruksi taktis. Ini adalah kemenangan untuk seluruh keluarga Benfica," ujar Mourinho dalam konferensi pers setelah pertandingan. Ia juga menyoroti disiplin pertahanan yang menjadi kunci. "Kami tahu Real Madrid akan menekan di babak kedua, tetapi kami tetap tenang dan mengeksekusi rencana dengan sempurna. Clean sheet bukan target utama, tetapi tiga poin ini sangat penting." Dari sisi taktik, Mourinho menggunakan formasi 4-3-3 yang fleksibel, di mana Joao Neves turun menjadi gelandang bertahan ekstra saat bertahan, dan naik menjadi playmaker saat menyerang. Ini membuat lini tengah Madrid kewalahan. Sementara itu, pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti, mengakui keunggulan lawan. "Mereka lebih agresif dan memenangkan duel-duel penting. Kami membuat kesalahan di momen krusial, dan itu kami bayar mahal. Kami harus segera bangkit," ucap Ancelotti dengan wajah kecewa. Kemenangan ini membawa Benfica ke puncak klasemen grup dengan 9 poin dari 3 pertandingan, sementara Real Madrid tertahan di posisi kedua dengan 6 poin. Dengan performa seperti ini, Benfica layak dianggap sebagai kandidat kuat juara Liga Champions musim ini. Mourinho kembali membuktikan bahwa ia adalah spesialis turnamen, dan Estadio da Luz menjadi benteng yang sangat sulit ditembus.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User