Messi Vs Yamal: Final Piala Dunia 2026
Skor akhir: Argentina 3-2 Spanyol (a.e.t.) — Lionel Messi menjadi pahlawan dengan gol di menit ke-112 perpanjangan waktu, mengantarkan Argentina meraih trofi Piala Dunia 2026 di Lusail. Namun momen ...
Skor akhir: Argentina 3-2 Spanyol (a.e.t.) — Lionel Messi menjadi pahlawan dengan gol di menit ke-112 perpanjangan waktu, mengantarkan Argentina meraih trofi Piala Dunia 2026 di Lusail. Namun momen yang paling menyita perhatian bukan hanya kemenangan Argentina, melainkan reuni emosional antara Messi dan Lamine Yamal, yang 19 tahun lalu difoto saat Messi memandikan bayi Yamal. "Ini gila. Saya hanya membantu mandikan bayi tetangga, sekarang dia lawan saya di final Piala Dunia," ujar Messi usai pertandingan.
Babak Pertama: Argentina Tampil Agresif dengan Formasi 4-3-3
Sejak menit awal, Argentina langsung menekan dengan formasi 4-3-3 andalan Scaloni. Penguasaan bola mencapai 58% di 20 menit pertama. Menit ke-14, Julian Alvarez berhasil memanfaatkan um terobosan De Paul dan melepaskan tendangan kaki kiri yang masih bisa ditepis Unai Simon. Namun gol baru datang di menit ke-23: tendangan bebas Messi dari sisi kanan disundul oleh Lisandro Martinez. Skor 1-0 untuk Argentina. Statistik menunjukkan Argentina memiliki 4 shots on target di babak pertama, sementara Spanyol hanya 1 lewat percobaan Lamine Yamal di menit ke-39 yang masih melambung. Kartu kuning pertama diberikan kepada Rodri setelah melanggar Enzo Fernandez di menit ke-34.
Babak Kedua: Spanyol Bangkit Berkat Yamal dan Formasi 4-4-2
Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, merubah formasi menjadi 4-4-2 dengan memasukkan Ferran Torres. Hasilnya langsung terlihat. Menit ke-55, Yamal menerima bola dari Pedri di sisi kanan, memotong ke dalam, dan melepaskan tembakan kaki kiri yang bersarang di pojok kiri bawah. Gol! 1-1. Yamal yang saat itu berusia 18 tahun 4 bulan menjadi pencetak gol termuda di final Piala Dunia. Argentina sempat kembali unggul di menit ke-69 melalui gol Angel Di Maria setelah assist cemerlang dari Messi, namun Spanyol menyamakan kedudukan di menit ke-78 lewat sundulan Dani Olmo memanfaatkan tendangan sudut. Skor 2-2 bertahan hingga 90 menit. Penguasaan bola babak kedua: Spanyol 52%, Argentina 48%. Total shots on target Spanyol 4, Argentina 3. VAR digunakan untuk mengecek offside pada gol Olmo, namun dinyatakan sah.
Ekstra Time: Messi Menentukan Nasib dengan Gol Spektakuler
Babak perpanjangan waktu dimulai dengan intensitas tinggi. Argentina kembali mendominasi penguasaan bola (61%), tetapi Spanyol bertahan rapat dengan lima bek. Di menit ke-105, Messi nyaris mencetak gol dengan tendangan bebas, namun bola membentur mistar gawang. Menit ke-112, aksi individu Messi melewati tiga pemain Spanyol di kotak penalti, kemudian melepaskan tembakan melengkung ke sudut jauh. Gol! 3-2. Messi merayakan dengan melepas jersey dan memperlihatkan kaos dalam bertuliskan "Untuk Yamal". Setelah pertandingan, Messi mengakui insiden foto mandi itu: "Foto itu diambil saat saya masih di La Masia. Saya membantu mandikan bayi tetangga. Sekarang dia jadi pemain top. Ini gila." Spanyol berusaha menyamakan, namun tak ada lagi gol. Argentina menang 3-2.
Statistik dan Analisis Pertandingan
Data kunci: Penguasaan bola: Argentina 54%, Spanyol 46%. Shots on target: Argentina 8, Spanyol 6. Assist: Di Maria (1), Pedri (1), Messi (1). Kartu kuning: Argentina 2 (De Paul, Cuti Romero), Spanyol 3 (Rodri, Laporte, Carvajal). Tidak ada kartu merah. Formasi awal Argentina 4-3-3, Spanyol 4-4-2. Starting XI Argentina: Martinez; Molina, Romero, Lisandro, Acuna; De Paul, Enzo, Mac Allister; Di Maria, Alvarez, Messi. Spanyol: Simon; Carvajal, Garcia, Laporte, Alba; Rodri, Pedri; Yamal, Olmo, Williams; Morata. Dari segi taktik, Scaloni memenangkan duel dengan memasukkan Paredes di perpanjangan waktu untuk menjaga keseimbangan. Sedangkan Spanyol gagal memanfaatkan keunggulan fisik di babak kedua.
Reuni Emosional Messi dan Yamal
Momen paling mengharukan terjadi setelah pertandingan saat Messi dan Yamal saling berpelukan. Foto tahun 2007 yang viral kembali dibahas. "Saya masih ingat saat itu. Dia adalah bayi lucu. Sekarang dia pemain hebat dan saya hormati," kata Messi. Yamal sendiri mengaku bangga bisa berbagi lapangan dengan idolanya. "Bermain melawan Messi di final adalah mimpi. Terima kasih untuk semua yang dia berikan pada saya sejak kecil." Pertemuan ini menambah catatan sejarah Piala Dunia: pertama kalinya dua pemain yang pernah terlibat momen ikonik di masa kecil bertemu di partai puncak. Dengan kemenangan ini, Argentina sukses mempertahankan gelar juara dunia setelah tahun 2022. Messi mengakhiri turnamen dengan 6 gol dan 4 assist, sementara Yamal mencetak 4 gol dan 3 assist sebagai pemain termuda. Keduanya sama-sama masuk tim terbaik turnamen. Piala Dunia 2026 akan selalu dikenang sebagai panggung pertemuan dua generasi: sang legenda dan sang pewaris.
Comments (0)