Mikel Arteta Bangkit: Arsenal Puncaki Persaingan Empat Besar Paruh Musim
Menit ke-34, Stadion Emirates bergemuruh. Bukayo Saka menuntaskan umpan tarik dari sisi kanan dan mengunci skor akhir 3-1 atas Tottenham Hotspur pada derbi London Utara, 26 September 2021. Momen itula...
Menit ke-34, Stadion Emirates bergemuruh. Bukayo Saka menuntaskan umpan tarik dari sisi kanan dan mengunci skor akhir 3-1 atas Tottenham Hotspur pada derbi London Utara, 26 September 2021. Momen itulah yang menjadi titik balik kebangkitan Arsenal di bawah asuhan Mikel Arteta. Tim yang sempat terpuruk di tiga laga pembuka musim itu akhirnya menemukan formula terbaiknya, dan kini The Gunners bercokol di peringkat ke-4 klasemen Liga Inggris pada paruh musim 2021/2022.
Perjalanan Arteta musim ini memang pasang surut, tetapi data menunjukkan tren yang meroket sejak pekan keempat. Dari tiga kekalahan beruntun di awal musim, Arsenal berubah menjadi tim paling konsisten di antara para penantang empat besar, dengan torehan tujuh kemenangan dalam sepuluh laga terakhirnya sebelum jeda Natal.
Start Bencana dan Perombakan Total
Musim dibuka dengan mimpi buruk. Arsenal menelan tiga kekalahan beruntun: 0-2 dari Brentford di laga pembuka, 0-5 dari Manchester City yang memalukan, lalu 0-1 dari Chelsea. Total, gawang mereka kebobolan delapan gol tanpa satu pun balasan. Tekanan publik kepada Arteta mencapai titik didih; sebagian penggemar bahkan sudah menuntut pergantian pelatih di pekan ketiga.
Arteta merespons dengan langkah tegas. Ia meninggalkan formasi 4-2-3-1 yang sempat dipertahankan dan beralih ke 4-4-2 yang fleksibel, mengandalkan pressing tinggi serta transisi kilat. Aaron Ramsdale menggantikan Bernd Leno di bawah mistar, sementara Bukayo Saka dan Emile Smith Rowe diberi kebebasan penuh di kedua sisi sayap. Perombakan itu langsung berbuah: tiga kemenangan beruntun, diawali 1-0 atas Norwich, 1-0 di markas Burnley, dan berpuncak pada kemenangan 3-1 atas Tottenham. Dari nol gol dalam tiga pekan pertama, Arsenal mencetak lima gol dalam tiga pekan berikutnya.
Derbi London Utara: Panggung Kebangkitan
Menit ke-12, Emile Smith Rowe membuka keunggulan setelah menerima umpan tarik Saka dari sisi kanan. Menit ke-27, Pierre-Emerick Aubameyang menggandakan skor lewat penyelesaian first-time yang dingin di tiang dekat. Menit ke-34, giliran Saka mencatatkan namanya di papan skor dengan memanfaatkan bola muntah di kotak penalti. Son Heung-min hanya mampu memperkecil kedudukan pada menit ke-79.
Yang paling menarik dari derbi itu: penguasaan bola justru milik Tottenham, 55 persen berbanding 45 persen. Namun Arsenal menang telak dari sisi efektivitas, dengan lima shots on target berbanding dua dan expected goals 2,4 berbanding 1,1. Ini bukti nyata bahwa permainan Arteta tidak lagi bergantung pada dominasi bola, melainkan pada disiplin menekan dan kecepatan menyerang balik.
Kami tidak bermain untuk menguasai bola semata; kami bermain untuk menguasai momen, ujar Arteta dalam konferensi pers pasca-derbi.
Ramsdale dan Revolusi Lini Belakang
Kunci lain dari kebangkitan Arsenal adalah ketangguhan lini belakang. Sejak Ramsdale mengisi starting XI pada pekan ketiga, gawang Arsenal hanya kebobolan sembilan gol dalam sebelas laga. Empat clean sheet berhasil dikumpulkan, termasuk saat menahan tuan rumah Leicester dan memenangi laga tandang melawan Leeds dengan skor 4-1. Bek kiri Kieran Tierney dan duet Ben White dengan Gabriel Magalhaes mulai membangun komunikasi yang solid, didukung positioning disiplin dari Thomas Partey di lini tengah.
Di lini serang, angka assist juga berbicara lantang. Saka tercatat menjadi pengumpan terbanyak tim dengan lima assist hingga paruh musim, sementara Smith Rowe yang dijuluki The Croydon De Bruyne menambah empat assist dan lima gol. Total, Arsenal mencetak 23 gol dalam 16 laga pertama dan hanya kebobolan 16 gol, keseimbangan yang nyaris sempurna dibandingkan musim sebelumnya.
Paruh Musim: Target Empat Besar Bukan Mimpi
Memasuki paruh musim, posisi ke-4 klasemen bukan sekadar angka. Dengan raihan 29 poin dari 16 pertandingan, Arsenal unggul dua poin atas Manchester United dan masih menyimpan satu laga tanding. Catatan kandang mereka juga impresif: tujuh kemenangan dari delapan laga di Emirates, termasuk kemenangan telak 4-0 atas West Bromwich Albion di ajang Piala Liga.
Perjalanan masih panjang dan ujian berat menanti, termasuk jadwal padat Januari serta keputusan klub menanggalkan ban kapten dari Aubameyang pada Desember lalu yang sempat memicu gejolak internal. Namun jika tren statistik ini bertahan, Arteta bukan hanya menyelamatkan kursinya, melainkan mengembalikan Arsenal ke peta perburuan gelar dalam beberapa musim ke depan.
Data musim ini membuktikan kebangkitan Arsenal bukan kebetulan. Ini adalah hasil dari perombakan taktik, keberanian mempromosikan pemain muda, dan kepercayaan penuh manajemen kepada sang pelatih. Paruh kedua musim akan menjadi ujian sesungguhnya, dan semua mata kini tertuju pada Emirates.
Comments (0)